Memasuki Ramadhan, Harga Pangan di Morotai Melonjak Naik

i-malut.com, MOROTAI – Harga pangan di Kabupaten Pulau Morotai naik drastis ketika memasuki bulan ramadhan hari pertama. Naiknya harga pangan ini terutama menyasar daging dan rempah-rempah. Seperti ayam potong, ikan, bawang, rica dan tomat.

Harga daging ayam potong sebelumnya perkilogram Rp 40.000, saat memasuki ramadhan harganya naik menjadi Rp 50.000- Rp 55.000/kg. Begitu juga dengan harga ikan, sebelum ramadhan harganya Rp 50.000 pergandeng, kini naik menjadi Rp 60.000-Rp 75.000 pergandeng.

Sesuai pantauan i-malut.com di pasar Gotalamo, ternyata benar terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi, bukan hanya ayam potong dan ikan harganya melonjak, tetapi harga bawang, rica dan tomat (barito) juga naik drastis.

“Masuk awal ramadhan ini harga daging dan rempah mahal sekali bila dibandingkan dengan hari biasa” ungkap ibu fadilah, asal desa Daruba, ketika dikonfirmasi, usai belanja di pasar gotalamo, Kamis (17/5/2018) siang.

Lanjutnya, sebelumnya harga ayam potong Rp 40.000/kg sekarang naik Rp 50.000/kg, begitu juga bawang dan rica keriting biasanya Rp 35.000- Rp 40.000, kini naik menjadi Rp 50.000/kg, kemudian tomat biasanya Rp 20.000/kg, naik menjadi Rp 30.000/kg.

Naiknya harga pangan ini, karena pedagang di Kabupaten Pulau Morotai, mengambilnya dari Tobelo, dan Manado.

“Menjelang ramadan sampai menjelang lebaran nanti sudah biasa harga daging dan rempah naik, terutama rempah kayak bawang, rica dan tomat, karena kita pedagang ambilnya dari tobelo dan manado, selain di penyalur harganya naik juga karena mahalnya biaya transportasi”. ungkap ibu Ani, salah satu pedagang barito, di pasar gotalamo.

Selain itu, kepala desa Daruba, Abd Rauf, juga mengeluhkan harga ikan di pasar ikan Gotalamo. menurutnya ini keterlaluan dan di buat-buat.

“Harga ikan dijual terlalu mahal dari sebelumnya, padahal ikan inikan tidak diambil dari luar morotai, jadi pedagang yang memanfaatkan sikon, sebenarnya soal harga pangan menjelang ramadhan, lebaran maupun natal selalu seperti ini, seharusnya ada kontrol dari Pemda dalam hal ini dinas terkait yakni Perindagkop, agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga” ungkapnya penuh harap.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Memasuki Ramadhan, Harga Pangan di Morotai Melonjak Naik

i-malut.com, MOROTAI – Harga pangan di Kabupaten Pulau Morotai naik drastis ketika memasuki bulan ramadhan hari pertama. Naiknya harga pangan ini terutama menyasar daging dan rempah-rempah. Seperti ayam potong, ikan, bawang, rica dan tomat.

Harga daging ayam potong sebelumnya perkilogram Rp 40.000, saat memasuki ramadhan harganya naik menjadi Rp 50.000- Rp 55.000/kg. Begitu juga dengan harga ikan, sebelum ramadhan harganya Rp 50.000 pergandeng, kini naik menjadi Rp 60.000-Rp 75.000 pergandeng.

Sesuai pantauan i-malut.com di pasar Gotalamo, ternyata benar terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi, bukan hanya ayam potong dan ikan harganya melonjak, tetapi harga bawang, rica dan tomat (barito) juga naik drastis.

“Masuk awal ramadhan ini harga daging dan rempah mahal sekali bila dibandingkan dengan hari biasa” ungkap ibu fadilah, asal desa Daruba, ketika dikonfirmasi, usai belanja di pasar gotalamo, Kamis (17/5/2018) siang.

Lanjutnya, sebelumnya harga ayam potong Rp 40.000/kg sekarang naik Rp 50.000/kg, begitu juga bawang dan rica keriting biasanya Rp 35.000- Rp 40.000, kini naik menjadi Rp 50.000/kg, kemudian tomat biasanya Rp 20.000/kg, naik menjadi Rp 30.000/kg.

Naiknya harga pangan ini, karena pedagang di Kabupaten Pulau Morotai, mengambilnya dari Tobelo, dan Manado.

“Menjelang ramadan sampai menjelang lebaran nanti sudah biasa harga daging dan rempah naik, terutama rempah kayak bawang, rica dan tomat, karena kita pedagang ambilnya dari tobelo dan manado, selain di penyalur harganya naik juga karena mahalnya biaya transportasi”. ungkap ibu Ani, salah satu pedagang barito, di pasar gotalamo.

Selain itu, kepala desa Daruba, Abd Rauf, juga mengeluhkan harga ikan di pasar ikan Gotalamo. menurutnya ini keterlaluan dan di buat-buat.

“Harga ikan dijual terlalu mahal dari sebelumnya, padahal ikan inikan tidak diambil dari luar morotai, jadi pedagang yang memanfaatkan sikon, sebenarnya soal harga pangan menjelang ramadhan, lebaran maupun natal selalu seperti ini, seharusnya ada kontrol dari Pemda dalam hal ini dinas terkait yakni Perindagkop, agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga” ungkapnya penuh harap.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER