Terkait Insiden di Surabaya, Bupati Halut Gelar Jumpa Pers dengan Awak Media

i-malut.com, TOBELO – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Kamis kemarin (17/5/2018), mengelar kegiatan Jumpa Pers dengan Awak Media yang melakukan aktifitas peliputan di Halut.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian  Humas dan Protokoler yang dipusatkan di Hotel Astonia Tobelo, dihadiri oleh Bupati Ir. Frans Manery, dan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Halut (FJH).

Kepada sejumlah awak media,  Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery, mengatakan bahwa, menyikapi situasi bangsa dan negara dengan berbagai permasalahan dan cobaan, dirinya menganggap ini sebuah bencana.

“Mulai dari peristiwa Rutan Kalapa Dua sampai dengan peristiwa  peledakan bom Surabaya dan penyerangan Mako Polres oleh sekelompok teroris, ini merupakan tantangan besar bangsa dan lebih khusus Kabupaten Halmahera Utara yang adalah bagian integral dari bangsa ini”. Cetus Frans

Selaku pemerintah daerah, Frans mengutuk keras tindakan orang-orang yang mengatasnamakan agama tertentu, yang melakukan aksi teror untuk kepentingan yang tidak jelas.

“ini adalah tindakan biadap, karna didalam agama apapun itu tidak mengajarkan untuk mebunuh. Sebagai pemerintah daerah, kami menyampaikan turut berduka cita yang dalam, atas meninggalnya orang-orang yang tidak berdosa, akibat ulah aksi terororis”. ucapnya

Dirinya sangat berharap, bencana ini tidak akan terjadi di Kabupaten Halmahera Utara.

“Untuk itu dalam menyikapi permasalahan yang terjadi maka, kami selaku Bupati selalu siap dan intes melakukan kordinasi aktif dengan pihak keamanan maupun pemerintah daerah secara internal”. ungkapnya

Dikatakannya, dalam hal ini, pemerintah daerah tidak tinggal diam untuk melakukan sosialisasi lewat edaran himbauan kepada masyarakat di desa,  maupun lewat tokoh agama untuk disampaikan di gereja dan mesjid.

Pemda Halut, kata Frans, akan melaksanakan rapat kordinasi yang melibatkan toko agama, masyarakat, dengan melibatkan seluruh kepala desa di Halut. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman di daerah
Kita harus bersatu untuk  menjaga NKRI tetap amam, pemerintah daerah Halut menjamin rasa aman di daerah ini.

“Saya pikir masyarakat didaerah ini sudah tidak mau di bodohi dengan berbagai isu, kita semua sama belajar dari peristiwa kelam masa lalu. Untuk itu kepada semua warga masyarakat diingatkan bahwa, peristiwa yang terjadi di surabaya, tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Peristiwa tersebut murni kriminal aksi terorisme, untuk itu kita semua mari menjaga tali silaturahmi, menjaga keamanan dan toleransi diantara umat beragama yang sudah tercipta dengan baik apalagi saat ini saudara-saudara kita umat muslim sementara melaksanakan ibadah puasa dibulan suci ramadhan bulan yang penuh rahmat ini”. pungkas Frans penuh harap.

Frans berpesan kepada masyarakat Halmahera Utara, agar saling mengawasi penduduk atau warga yang baru tiba di daerah ini, maupun di desa RT, RW,  agar segera melaporkan diri didesa, sehingga kita bisa mengetahui maksud dan tujuan kedatangan mereka.

“Saat ini yang lebih berbahaya adalah virus-virus yang kapan saja bisa masuk terutama melalui media sosial, isu isu yang tidak tertanggung jawab, ujaran-ujaran kebencian dengan menampilkan vedio dan foto-foto, yang bisa berdampak pada provokasi. masyarakat jangan tersesat dengan berita bohong atau Hoaks. Sekali lagi masyarakat di daerah ini sudah tidak bodoh lagi dalam menyikapi persoalan yang terjadi di surabaya. Kami yakin pelakunya adalah orang yang tidak beragama.” Tegas Frans menutup komentarnya.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Terkait Insiden di Surabaya, Bupati Halut Gelar Jumpa Pers dengan Awak Media

i-malut.com, TOBELO – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Kamis kemarin (17/5/2018), mengelar kegiatan Jumpa Pers dengan Awak Media yang melakukan aktifitas peliputan di Halut.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian  Humas dan Protokoler yang dipusatkan di Hotel Astonia Tobelo, dihadiri oleh Bupati Ir. Frans Manery, dan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Halut (FJH).

Kepada sejumlah awak media,  Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery, mengatakan bahwa, menyikapi situasi bangsa dan negara dengan berbagai permasalahan dan cobaan, dirinya menganggap ini sebuah bencana.

“Mulai dari peristiwa Rutan Kalapa Dua sampai dengan peristiwa  peledakan bom Surabaya dan penyerangan Mako Polres oleh sekelompok teroris, ini merupakan tantangan besar bangsa dan lebih khusus Kabupaten Halmahera Utara yang adalah bagian integral dari bangsa ini”. Cetus Frans

Selaku pemerintah daerah, Frans mengutuk keras tindakan orang-orang yang mengatasnamakan agama tertentu, yang melakukan aksi teror untuk kepentingan yang tidak jelas.

“ini adalah tindakan biadap, karna didalam agama apapun itu tidak mengajarkan untuk mebunuh. Sebagai pemerintah daerah, kami menyampaikan turut berduka cita yang dalam, atas meninggalnya orang-orang yang tidak berdosa, akibat ulah aksi terororis”. ucapnya

Dirinya sangat berharap, bencana ini tidak akan terjadi di Kabupaten Halmahera Utara.

“Untuk itu dalam menyikapi permasalahan yang terjadi maka, kami selaku Bupati selalu siap dan intes melakukan kordinasi aktif dengan pihak keamanan maupun pemerintah daerah secara internal”. ungkapnya

Dikatakannya, dalam hal ini, pemerintah daerah tidak tinggal diam untuk melakukan sosialisasi lewat edaran himbauan kepada masyarakat di desa,  maupun lewat tokoh agama untuk disampaikan di gereja dan mesjid.

Pemda Halut, kata Frans, akan melaksanakan rapat kordinasi yang melibatkan toko agama, masyarakat, dengan melibatkan seluruh kepala desa di Halut. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman di daerah
Kita harus bersatu untuk  menjaga NKRI tetap amam, pemerintah daerah Halut menjamin rasa aman di daerah ini.

“Saya pikir masyarakat didaerah ini sudah tidak mau di bodohi dengan berbagai isu, kita semua sama belajar dari peristiwa kelam masa lalu. Untuk itu kepada semua warga masyarakat diingatkan bahwa, peristiwa yang terjadi di surabaya, tidak ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Peristiwa tersebut murni kriminal aksi terorisme, untuk itu kita semua mari menjaga tali silaturahmi, menjaga keamanan dan toleransi diantara umat beragama yang sudah tercipta dengan baik apalagi saat ini saudara-saudara kita umat muslim sementara melaksanakan ibadah puasa dibulan suci ramadhan bulan yang penuh rahmat ini”. pungkas Frans penuh harap.

Frans berpesan kepada masyarakat Halmahera Utara, agar saling mengawasi penduduk atau warga yang baru tiba di daerah ini, maupun di desa RT, RW,  agar segera melaporkan diri didesa, sehingga kita bisa mengetahui maksud dan tujuan kedatangan mereka.

“Saat ini yang lebih berbahaya adalah virus-virus yang kapan saja bisa masuk terutama melalui media sosial, isu isu yang tidak tertanggung jawab, ujaran-ujaran kebencian dengan menampilkan vedio dan foto-foto, yang bisa berdampak pada provokasi. masyarakat jangan tersesat dengan berita bohong atau Hoaks. Sekali lagi masyarakat di daerah ini sudah tidak bodoh lagi dalam menyikapi persoalan yang terjadi di surabaya. Kami yakin pelakunya adalah orang yang tidak beragama.” Tegas Frans menutup komentarnya.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER