Dua Koperasi Nelayan di Pulau Morotai Buat MoU Dengan Inkud dan Puskud Halmahera Jaya

i-malut.com, MOROTAI– Dua koperasi nelayan di Kabupaten Pulau Morotai, yakni; Koperasi Tuna Selatan, Desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik, Desa Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur yang dianggap sudah sangat siap membuka usaha koperasi di bidang nelayan membuat Induk Koperasi (INKUD) dan Puskud Halmahera Jaya Provinsi Maluku Utara, memilih dan membangun kerja sama dengan mereka, dalam rangka menggenjot pendapatan nelayan khususnya dan pendapatan daerah umumnya.

Bertempat di lokasi pembangunan Coolstor, di Desa Daeo, Pulau Morotai, penandatangan kerja sama diwujudkan, sebagai bentuk kesepakatan sebagaimana di atur oleh aturan koperasi itu sendiri.

“Kebutulan dua koperasi ini yang paling siap menjemput kerja sama dibidang perikanan ini, maka mereka kami pilih dan jadikan mitra usaha koperasi khususnya nelayan tangkap ikan tuna” ungkap, Sitatin Abas, Ketum Puskud Halmahera Jaya.

Penyerahan bantuan armada tangkap ke koperasi nelayan secara simbolis.

Sementara, Nostenly Derson Bungan, ketua Koperasi Tuna Selatan, desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan, mengatakan, sangat pro aktif dengan kerja sama ini, karena pasarnya jelas, sehingga nelayan tidak khawatir lagi hasil tangkapnya akan di jual kemana.

“Kelompok nelayan penerima bantuan ini semua senang dan tidak khawatir karena Puskud, Inkud dan Bike Capital sebagai pembeli, berarti pasarnya jelas. Karena selama ini yang di khawatirkan hasil tangkapnya dijual kemana” tandasnya.

Langka awal, katanya sebagai uji coba, masing-masing koperasi di beri 5 armada alat tangkap. Karena jumlah koperasinya dua, maka total bantuan 10 unit armada tangkap yang diterima.

“Bila bantuan awal ini sukses dimanfaatkan oleh nelayan dan hasilnya memuaskan, maka bantuan berikut akan segera dikucurkan lagi dan akan kami rekrut nelayan di sejumlah desa, seperti desa Daeo induk, sabatai baru, momojiu, mandiri, totodoku dan wawama. Sebagai kelompok nelayan dibawah koperasikami” jelasnya.

Begitu juga dengan Ketua Koperasi Tuna Pasifik, Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur, saat dihubungi secara terpisah menjelaskan, bantuan armada tangkap 10 unit ini sistim bagi hasil dan berjalan selama tiga bulan. Bila nelayan berhasil atau hasil tangkapannya bagus, kemudian kita dikenakan kredit, agar armada ini menjadi hak milik nelayan.

“Saya yakin nelayan bisa sukses karena armadanya sangat memadai dan armada seperti ini yang diinginkan nelayan. Agar berikut kita pengelola koperasi nelayan dapat melebarkan sayap merekrut nelayan-nelayan di desa-desa lain di Pulau Morotai sebagai anggota. Seperti desa sambiki, gamlamo, sambiki baru, mira, rahmat wewemo. Ini bukannya sistem hibah tetapi bantuan berbasis koperasi, 3 bulan bagi hasil. Selepas dari pembagian 3 bulan itu baru masuk pada koperasi”. jelas Sabin Asaar, Ketua Koperasi Tuna Pasifik, Sangowo Timur.

Untuk itu, ketua umum Puskud Halmahera Raya mengajak agar selalu membangun kerjasama untuk kesejahteraan bersama.

“Hasil dari tangkap nelayan akan kami beli dan kami akan ekspor ke luar negeri, kalian nelayan hanya mengkap ikannya, soal siapa yang beli itu tanggung jawab kami, selain itu kami akan meningkatkan harga untuk meningkatkan nilai beli, demi kesejahteraan bersama” ungkapnya.

Maka lanjutnya, “kami mencoba dengan 10 unit armada untuk awal dari semua ini. kalau memang ini baik hasilnya, maka akan ada tambahan ratus unit untuk nelayan pulau morotai”.

Karena, menurut Muchlis Baay, mantan Kadis Perikanan dan Kekautan Pulau Morotai, bahwa Pulau Morotai memiliki potensi kelautan yang sangat potensial. kita punya 6800 ton potensi yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, namun yang baru dikelola sebesar 2600 ton.

Dikatakannya, bila potensi ini tidak di manfaatkan, maka tidak memiliki nilai, akan tetapi bila dikelola, maka potensi tersebut memiliki nilai yang sangat potensial.

“Karena Potensi ikan dimanfaatkan akan menunjang perekonomian masyarakat dan perekonomian daerah. Karena perputaran uang sangat tinggi” cetusnya.

Tambahnya “Apalagi Bupati menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor prioritas sesuai visi misinya”.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dua Koperasi Nelayan di Pulau Morotai Buat MoU Dengan Inkud dan Puskud Halmahera Jaya

i-malut.com, MOROTAI– Dua koperasi nelayan di Kabupaten Pulau Morotai, yakni; Koperasi Tuna Selatan, Desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik, Desa Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur yang dianggap sudah sangat siap membuka usaha koperasi di bidang nelayan membuat Induk Koperasi (INKUD) dan Puskud Halmahera Jaya Provinsi Maluku Utara, memilih dan membangun kerja sama dengan mereka, dalam rangka menggenjot pendapatan nelayan khususnya dan pendapatan daerah umumnya.

Bertempat di lokasi pembangunan Coolstor, di Desa Daeo, Pulau Morotai, penandatangan kerja sama diwujudkan, sebagai bentuk kesepakatan sebagaimana di atur oleh aturan koperasi itu sendiri.

“Kebutulan dua koperasi ini yang paling siap menjemput kerja sama dibidang perikanan ini, maka mereka kami pilih dan jadikan mitra usaha koperasi khususnya nelayan tangkap ikan tuna” ungkap, Sitatin Abas, Ketum Puskud Halmahera Jaya.

Penyerahan bantuan armada tangkap ke koperasi nelayan secara simbolis.

Sementara, Nostenly Derson Bungan, ketua Koperasi Tuna Selatan, desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan, mengatakan, sangat pro aktif dengan kerja sama ini, karena pasarnya jelas, sehingga nelayan tidak khawatir lagi hasil tangkapnya akan di jual kemana.

“Kelompok nelayan penerima bantuan ini semua senang dan tidak khawatir karena Puskud, Inkud dan Bike Capital sebagai pembeli, berarti pasarnya jelas. Karena selama ini yang di khawatirkan hasil tangkapnya dijual kemana” tandasnya.

Langka awal, katanya sebagai uji coba, masing-masing koperasi di beri 5 armada alat tangkap. Karena jumlah koperasinya dua, maka total bantuan 10 unit armada tangkap yang diterima.

“Bila bantuan awal ini sukses dimanfaatkan oleh nelayan dan hasilnya memuaskan, maka bantuan berikut akan segera dikucurkan lagi dan akan kami rekrut nelayan di sejumlah desa, seperti desa Daeo induk, sabatai baru, momojiu, mandiri, totodoku dan wawama. Sebagai kelompok nelayan dibawah koperasikami” jelasnya.

Begitu juga dengan Ketua Koperasi Tuna Pasifik, Sangowo Timur, Kecamatan Morotai Timur, saat dihubungi secara terpisah menjelaskan, bantuan armada tangkap 10 unit ini sistim bagi hasil dan berjalan selama tiga bulan. Bila nelayan berhasil atau hasil tangkapannya bagus, kemudian kita dikenakan kredit, agar armada ini menjadi hak milik nelayan.

“Saya yakin nelayan bisa sukses karena armadanya sangat memadai dan armada seperti ini yang diinginkan nelayan. Agar berikut kita pengelola koperasi nelayan dapat melebarkan sayap merekrut nelayan-nelayan di desa-desa lain di Pulau Morotai sebagai anggota. Seperti desa sambiki, gamlamo, sambiki baru, mira, rahmat wewemo. Ini bukannya sistem hibah tetapi bantuan berbasis koperasi, 3 bulan bagi hasil. Selepas dari pembagian 3 bulan itu baru masuk pada koperasi”. jelas Sabin Asaar, Ketua Koperasi Tuna Pasifik, Sangowo Timur.

Untuk itu, ketua umum Puskud Halmahera Raya mengajak agar selalu membangun kerjasama untuk kesejahteraan bersama.

“Hasil dari tangkap nelayan akan kami beli dan kami akan ekspor ke luar negeri, kalian nelayan hanya mengkap ikannya, soal siapa yang beli itu tanggung jawab kami, selain itu kami akan meningkatkan harga untuk meningkatkan nilai beli, demi kesejahteraan bersama” ungkapnya.

Maka lanjutnya, “kami mencoba dengan 10 unit armada untuk awal dari semua ini. kalau memang ini baik hasilnya, maka akan ada tambahan ratus unit untuk nelayan pulau morotai”.

Karena, menurut Muchlis Baay, mantan Kadis Perikanan dan Kekautan Pulau Morotai, bahwa Pulau Morotai memiliki potensi kelautan yang sangat potensial. kita punya 6800 ton potensi yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, namun yang baru dikelola sebesar 2600 ton.

Dikatakannya, bila potensi ini tidak di manfaatkan, maka tidak memiliki nilai, akan tetapi bila dikelola, maka potensi tersebut memiliki nilai yang sangat potensial.

“Karena Potensi ikan dimanfaatkan akan menunjang perekonomian masyarakat dan perekonomian daerah. Karena perputaran uang sangat tinggi” cetusnya.

Tambahnya “Apalagi Bupati menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor prioritas sesuai visi misinya”.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER