Nelayan Tangkap Tuna Pulau Morotai Akan Miliki 500 Unit Armada

i-malut.com, MOROTAI – Menjadikan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor primadona oleh Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bukan hanya isapan jempol, tapi benar-benar digenjot dan dibuktikan, baik infrastrukturnya berupa pembangunan coolstor yang sudah 90% rampung, maupun alat tangkap dan armada tangkapnya sebagai sarana pendukung. Inilah yang namanya merubah kebiasaan lama, karena selalu menjemput bola untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Pemerintahan Benny-Asrun pada masa kepemimpinan atau masa kerja mereka yang masuk setahun, pada bulan ini, terus mendapat angin segar, sebagai buah dari terobosan mereka. Tepatnya pada 21/5/2018 sore, bertempat di Coolstor di Desa Daeo, digelarnya acara serah terima armada tangkap tuna 3 GT sebanyak 10 unit armada tangkap dilengkapi 20 buah mesin 15 PK merk Zuzuki, diserah terimakan secara simbolis oleh Pemda Pulau Morotai, oleh Asisten I bidang pemerintahan, mewakili Bupati, ke 10 kelompok nelayan yang berdomisili di Desa Daeo Majiko dan Desa Sangowo Timur, dibawa naungan Koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik.

Bantuan Armada nelayan tangkap tuna 3 GT, yang diberikan ke kelompok nelayan, melalui koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik.

Terwujudnya bantuan armada tangkap tuna ini karena upaya lobi Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai

“Hasil bantuan armada tangkap tuna hari ini yang diterima kelompok nelayan desa Daeo Majiko dan Sangowo Timur adalah hasil presentase saya ke pengusaha ikan tuna asal jepang pada saat masih menjadi Kepala Dinas Perikanan, dan saat ini ditindak lanjuti oleh Bupati dan di wujudkan”. ungkap Muchlis Baay, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pulau Morotai pada saat memberikan sambutan mewakili Bupati.

Bila langkah awal ini sukses, kata Muclis, maka berikut akan dikucurkan bantuan lebih banyak.

“Ini bagian dari lapangan kerja yang disediakan Bupati Pulau Morotai”. katanya

Lanjutnya, bantuan ini diberikan oleh sebuah corporation di asia yang bergerak di sektor perikanan.

“Corporation ini namanya Bike Capital, didalamnya tergabung pengusaha-pengusaha malaysia, singapura, taiwan dan jepang” cetusnya.

Sementara ketua umum Puskud Halmahera Jaya, Provinsi Maluku Utara, Sitatin Abas, mengatakan, terwujudnya program ini awalnya karena Inkud dan Puskud mendatangkan pengusaha raja tuna asal jepang, Tomura, ke kepulauan morotai, dari situ dia tertarik setelah mendengar persentase yang luar biasa oleh kadis perikanan saat itu yakni bapak Muchlis Baay.

“Terimakasih buat Bapak Muchlis Baay sebagai pejuang sektor perikanan dan kelautan Pulau Morotai, dan saat ini di topang dengan bapak Bupati Benny Laos yang benar-benar menjadikan sektor ini sebagai sektor primadona, sehingga hari ini kami bisa mewujudkan impian nelayan tangkap Pulau Morotai”. ujarnya.

Ketua Umum Puskud Halmahera Jaya, Prov Maluku Utara, Sitatin Abas, saat memberikan sambutan

Lanjutnya, selama ini Maluku Utara hanya untung nama bahwa kita banyak ikan, tapi dari sisi pendapatan nelayan dan daerah kita di rugikan karena kita belum mampu terobos pasar internasional, kita hanya bisa jual ke bitung sulawesi utara, sehingga mereka diuntungkan.

“Dengan terwujudnya kerjasama ini, maka soal pasar yang dikwatirkan nelayan selama ini terjawab sudah, karena Tomori pemilik usaha king of tuna akan menyiapkan transportasi dari morotai ke jepang untuk mengangkut hasil nelayan morotai yang nereka beli” tegasnya.

Sementara, ketua umum Induk Koperasi (INKUD), Herman J Wutun, mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Bupati Pulau Morotai, telah membuka diri dan mau memajukan sektor ini

Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (INKUD), Herman J Wutun, saat memberikan sambutan

“Kami apresiasi kepada Bupati Pulau Morotai, karena kerjasama antara kami dengan koorpirtion bike capital berjalan dengan baik dan hari ini tahap awal bantuan armada tangkap buat nelayan di wujudkan”. ujarnya

tambahnya, “ini langkah awal kita berikan 10 unit armada ke nelayan yang bernaung dibawah Koperasi Nelayan Tuna Selatan dan Koperasi Nelayan Tuna Pasifik, dengan sistim bagi hasil, bila ini sukses maka berikut akan kami berikan 490 unit armada alat tangkap tuna, karena untuk menunjang pendapat nelayan maupun coolstor ini kami menyiapkan 500 unit armada tangkap buat nelayan morotai. Juga kami akan datangkan ahli tangkap tuna dari jepang untuk melatih cara tangkap nelayan kita”. tandasnya.

Diakhir sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I bidang pemerintahan, Setda Pulau Morotai, berharap agar UMKM, Koperasi dan para nelayan mampu membangun kerjasama dengan baik dan profesional, demi menciptakan dunia perkoperasian yang lebih maju dan berdaya saing.

Acara penyerahan 10 unit kapal nelayan 3 GT dan penandatanganan MoU Inkud-Puskud Halmahera Jaya, Malut dengan Koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik, Kabupaten Pulau Morotai, di Coolstor di Desa Daeo, dihadiri, ketua Inkud, ketua Puskud, sejumlah kadis terkait, perwakilan koorporation bike capital, ketua koperasi dan masyarakat nelayan penerima bantuan.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Nelayan Tangkap Tuna Pulau Morotai Akan Miliki 500 Unit Armada

i-malut.com, MOROTAI – Menjadikan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor primadona oleh Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bukan hanya isapan jempol, tapi benar-benar digenjot dan dibuktikan, baik infrastrukturnya berupa pembangunan coolstor yang sudah 90% rampung, maupun alat tangkap dan armada tangkapnya sebagai sarana pendukung. Inilah yang namanya merubah kebiasaan lama, karena selalu menjemput bola untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Pemerintahan Benny-Asrun pada masa kepemimpinan atau masa kerja mereka yang masuk setahun, pada bulan ini, terus mendapat angin segar, sebagai buah dari terobosan mereka. Tepatnya pada 21/5/2018 sore, bertempat di Coolstor di Desa Daeo, digelarnya acara serah terima armada tangkap tuna 3 GT sebanyak 10 unit armada tangkap dilengkapi 20 buah mesin 15 PK merk Zuzuki, diserah terimakan secara simbolis oleh Pemda Pulau Morotai, oleh Asisten I bidang pemerintahan, mewakili Bupati, ke 10 kelompok nelayan yang berdomisili di Desa Daeo Majiko dan Desa Sangowo Timur, dibawa naungan Koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik.

Bantuan Armada nelayan tangkap tuna 3 GT, yang diberikan ke kelompok nelayan, melalui koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik.

Terwujudnya bantuan armada tangkap tuna ini karena upaya lobi Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai

“Hasil bantuan armada tangkap tuna hari ini yang diterima kelompok nelayan desa Daeo Majiko dan Sangowo Timur adalah hasil presentase saya ke pengusaha ikan tuna asal jepang pada saat masih menjadi Kepala Dinas Perikanan, dan saat ini ditindak lanjuti oleh Bupati dan di wujudkan”. ungkap Muchlis Baay, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pulau Morotai pada saat memberikan sambutan mewakili Bupati.

Bila langkah awal ini sukses, kata Muclis, maka berikut akan dikucurkan bantuan lebih banyak.

“Ini bagian dari lapangan kerja yang disediakan Bupati Pulau Morotai”. katanya

Lanjutnya, bantuan ini diberikan oleh sebuah corporation di asia yang bergerak di sektor perikanan.

“Corporation ini namanya Bike Capital, didalamnya tergabung pengusaha-pengusaha malaysia, singapura, taiwan dan jepang” cetusnya.

Sementara ketua umum Puskud Halmahera Jaya, Provinsi Maluku Utara, Sitatin Abas, mengatakan, terwujudnya program ini awalnya karena Inkud dan Puskud mendatangkan pengusaha raja tuna asal jepang, Tomura, ke kepulauan morotai, dari situ dia tertarik setelah mendengar persentase yang luar biasa oleh kadis perikanan saat itu yakni bapak Muchlis Baay.

“Terimakasih buat Bapak Muchlis Baay sebagai pejuang sektor perikanan dan kelautan Pulau Morotai, dan saat ini di topang dengan bapak Bupati Benny Laos yang benar-benar menjadikan sektor ini sebagai sektor primadona, sehingga hari ini kami bisa mewujudkan impian nelayan tangkap Pulau Morotai”. ujarnya.

Ketua Umum Puskud Halmahera Jaya, Prov Maluku Utara, Sitatin Abas, saat memberikan sambutan

Lanjutnya, selama ini Maluku Utara hanya untung nama bahwa kita banyak ikan, tapi dari sisi pendapatan nelayan dan daerah kita di rugikan karena kita belum mampu terobos pasar internasional, kita hanya bisa jual ke bitung sulawesi utara, sehingga mereka diuntungkan.

“Dengan terwujudnya kerjasama ini, maka soal pasar yang dikwatirkan nelayan selama ini terjawab sudah, karena Tomori pemilik usaha king of tuna akan menyiapkan transportasi dari morotai ke jepang untuk mengangkut hasil nelayan morotai yang nereka beli” tegasnya.

Sementara, ketua umum Induk Koperasi (INKUD), Herman J Wutun, mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Bupati Pulau Morotai, telah membuka diri dan mau memajukan sektor ini

Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (INKUD), Herman J Wutun, saat memberikan sambutan

“Kami apresiasi kepada Bupati Pulau Morotai, karena kerjasama antara kami dengan koorpirtion bike capital berjalan dengan baik dan hari ini tahap awal bantuan armada tangkap buat nelayan di wujudkan”. ujarnya

tambahnya, “ini langkah awal kita berikan 10 unit armada ke nelayan yang bernaung dibawah Koperasi Nelayan Tuna Selatan dan Koperasi Nelayan Tuna Pasifik, dengan sistim bagi hasil, bila ini sukses maka berikut akan kami berikan 490 unit armada alat tangkap tuna, karena untuk menunjang pendapat nelayan maupun coolstor ini kami menyiapkan 500 unit armada tangkap buat nelayan morotai. Juga kami akan datangkan ahli tangkap tuna dari jepang untuk melatih cara tangkap nelayan kita”. tandasnya.

Diakhir sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I bidang pemerintahan, Setda Pulau Morotai, berharap agar UMKM, Koperasi dan para nelayan mampu membangun kerjasama dengan baik dan profesional, demi menciptakan dunia perkoperasian yang lebih maju dan berdaya saing.

Acara penyerahan 10 unit kapal nelayan 3 GT dan penandatanganan MoU Inkud-Puskud Halmahera Jaya, Malut dengan Koperasi Tuna Selatan dan Koperasi Tuna Pasifik, Kabupaten Pulau Morotai, di Coolstor di Desa Daeo, dihadiri, ketua Inkud, ketua Puskud, sejumlah kadis terkait, perwakilan koorporation bike capital, ketua koperasi dan masyarakat nelayan penerima bantuan.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER