Ratusan Masyarakat Desa Doro Desak Bupati Cabut SK Mustafa Din

i-malut.com, LABUHA – Ratusan masyarakat Desa Doro menggelar aksi didepan kantor Bupati menuntut Bupati Halsel, Bahrain Kasuba mencabut Surat Keputusan (SK) pelaksana tugas Kepala Desa Doro Kecamatan Gane Barat, Mustafa Din.

Selain itu, ratus massa aksi yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan satu unit mobil pick’up dilengkapi sound sistem itu, meminta kepada Bupati Bahrain Kasuba, mengaktifkan kembali kepala desa Doro, Asri Asbur yang terpilih pada saat pilkades bebrapa waktu lalu.

Penolakan Mustafa Din sebagai karateker Kepala Desa Doro lantaran Mustafa Din diduga telah melakukan korupsi dana desa (DD) pada tahun 2015-2016 senilai Rp. 150.000.000 (150 juta) pada saat itu Mustafa Din menjabat sebagai karateker kepala Desa Doro. Hal ini diindikasikan merugikan keuangan negara dan masyarakat desa Doro, karena semasa menjabat sebagai karateker kepala desa Mustafa Din tidak dapat merealisasikan program desa yang telah direncanakan seperti, belanja tiga unit lampu tenaga surya untuk penerangan jalan,  mobiler kantor desa, paud, TPQ dan dana karang taruna serta honor tenaga guru.

“Kami menolak karena Mustafa Din telah melakukan korupsi dana desa tahun 2015 dan 2016 dengan nilai ratusan juta rupiah.” teriak koordinator aksi, Mursal dari atas mobil aksi. Senin (28/5/2018).

Selain dikantor Bupati, massa aksi juga menggelar aksi di depan kantor Inspektorat Halsel, Polres Halsel dan Kejaksaan Negeri Labuha, dengan tuntutan mendesak kepada ketiga lembaga itu agar segara melakakuan upaya hukum untuk menjerat Mustafa Din kedalam penjara karena diduga telah melakukan korupsi dana desa pada tahun 2015-2016

“Ini sudah jelas terbukti dan sudah melalui tahapan audit dari inspektorat tahun 2017.” ujar Mursal.

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Ratusan Masyarakat Desa Doro Desak Bupati Cabut SK Mustafa Din

i-malut.com, LABUHA – Ratusan masyarakat Desa Doro menggelar aksi didepan kantor Bupati menuntut Bupati Halsel, Bahrain Kasuba mencabut Surat Keputusan (SK) pelaksana tugas Kepala Desa Doro Kecamatan Gane Barat, Mustafa Din.

Selain itu, ratus massa aksi yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan satu unit mobil pick’up dilengkapi sound sistem itu, meminta kepada Bupati Bahrain Kasuba, mengaktifkan kembali kepala desa Doro, Asri Asbur yang terpilih pada saat pilkades bebrapa waktu lalu.

Penolakan Mustafa Din sebagai karateker Kepala Desa Doro lantaran Mustafa Din diduga telah melakukan korupsi dana desa (DD) pada tahun 2015-2016 senilai Rp. 150.000.000 (150 juta) pada saat itu Mustafa Din menjabat sebagai karateker kepala Desa Doro. Hal ini diindikasikan merugikan keuangan negara dan masyarakat desa Doro, karena semasa menjabat sebagai karateker kepala desa Mustafa Din tidak dapat merealisasikan program desa yang telah direncanakan seperti, belanja tiga unit lampu tenaga surya untuk penerangan jalan,  mobiler kantor desa, paud, TPQ dan dana karang taruna serta honor tenaga guru.

“Kami menolak karena Mustafa Din telah melakukan korupsi dana desa tahun 2015 dan 2016 dengan nilai ratusan juta rupiah.” teriak koordinator aksi, Mursal dari atas mobil aksi. Senin (28/5/2018).

Selain dikantor Bupati, massa aksi juga menggelar aksi di depan kantor Inspektorat Halsel, Polres Halsel dan Kejaksaan Negeri Labuha, dengan tuntutan mendesak kepada ketiga lembaga itu agar segara melakakuan upaya hukum untuk menjerat Mustafa Din kedalam penjara karena diduga telah melakukan korupsi dana desa pada tahun 2015-2016

“Ini sudah jelas terbukti dan sudah melalui tahapan audit dari inspektorat tahun 2017.” ujar Mursal.

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER