Hujan 2 Hari, 3 Desa di Pulau Taliabu Tergenang Air

i-malut.com, TALIABU – Curah Hujan selama 2 hari, di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengakibatkan 3 Desa yang berada di Taliabu Barat Tergenang air, sehingga sebanyak 5 KK yang berjumlah 25 orang mengungsi pada Rabu (30/5/2018).

Informasi yang dihimpun i-malut.com, curah hujan yang begitu deras sejak tanggal 29 sampai dengan 30 Mei 2018, menyebabkan banjir akibatkan luapan air pantai yang berada di Desa Wayo yang begitu deras merambah ke rumah warga 3 Desa di antaranya Desa Bobong, Desa Wayo, Desa Ratahaya, dan Desa Kramat yang ada di wilayah Kecamatan Taliabu Barat.

Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon mengatakan, BPBD Pulau Taliabu masih tetap bekerja menangani para pengungsi warga di 3 (tiga) Desa tersebut yang tertimpa banjir dan akan di relokasikan sementara di Lapangan Sepak Bola yang berada di Desa Bobong. Para pengungsi juga akan diberikan fasilitas tempat tidur dan makanan serta sembako selama 7 (tujuh) hari, hal ini sesuai dengan keputusan cepat tanggap darurat.

Tim BPBD Pulau Taliabu sedang bekerja merelokasi warga yang tertimpa banjir.

Lanjut dia, apabila masih ada curah hujan yang mengakibatkan banjir susulan diwilayah Kecamatan Taliabu Barat, maka warga yang tertimpa musibah banjir akan tetap ditempatkan disini (lapangan sepak bola), hingga cuaca dan kondisi alam kembali normal, barulah dapat pulangkan ke rumah tinggal para warga.

“Untuk sementara data pengungsi korban banjir berasal di 3 (tiga) Desa tersebut dengan jumlah Pengungsi 5 Kepala Keluarga (KK) yang berjumlah 25 orang terdiri 14 orang dewasa dan 11 orang Anak-anak”. Ungkapnya

Menurut dia, BPBD akan kembali memonitoring ke lapangan untuk mencari tau apakah masih ada warga yang tertimpa banjir, agar diarahkan untuk mengungsi bersama-sama disatu tempat penggungsian dilapangan sepak bola.

Sementara itu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak BMKG, bahwa curah hujan akan terus mengguyur diwilayah Kabupaten Pulau Taliabu hingga bulan Agustus 2018 mendatang,

“Olehnya itu kami berharap kepada masyarakat untuk dapat mengamankan diri sementara di Posko yang kami siapkan. karena itu merupakan tanggung jawab Pemda Pulau Taliabu dalam hal ini BPBD Pulau Taliabu,” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Hujan 2 Hari, 3 Desa di Pulau Taliabu Tergenang Air

i-malut.com, TALIABU – Curah Hujan selama 2 hari, di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mengakibatkan 3 Desa yang berada di Taliabu Barat Tergenang air, sehingga sebanyak 5 KK yang berjumlah 25 orang mengungsi pada Rabu (30/5/2018).

Informasi yang dihimpun i-malut.com, curah hujan yang begitu deras sejak tanggal 29 sampai dengan 30 Mei 2018, menyebabkan banjir akibatkan luapan air pantai yang berada di Desa Wayo yang begitu deras merambah ke rumah warga 3 Desa di antaranya Desa Bobong, Desa Wayo, Desa Ratahaya, dan Desa Kramat yang ada di wilayah Kecamatan Taliabu Barat.

Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon mengatakan, BPBD Pulau Taliabu masih tetap bekerja menangani para pengungsi warga di 3 (tiga) Desa tersebut yang tertimpa banjir dan akan di relokasikan sementara di Lapangan Sepak Bola yang berada di Desa Bobong. Para pengungsi juga akan diberikan fasilitas tempat tidur dan makanan serta sembako selama 7 (tujuh) hari, hal ini sesuai dengan keputusan cepat tanggap darurat.

Tim BPBD Pulau Taliabu sedang bekerja merelokasi warga yang tertimpa banjir.

Lanjut dia, apabila masih ada curah hujan yang mengakibatkan banjir susulan diwilayah Kecamatan Taliabu Barat, maka warga yang tertimpa musibah banjir akan tetap ditempatkan disini (lapangan sepak bola), hingga cuaca dan kondisi alam kembali normal, barulah dapat pulangkan ke rumah tinggal para warga.

“Untuk sementara data pengungsi korban banjir berasal di 3 (tiga) Desa tersebut dengan jumlah Pengungsi 5 Kepala Keluarga (KK) yang berjumlah 25 orang terdiri 14 orang dewasa dan 11 orang Anak-anak”. Ungkapnya

Menurut dia, BPBD akan kembali memonitoring ke lapangan untuk mencari tau apakah masih ada warga yang tertimpa banjir, agar diarahkan untuk mengungsi bersama-sama disatu tempat penggungsian dilapangan sepak bola.

Sementara itu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak BMKG, bahwa curah hujan akan terus mengguyur diwilayah Kabupaten Pulau Taliabu hingga bulan Agustus 2018 mendatang,

“Olehnya itu kami berharap kepada masyarakat untuk dapat mengamankan diri sementara di Posko yang kami siapkan. karena itu merupakan tanggung jawab Pemda Pulau Taliabu dalam hal ini BPBD Pulau Taliabu,” jelasnya.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER