Ketua MPAC Pemuda Pancasila Morsel, Soroti Hibah Pemda Ke Imam dan Pandeta

i-malut.com – MOROTAI – Ketua Majelis Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila, Kecamatan Morotai Selatan, Julkifli Samania, menyoroti pemberian bantuan hibah Motor dinas dari Pemda Morotai bagi para imam dan pendeta.

MPAC Pemuda Pancasila Morotai Selatan, menilai, apa yang dilakukan pemda Morotai menyangkut dengan pemberian bantuan bagi imam dan pendeta hanya menimbulkan suasan yang makin tidak koheren. harusnya kata Julkifli, yang dilakukan Pemda bukan soal itu, tapi bagaimana suasana morotai yang semakin rumit dari segi ekonomi rakyat yang telah membuat publik resah.

“Contohnya harga pangan mahal saat puasa, putaran ekonomi lesuh, kecenderungan itulah yang membuat Pemda harus berpikir luas untuk memilah kepentingan umum yang diutamakan.” Cetusnya

“Karena Kebahagiaan orang bukan di tentukan oleh model-model makro tetapi soal kebahagiaan komunitas orang banyak, untuk apa itu dilakukan kalau hanya diberikan untuk imam dan pendeta” tambahnya

“Ini yang devisit pada pikiran Pemda Morotai. Bagi saya tidak ada yang diuntungkan dari pemberian sepeda motor untuk imam dan pendeta kalau keresahan yang lain belum bisa di jawab oleh Pemda Morotai”. jelasnya.

Pihaknya mengindikasi, mungkin saja ada suasana lain yang membuat pikiran Pemda kacau sehingga pemberian bantuan itu adalah cara untuk meredem opini dan isu yang tidak sehat dikalangan publik akhir-akhir ini.

Dikatakannya, hal itu bukan solusi yang urgen. Pihaknya berharap dengan sikonitas morotai saat ini, solusi yang tepat bagi Pemda adalah memaksimalkan putaran ekonomi rakyat. Karna hasil advokasi pasar di Morotai yang diuntungkan hanya sedikit dari hasil yang ada, misalnya Nelayan dan pegawai mungkin bisa sedikit legah, tetapi bagimana dengan petani yang saat ini harga kopra menurun. Bagimana dengan nasib penjual di pasar, sementra konsumen mulai berkurang.

“Bagi saya ini yang harus Pemda pikirkan, paling tidak dengan keadaan morotai seperti ini, bantuan Pemda sangat di butuhkan, bukan hanya ke pemuka agama, tetapi publik juga menanti itu semua, Sebagai bagian dari kapital sosial.” harapnya

Julkifli, ketua Ketua MPAC PP Morsel menambahkan “Agar Bupati segera mengevaluasi kinerja kepala Dinas Perindagkop Pulau Morotai karena tidak pernah mengontrol harga pangan yang melonjak naik di bulan Ramadhan”

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Ketua MPAC Pemuda Pancasila Morsel, Soroti Hibah Pemda Ke Imam dan Pandeta

i-malut.com – MOROTAI – Ketua Majelis Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila, Kecamatan Morotai Selatan, Julkifli Samania, menyoroti pemberian bantuan hibah Motor dinas dari Pemda Morotai bagi para imam dan pendeta.

MPAC Pemuda Pancasila Morotai Selatan, menilai, apa yang dilakukan pemda Morotai menyangkut dengan pemberian bantuan bagi imam dan pendeta hanya menimbulkan suasan yang makin tidak koheren. harusnya kata Julkifli, yang dilakukan Pemda bukan soal itu, tapi bagaimana suasana morotai yang semakin rumit dari segi ekonomi rakyat yang telah membuat publik resah.

“Contohnya harga pangan mahal saat puasa, putaran ekonomi lesuh, kecenderungan itulah yang membuat Pemda harus berpikir luas untuk memilah kepentingan umum yang diutamakan.” Cetusnya

“Karena Kebahagiaan orang bukan di tentukan oleh model-model makro tetapi soal kebahagiaan komunitas orang banyak, untuk apa itu dilakukan kalau hanya diberikan untuk imam dan pendeta” tambahnya

“Ini yang devisit pada pikiran Pemda Morotai. Bagi saya tidak ada yang diuntungkan dari pemberian sepeda motor untuk imam dan pendeta kalau keresahan yang lain belum bisa di jawab oleh Pemda Morotai”. jelasnya.

Pihaknya mengindikasi, mungkin saja ada suasana lain yang membuat pikiran Pemda kacau sehingga pemberian bantuan itu adalah cara untuk meredem opini dan isu yang tidak sehat dikalangan publik akhir-akhir ini.

Dikatakannya, hal itu bukan solusi yang urgen. Pihaknya berharap dengan sikonitas morotai saat ini, solusi yang tepat bagi Pemda adalah memaksimalkan putaran ekonomi rakyat. Karna hasil advokasi pasar di Morotai yang diuntungkan hanya sedikit dari hasil yang ada, misalnya Nelayan dan pegawai mungkin bisa sedikit legah, tetapi bagimana dengan petani yang saat ini harga kopra menurun. Bagimana dengan nasib penjual di pasar, sementra konsumen mulai berkurang.

“Bagi saya ini yang harus Pemda pikirkan, paling tidak dengan keadaan morotai seperti ini, bantuan Pemda sangat di butuhkan, bukan hanya ke pemuka agama, tetapi publik juga menanti itu semua, Sebagai bagian dari kapital sosial.” harapnya

Julkifli, ketua Ketua MPAC PP Morsel menambahkan “Agar Bupati segera mengevaluasi kinerja kepala Dinas Perindagkop Pulau Morotai karena tidak pernah mengontrol harga pangan yang melonjak naik di bulan Ramadhan”

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER