” Kaum Muda dan Pancasila ”

i-malut.com – Kaum muda dan perubahan adalah dua hal yang sulit di pisahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Kaum muda adalah kelompok dimana idealisme masih tertanam kokoh. Kreativitas tumbuh tiada henti, spirit perubahan terawat subur dan orientasi hidup kepada nilai masih steril dari kepentingan pragmatis dan sesaat.

Dengan karakter psiko sosial seperti itu, kaum mudah selalu menjadi faktor dinamisasi masyarakat bangsa menuju perubahan yang lebih baik, sebagaimana idealisme dan nilai-nilai dan dijunjung tinggi kaum muda. Kaum muda adalah calon pemimpin bangsa dan pemimpin dalam perubahan itu sendiri.

Peran dan pemikiran kaum muda sangat dibutuhkan bangsa ini, disaat krisia tengah melanda berbagai bidang kehidupan. Sebagai kelompok strategis yang berperan penting dalam setiap perubahan , tentu kaum muda bisa memberikan kontribusi bagi berbagai upaya terobosan yang diperlukan untuk mewujudkan perubahan menyeluruh di negeri ini. Mengembalikan arah bangsa kepada rel-nya sesuai dengan cita-cita nasional yang dirumuskan para pendiri bangsa (the founding fathers). Mewujudkan kepemimpinan nasional yang kuat dan berkarakter. Dan menjadikan politik sebagai media perjuangan seluruh warga bangsa yang tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kita bernegara.

Kelahiran Pancasila tepatnya 1 juni 1945 bukan hanya sekadar momen..tapi merupakan hari sakral atas gagasan oleh para the founding fathers yang memperkokoh Pancasila dan mewujudkan bangsa yang bermartabat sebagaimana cuplikan pidato Soekarno saat itu: “Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita, ahli bahasa saya, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Atas dasar itulah kaum muda sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita-cita bangsa untuk menjaga keutuhan Ideologi dan kepentingan bangsa itu sendiri dari cengkeraman dan ancaman bangsa lain. Pemuda tentunya bersatu padu untuk melawan ujaran kebencian, tindakan intoleransi, bahkan penyebaran radikalisme dan terorisme serta tidak melibatkan dan terlibat dalam paham-paham negatif.

Kepada para pejabat publik pemimpin negeri ini,  para pemuka dan tokoh agama, para pimpinan Partai politik, dan para tokoh masyarakat, agar selalu setia dan cinta untuk menjunjung tinggi pancasila sekaligus mendorong dan wujudkan kondisi yang Aman, damai dan sejuk.

Red : (Ivn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

” Kaum Muda dan Pancasila ”

i-malut.com – Kaum muda dan perubahan adalah dua hal yang sulit di pisahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Kaum muda adalah kelompok dimana idealisme masih tertanam kokoh. Kreativitas tumbuh tiada henti, spirit perubahan terawat subur dan orientasi hidup kepada nilai masih steril dari kepentingan pragmatis dan sesaat.

Dengan karakter psiko sosial seperti itu, kaum mudah selalu menjadi faktor dinamisasi masyarakat bangsa menuju perubahan yang lebih baik, sebagaimana idealisme dan nilai-nilai dan dijunjung tinggi kaum muda. Kaum muda adalah calon pemimpin bangsa dan pemimpin dalam perubahan itu sendiri.

Peran dan pemikiran kaum muda sangat dibutuhkan bangsa ini, disaat krisia tengah melanda berbagai bidang kehidupan. Sebagai kelompok strategis yang berperan penting dalam setiap perubahan , tentu kaum muda bisa memberikan kontribusi bagi berbagai upaya terobosan yang diperlukan untuk mewujudkan perubahan menyeluruh di negeri ini. Mengembalikan arah bangsa kepada rel-nya sesuai dengan cita-cita nasional yang dirumuskan para pendiri bangsa (the founding fathers). Mewujudkan kepemimpinan nasional yang kuat dan berkarakter. Dan menjadikan politik sebagai media perjuangan seluruh warga bangsa yang tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kita bernegara.

Kelahiran Pancasila tepatnya 1 juni 1945 bukan hanya sekadar momen..tapi merupakan hari sakral atas gagasan oleh para the founding fathers yang memperkokoh Pancasila dan mewujudkan bangsa yang bermartabat sebagaimana cuplikan pidato Soekarno saat itu: “Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita, ahli bahasa saya, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.”

Atas dasar itulah kaum muda sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita-cita bangsa untuk menjaga keutuhan Ideologi dan kepentingan bangsa itu sendiri dari cengkeraman dan ancaman bangsa lain. Pemuda tentunya bersatu padu untuk melawan ujaran kebencian, tindakan intoleransi, bahkan penyebaran radikalisme dan terorisme serta tidak melibatkan dan terlibat dalam paham-paham negatif.

Kepada para pejabat publik pemimpin negeri ini,  para pemuka dan tokoh agama, para pimpinan Partai politik, dan para tokoh masyarakat, agar selalu setia dan cinta untuk menjunjung tinggi pancasila sekaligus mendorong dan wujudkan kondisi yang Aman, damai dan sejuk.

Red : (Ivn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER