AMTT Sebut Bupati Pultab Telah Menghobongi Serta Menakuti Masyarakat

i-malut.com, LEDE – Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus, dianggap telah membohongi serta menakuti-nakuti masyarakat yang menyuarakan masalahan IUP dan WIUP yang dikeluarkan oleh mantan Bupati 2 periode Ahmad Hidayat Mus (AHM) semasa menjabat sebagai Bupati Kepulauan Sula.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Tani Taliabu (AMTT), Jamrudin, kepada i-malut.com melalui sambungan telepon seluler, Jum’at (8/6/2018) mengatakan bahwa, Bupati Pultab Aliong Mus, telah membohongi dan menakut-nakuti masyarakat agar bungkam soal permasalah IUP dan WIUP kaitannya dengan masaalah penyelesaian lahan perkebunan cengkeh masyarakat Taliabu.

Dikatakannya, kepada Bupati Pulau Taliabu yang berencana datang ke Kecamatan Lede untuk mengklarifikasi dan membantah soal isu yang disuarakan AMTT dengan modus Buka Bersama (Bukber), agar bijaksana, dan jika ada niatan untuk menyelesaikan masalah lahan perkebunan cengkeh masyarakat Taliabu, sebaiknya Bupati membuka forum diskusi, jangan bicara sendiri dan jawab sendiri. Apalagi sekedar datang memberikan informasi untuk melaporkan AMTT yang mengelar aksi demonstrasi di Bobong beberapa beberapa hari lalu.

“Kami tidak takut selama kami menyuarakan hak rakyat yang selama ini dibohongi oleh Bupati, seharusnya Bupati itu berpihak ke masyarakat bukan ke pihak perusahan, dan sebelum ada perusahan, kebun dari orang tua moyang kami sudah berada di situ,” katanya.

Jamrudin juga mempertanyakan, apakah benar yang di sampaikan oleh Bupati Aliong Mus kepada masyarakat Kecamatan Taliabu Barat Laut, terkait penetapan kawasan hutan di Kabupaten Pulau Taliabu yang putuskan oleh Kementerian Kehutanan semenjak tahun 1986.

“Ini benar apa (hanya) asumsi bupati untuk membohongi masyarakat,” ujarnya.

Selaku koordinator Aliansi Masyarakat Tani Taliabu (AMTT), pihaknya meminta kepada Bupati Pulau Talaibu Aliong Mus yang berencana untuk melaporkan AMTT ke pihak penegak hukum agar ditepati, jangan sampai ada stigma di masyarakat taliabu bahwa perkataan ini hanyalah upaya untuk menakut-nakuti rakyat dari upaya untuk mempertanyakan status lahan cengkeh yang masuk pada areal IUP dan WIUP PT Adidaya Tangguh.

“Karena kami tak akan pernah gentar untuk bersuara ketika masalah ini belum bisa terjawab. ingat bahkan di dalam kubur kami tetap akan berteriak,” tegasnya.

Jamrudin mengatakan, inilah bukti pembebasan lahan, yang sering di sebut oleh rakyat bahwa ada perampokan hak tani di Taliabu. untuk itu, Ia mengajak untuk berdiskusi pada subtansi persoalan.

“Tolong jangan digiring pada wacana keberpihakan secara politik karena negara kita adalah negara demokrasi kita semua adalah mahluk yang berpolitik maka mari kembali pada subtansi permasalahan”. cetusnya.

Red/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

AMTT Sebut Bupati Pultab Telah Menghobongi Serta Menakuti Masyarakat

i-malut.com, LEDE – Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus, dianggap telah membohongi serta menakuti-nakuti masyarakat yang menyuarakan masalahan IUP dan WIUP yang dikeluarkan oleh mantan Bupati 2 periode Ahmad Hidayat Mus (AHM) semasa menjabat sebagai Bupati Kepulauan Sula.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Masyarakat Tani Taliabu (AMTT), Jamrudin, kepada i-malut.com melalui sambungan telepon seluler, Jum’at (8/6/2018) mengatakan bahwa, Bupati Pultab Aliong Mus, telah membohongi dan menakut-nakuti masyarakat agar bungkam soal permasalah IUP dan WIUP kaitannya dengan masaalah penyelesaian lahan perkebunan cengkeh masyarakat Taliabu.

Dikatakannya, kepada Bupati Pulau Taliabu yang berencana datang ke Kecamatan Lede untuk mengklarifikasi dan membantah soal isu yang disuarakan AMTT dengan modus Buka Bersama (Bukber), agar bijaksana, dan jika ada niatan untuk menyelesaikan masalah lahan perkebunan cengkeh masyarakat Taliabu, sebaiknya Bupati membuka forum diskusi, jangan bicara sendiri dan jawab sendiri. Apalagi sekedar datang memberikan informasi untuk melaporkan AMTT yang mengelar aksi demonstrasi di Bobong beberapa beberapa hari lalu.

“Kami tidak takut selama kami menyuarakan hak rakyat yang selama ini dibohongi oleh Bupati, seharusnya Bupati itu berpihak ke masyarakat bukan ke pihak perusahan, dan sebelum ada perusahan, kebun dari orang tua moyang kami sudah berada di situ,” katanya.

Jamrudin juga mempertanyakan, apakah benar yang di sampaikan oleh Bupati Aliong Mus kepada masyarakat Kecamatan Taliabu Barat Laut, terkait penetapan kawasan hutan di Kabupaten Pulau Taliabu yang putuskan oleh Kementerian Kehutanan semenjak tahun 1986.

“Ini benar apa (hanya) asumsi bupati untuk membohongi masyarakat,” ujarnya.

Selaku koordinator Aliansi Masyarakat Tani Taliabu (AMTT), pihaknya meminta kepada Bupati Pulau Talaibu Aliong Mus yang berencana untuk melaporkan AMTT ke pihak penegak hukum agar ditepati, jangan sampai ada stigma di masyarakat taliabu bahwa perkataan ini hanyalah upaya untuk menakut-nakuti rakyat dari upaya untuk mempertanyakan status lahan cengkeh yang masuk pada areal IUP dan WIUP PT Adidaya Tangguh.

“Karena kami tak akan pernah gentar untuk bersuara ketika masalah ini belum bisa terjawab. ingat bahkan di dalam kubur kami tetap akan berteriak,” tegasnya.

Jamrudin mengatakan, inilah bukti pembebasan lahan, yang sering di sebut oleh rakyat bahwa ada perampokan hak tani di Taliabu. untuk itu, Ia mengajak untuk berdiskusi pada subtansi persoalan.

“Tolong jangan digiring pada wacana keberpihakan secara politik karena negara kita adalah negara demokrasi kita semua adalah mahluk yang berpolitik maka mari kembali pada subtansi permasalahan”. cetusnya.

Red/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...