Kuker di Halut, Kapolda Warning Anggota Polri Netral Dalam Pilkada

i-malut.com, TOBELO – Kapolda Maluku Utara, BRIGJEN POl. Drs. M. Naufal Yahya, MSc (eng). Senin pagi (11/6/2018) melakukan kunjungan kerja di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Kunjungan jenderal berbintang satu ini adalah dalam rangka tatap muka dengan segenap jajaran anggota dan perwira Polres Halut. Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi oleh Karo Ops Polda Malut Kombes POL Juwari SH MH., Dir Sabhara Polda Malut Kombes POL Iwan Imam Susilo SIK MH.

Kapolres Halut, AKBP Irvan Indarta SIK MH., dihadapan Brigjen Pol. Naufal Yahya MSc. (eng),  memaparkan kegiatan yang selama ini di jajaran Polres Halut. Irvan, menuturkan bahwa Polres Halut saat ini memiliki 349 personil, dan saat ini sebagian besar anggota melaksanakan Pos Pengamanan di 4 titik.

“Dari personil yang ada kami dalam proses membangun solidaritas internal, karena perlu penanganan yang signifikan, secara bertahap kami perbaiki dan tingkatkan”. ungkapnya

Irvan,  menjelaskan kepada Kapolda bahwa, Sebelumnya wilayah ini pernah terjadi konflik sosial.

“Dengan situasi saat ini, kami dan jajaran mencoba mengurai dan salah satunya dengan cara menghilangkan bahasa provokasi dengan bahasa yang lebih positif/bahasa Hukum”. ujarnya

Tambahnya “Kami telah melakukan pola ini jauh hari sebelum Satgas Nusantara terbentuk, dengan memberikan hinbauan kamtibmas ditempat ibadah (gereja dan mesjid), sehingga sejauh ini sudah tidak ada kepanikan di masyarakat”.

Selain itu, kata Irvan, pihaknya telah malakukan himbauan kepada masyarakat untuk meyerahkan senjata api (senpi) rakitan dan organik secara sukarela kepada anggota Polri, dan sejak tahun 2017 ada 19 pucuk di serahkan.

“Polsek Malifut 2 pucuk, Kao Barat Desa Makarti 2 pucuk, Polsek loloda 3 pucuk, Sat Intelakam 3 pucuk, dan tahun 2018 Polsek loloda ada 2 pucuk dan beberapa lagi yang diserahkan, tentunya kami bekerja sama dengan BNPT”. pungkasnya

Lanjut Dia, untuk masalah miras dan narkoba, menjadi perhatian pihaknya, oleh karena itu tak pihaknya tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat atas bahaya Narkoba. Miras dan Radikalisme.

“Masyarakat Halut mengganggap Miras pada umumnya adalah Budaya, kami kemudian secara masif telah menyampaikan bahwa miras bukan Budaya Halut, namun Budaya yang ada hanya sebatas bersyukur atas hasil alam, menyikapi hal itu kami tetap melaksanakan razia dan lakukukan himbauan  secara kontinyu”. katanya

dikatakannya, saat ini pihaknya mendapat kendala dimana ada 4 (empat) senpi hilang, serta kendaraan bermotor juga telah disikapi dengan menyurat agar di bentuk tim adhock, namun hingga saat ini belum ada,

“kami harap hal ini segera dapat ditindak lanjuti sehingga dapat diganti, karena ini selalu merupakan temuan wasrik”. harap Irvan

Untuk Potensi konflik, Irvan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan. Terdapat beberapa masalah yang berpotensi, kata Dia, dia antaranya, di Galela Barat, yakni PT KSO Capitol Casagro vs Masyarakat  mengangkut masalah lahan, kemudian masalah lahan yang ada di 5 (lima) Desa di Kec Galela Selatan (Desa igobula, ori, samuda, soakonora dan bale), diantara desa2 tersebut merupakan komunitas yang berbeda sehingga sering dibangun isu SARA.

“Meyikapi hal itu kami pun telah mengambil langkah rekonsiliasi dengan catatan kejahatan 13 tahun terkhir dihapus, sedangkan menganai batas hutan lindung kami sudah  berkoordinasi dengan Bupati Halut”. jelasnya

Selanjutnya, urai Irvan, tahun 2017, Kec Tobelo sering terjadi Tarkam, namun saat ini sudah relatif hilang dan dapat di minimalisir, bahkan hampir tidak terjadi karena masyarakat sudah paham karena tidak ada manfaatnya, selain itu pihaknya membangun komunikasi lewat beberapa komunitas demi menciptakan situasi yang aman.

Untuk Kecamatan Tobelo selatan, umumnya hanya sering terjadi permasalahan internal GMIH, namun saat ini masalah tersebut sudah pada ranah hukum, sehingga menunggu putusan dan tindak lanjut. dan Kecamatan Kao pada umumnya sering timbul ketidakpuasan oleh masyarakat lingkar tambang dengan pihak PT NHM, termasuk Bandara Kao dan masalah CSR.

yang terakhir, Irvan menyampaikan kesiapan Polres Halut dalam Pilgub Malut 2018.

“Kami sudah siapkan 1 TPS 1 personil termasuk para Perwira sebagai Padal di tingkat kecamatan”. cetusnya

Sementara itu  Kapolda Malut BRIGJEN POL Drs. M Naufal Yahya, MSc (Eng) dalam sambutan arahannya mengungkapkan bahwa, Dirinya merasa senang dan baggga bisa berkumpul dengan personil Polres Halut,

“Karena tanpa kalian saya juga tidak ada artinya, karena kita merupakan satu kesatuan. Ini adalah jalan hidup dan pengabdian kita, kiranya kita dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya”. ujar Kapolda

Naufal, mengingatkan bahwa, ini adalah tugas yang mulia, seperti yang di paparkan Kapolres, bahwa disini pernah terjadi konflik.

“Konflik ini awalnya dari Ambon hingga merembet sampai di sini, mungkin sebagian anggota pernah alami hal itu, dan hal itu membawa dampak besar bagi segala aspek kehidupan, untuk itu kedepan mari kita lebih baik lagi”, ajaknya

Tambahnya “Saya berharap konflik selesai masyarakat dan masyarakat sudah beraktifitas dengan aman dan damai, jadi apabila bahasa itu sudah diganti jangan sampai ada kata-kata ekstra dikeluarkan dan tolong diwaspadai betul dalam pelaksanaan tugas, kepada pak Kasat Lantas tolong ingatkan anggotanya, jangan gampang menggunakan senpi dalam penertiban agar lantas, hal-hal  itu tidak  boleh terjadi termasuk kebiasaan minum minuman keras  karna tidak ada untungnya”.

Kapolda juga menghimbau agar berdayakan bhabinkamtibmas sebagai juru penyuluh di desa agar pohon enau yang biasanya di fermentasi menjadi Cap Tikus dialihkan menjadi gula merah.

“Mari ajak masyarakat beralih ke produksi, jangan sampai ada bahasa bahwa dengan hasil ini anak kami berhasil. Itu hal negatif”. katanya

Lanjutnya, “Mari kita jaga kebersihan, terutama laut kita, jangan buang sampah sembarangan, beri contoh yang positif dan ajak satuan samping bersama sama canangkan kebersihan”

Sementara untuk, Pemilhan Umum, kata Kapolda, oparasi masih panjang, tetapi pemilu sudah di depan mata,

“SAYA PERINTAHKAN ANGGOTA SEMUANYA NETRAL, jangan ada keberpihakan, kemudian DPT agar di cek kembali jangan sampai ada DPT yang double”. tegasnya

Kapolda juga menegaskan, datakan kembali Potensi konflik apa saja kerawananya, supaya anggota tidak salah, kenali betul wilayah dan masyarakat, sehingga apabila ada kecurangan kita bisa monitor dan bisa di selsaikan, jangan sampai berlarut berlarut,

“Gakumdu agar Netral, jangan sampai melanggar aturan.” Tegas kembali.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kuker di Halut, Kapolda Warning Anggota Polri Netral Dalam Pilkada

i-malut.com, TOBELO – Kapolda Maluku Utara, BRIGJEN POl. Drs. M. Naufal Yahya, MSc (eng). Senin pagi (11/6/2018) melakukan kunjungan kerja di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut).

Kunjungan jenderal berbintang satu ini adalah dalam rangka tatap muka dengan segenap jajaran anggota dan perwira Polres Halut. Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi oleh Karo Ops Polda Malut Kombes POL Juwari SH MH., Dir Sabhara Polda Malut Kombes POL Iwan Imam Susilo SIK MH.

Kapolres Halut, AKBP Irvan Indarta SIK MH., dihadapan Brigjen Pol. Naufal Yahya MSc. (eng),  memaparkan kegiatan yang selama ini di jajaran Polres Halut. Irvan, menuturkan bahwa Polres Halut saat ini memiliki 349 personil, dan saat ini sebagian besar anggota melaksanakan Pos Pengamanan di 4 titik.

“Dari personil yang ada kami dalam proses membangun solidaritas internal, karena perlu penanganan yang signifikan, secara bertahap kami perbaiki dan tingkatkan”. ungkapnya

Irvan,  menjelaskan kepada Kapolda bahwa, Sebelumnya wilayah ini pernah terjadi konflik sosial.

“Dengan situasi saat ini, kami dan jajaran mencoba mengurai dan salah satunya dengan cara menghilangkan bahasa provokasi dengan bahasa yang lebih positif/bahasa Hukum”. ujarnya

Tambahnya “Kami telah melakukan pola ini jauh hari sebelum Satgas Nusantara terbentuk, dengan memberikan hinbauan kamtibmas ditempat ibadah (gereja dan mesjid), sehingga sejauh ini sudah tidak ada kepanikan di masyarakat”.

Selain itu, kata Irvan, pihaknya telah malakukan himbauan kepada masyarakat untuk meyerahkan senjata api (senpi) rakitan dan organik secara sukarela kepada anggota Polri, dan sejak tahun 2017 ada 19 pucuk di serahkan.

“Polsek Malifut 2 pucuk, Kao Barat Desa Makarti 2 pucuk, Polsek loloda 3 pucuk, Sat Intelakam 3 pucuk, dan tahun 2018 Polsek loloda ada 2 pucuk dan beberapa lagi yang diserahkan, tentunya kami bekerja sama dengan BNPT”. pungkasnya

Lanjut Dia, untuk masalah miras dan narkoba, menjadi perhatian pihaknya, oleh karena itu tak pihaknya tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat atas bahaya Narkoba. Miras dan Radikalisme.

“Masyarakat Halut mengganggap Miras pada umumnya adalah Budaya, kami kemudian secara masif telah menyampaikan bahwa miras bukan Budaya Halut, namun Budaya yang ada hanya sebatas bersyukur atas hasil alam, menyikapi hal itu kami tetap melaksanakan razia dan lakukukan himbauan  secara kontinyu”. katanya

dikatakannya, saat ini pihaknya mendapat kendala dimana ada 4 (empat) senpi hilang, serta kendaraan bermotor juga telah disikapi dengan menyurat agar di bentuk tim adhock, namun hingga saat ini belum ada,

“kami harap hal ini segera dapat ditindak lanjuti sehingga dapat diganti, karena ini selalu merupakan temuan wasrik”. harap Irvan

Untuk Potensi konflik, Irvan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan. Terdapat beberapa masalah yang berpotensi, kata Dia, dia antaranya, di Galela Barat, yakni PT KSO Capitol Casagro vs Masyarakat  mengangkut masalah lahan, kemudian masalah lahan yang ada di 5 (lima) Desa di Kec Galela Selatan (Desa igobula, ori, samuda, soakonora dan bale), diantara desa2 tersebut merupakan komunitas yang berbeda sehingga sering dibangun isu SARA.

“Meyikapi hal itu kami pun telah mengambil langkah rekonsiliasi dengan catatan kejahatan 13 tahun terkhir dihapus, sedangkan menganai batas hutan lindung kami sudah  berkoordinasi dengan Bupati Halut”. jelasnya

Selanjutnya, urai Irvan, tahun 2017, Kec Tobelo sering terjadi Tarkam, namun saat ini sudah relatif hilang dan dapat di minimalisir, bahkan hampir tidak terjadi karena masyarakat sudah paham karena tidak ada manfaatnya, selain itu pihaknya membangun komunikasi lewat beberapa komunitas demi menciptakan situasi yang aman.

Untuk Kecamatan Tobelo selatan, umumnya hanya sering terjadi permasalahan internal GMIH, namun saat ini masalah tersebut sudah pada ranah hukum, sehingga menunggu putusan dan tindak lanjut. dan Kecamatan Kao pada umumnya sering timbul ketidakpuasan oleh masyarakat lingkar tambang dengan pihak PT NHM, termasuk Bandara Kao dan masalah CSR.

yang terakhir, Irvan menyampaikan kesiapan Polres Halut dalam Pilgub Malut 2018.

“Kami sudah siapkan 1 TPS 1 personil termasuk para Perwira sebagai Padal di tingkat kecamatan”. cetusnya

Sementara itu  Kapolda Malut BRIGJEN POL Drs. M Naufal Yahya, MSc (Eng) dalam sambutan arahannya mengungkapkan bahwa, Dirinya merasa senang dan baggga bisa berkumpul dengan personil Polres Halut,

“Karena tanpa kalian saya juga tidak ada artinya, karena kita merupakan satu kesatuan. Ini adalah jalan hidup dan pengabdian kita, kiranya kita dapat menjalankan tugas dengan sebaik baiknya”. ujar Kapolda

Naufal, mengingatkan bahwa, ini adalah tugas yang mulia, seperti yang di paparkan Kapolres, bahwa disini pernah terjadi konflik.

“Konflik ini awalnya dari Ambon hingga merembet sampai di sini, mungkin sebagian anggota pernah alami hal itu, dan hal itu membawa dampak besar bagi segala aspek kehidupan, untuk itu kedepan mari kita lebih baik lagi”, ajaknya

Tambahnya “Saya berharap konflik selesai masyarakat dan masyarakat sudah beraktifitas dengan aman dan damai, jadi apabila bahasa itu sudah diganti jangan sampai ada kata-kata ekstra dikeluarkan dan tolong diwaspadai betul dalam pelaksanaan tugas, kepada pak Kasat Lantas tolong ingatkan anggotanya, jangan gampang menggunakan senpi dalam penertiban agar lantas, hal-hal  itu tidak  boleh terjadi termasuk kebiasaan minum minuman keras  karna tidak ada untungnya”.

Kapolda juga menghimbau agar berdayakan bhabinkamtibmas sebagai juru penyuluh di desa agar pohon enau yang biasanya di fermentasi menjadi Cap Tikus dialihkan menjadi gula merah.

“Mari ajak masyarakat beralih ke produksi, jangan sampai ada bahasa bahwa dengan hasil ini anak kami berhasil. Itu hal negatif”. katanya

Lanjutnya, “Mari kita jaga kebersihan, terutama laut kita, jangan buang sampah sembarangan, beri contoh yang positif dan ajak satuan samping bersama sama canangkan kebersihan”

Sementara untuk, Pemilhan Umum, kata Kapolda, oparasi masih panjang, tetapi pemilu sudah di depan mata,

“SAYA PERINTAHKAN ANGGOTA SEMUANYA NETRAL, jangan ada keberpihakan, kemudian DPT agar di cek kembali jangan sampai ada DPT yang double”. tegasnya

Kapolda juga menegaskan, datakan kembali Potensi konflik apa saja kerawananya, supaya anggota tidak salah, kenali betul wilayah dan masyarakat, sehingga apabila ada kecurangan kita bisa monitor dan bisa di selsaikan, jangan sampai berlarut berlarut,

“Gakumdu agar Netral, jangan sampai melanggar aturan.” Tegas kembali.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER