Hilang Saat Mendaki, Korban Dievakuasi Melewati Rintangan Berat Selama 7 Jam

i-malut.com, TERNATE – Mendaki gunung adalah kegiatan yang paling banyak diminati anak muda. Selain bisa merasakan keindahan langka di puncak gunung, mendaki gunung juga bisa melatih fisik dan mental.

Hal inilah yang dilakukan 7 orang anak muda ternate, (5 laki-laki dan 2 perempuan) yang mendaki puncak gunung gamalama pada Selasa (19/6/2018).

Sayangnya, kegiatan mendaki puncak gunung gamalama ini menuai tragis yang pilu. Salah seorang bernama Rahmi Kadir (25) warga Kelurahan Jambula dinyatakan hilang sejak Rabu (20/06/2018). Rahmi sendiri terpisah dari rekan-rekannya sejak dirinya pamit untuk buang air kecil dan tak kembali ke tenda bersama rekan-rekannya. Rekan-rekan pun kemudian mencari korban berulang-ulang kali namun tak kunjung ditemukan, akhirnya mereka memutuskan untuk turun dan melaporkan ke Basarnan.

Tim rescue gabungan yang terdiri Basarnas, Tagana, PMI dan Masyarakat kemudian bergerak cepat menyusuri lembah puncak gunung gamalama dan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat yang terbungkus terpal pada kamis 21 Juni 2018 pukul 06.15 Wit.

Informasi yang dihimpun i-malut.com di TKP, korban yang ditemukan dalam kondisi lemas tak berdaya akibat belum makan serta ketakutan sejak terpisah dari rekan-rekannya. Tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate kemudian mengambil tindakan pertolongan pertama serta melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban.

Setelah diperiksa, tim Rescue gabungan kemudian mengevakuasi korban menggunkan tandu sampai ke pemukiman warga Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, pada pukul 12.40 WIT. Proses evakuasi itu sendiri melewati berbagai rintangan yang begitu berat, karena kondisi jalanan yang licin sehingga tim agak kesulitan saat mengevakuasi korban dari pos 5 sampai ke pos 1.

Untuk diketahui, tim yang dibentuk oleh posko pencarian berjumlah tiga tim dengan sebutan Setge 1, 2 dan 3 dengan total 53 orang tim pencarian, terdiri dari Basarnas Malut, Tagana Kota Ternate, PMI Kota Ternate dan Masyarakat Moya dan Jambula.

Saat ini, Korban dirawat di RSUD untuk mendapatkan pertolongan. Sementara, isak tangis orang tua Korban tak terbendung melihat kondisi korban yang lemas setelah berhasil dievakuasi oleh tim rescue gabungan.

Rep/Red : (Sdn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Hilang Saat Mendaki, Korban Dievakuasi Melewati Rintangan Berat Selama 7 Jam

i-malut.com, TERNATE – Mendaki gunung adalah kegiatan yang paling banyak diminati anak muda. Selain bisa merasakan keindahan langka di puncak gunung, mendaki gunung juga bisa melatih fisik dan mental.

Hal inilah yang dilakukan 7 orang anak muda ternate, (5 laki-laki dan 2 perempuan) yang mendaki puncak gunung gamalama pada Selasa (19/6/2018).

Sayangnya, kegiatan mendaki puncak gunung gamalama ini menuai tragis yang pilu. Salah seorang bernama Rahmi Kadir (25) warga Kelurahan Jambula dinyatakan hilang sejak Rabu (20/06/2018). Rahmi sendiri terpisah dari rekan-rekannya sejak dirinya pamit untuk buang air kecil dan tak kembali ke tenda bersama rekan-rekannya. Rekan-rekan pun kemudian mencari korban berulang-ulang kali namun tak kunjung ditemukan, akhirnya mereka memutuskan untuk turun dan melaporkan ke Basarnan.

Tim rescue gabungan yang terdiri Basarnas, Tagana, PMI dan Masyarakat kemudian bergerak cepat menyusuri lembah puncak gunung gamalama dan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat yang terbungkus terpal pada kamis 21 Juni 2018 pukul 06.15 Wit.

Informasi yang dihimpun i-malut.com di TKP, korban yang ditemukan dalam kondisi lemas tak berdaya akibat belum makan serta ketakutan sejak terpisah dari rekan-rekannya. Tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ternate kemudian mengambil tindakan pertolongan pertama serta melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban.

Setelah diperiksa, tim Rescue gabungan kemudian mengevakuasi korban menggunkan tandu sampai ke pemukiman warga Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah, pada pukul 12.40 WIT. Proses evakuasi itu sendiri melewati berbagai rintangan yang begitu berat, karena kondisi jalanan yang licin sehingga tim agak kesulitan saat mengevakuasi korban dari pos 5 sampai ke pos 1.

Untuk diketahui, tim yang dibentuk oleh posko pencarian berjumlah tiga tim dengan sebutan Setge 1, 2 dan 3 dengan total 53 orang tim pencarian, terdiri dari Basarnas Malut, Tagana Kota Ternate, PMI Kota Ternate dan Masyarakat Moya dan Jambula.

Saat ini, Korban dirawat di RSUD untuk mendapatkan pertolongan. Sementara, isak tangis orang tua Korban tak terbendung melihat kondisi korban yang lemas setelah berhasil dievakuasi oleh tim rescue gabungan.

Rep/Red : (Sdn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...