DPP PDIP Diminta Copot Muhammad Senen Sebagai Ketua DPD PDIP Maluku Utara

i-malut.com, TERNATE – Tindakan Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Utara (Malut) Muhammad Senen pada saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perolehan Suara di Tingkat Provinsi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut pada Sabtu (7/7/2018) bertempat di Kantor KPU Malut, Jln KM 40 Sofifi lalu rupanya mendapat protes dari berbagai kalangan.

Sore tadi, Senin (9/7/2018) Hama Erik sapaan akrab Muhammad Senen, ketua DPD PDIP Malut, juga telah dilaporkan secara resmi oleh Arifin Djafar yang didampingi kuasa hukumnya Abdullah kahar di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditserkrimum) Polda Malut, terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Hama Erik pada saat Rapat Pleno Terbuka berlangsung.

Protes tersebut lantaran Muhammad Senen (Hama Erik) Ketua DPD PDIP Malut yang juga sebagai Wakil Walikota Tidore Kepulauan telah melakukan tindakan yang tidak terpuji saat menghadiri acara Rapat Pleno Rekapitulasi suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara oleh KPUD dan BAWASLU Provinsi Maluku Utara.

“Sikap Premanisme dan pernyataan ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh Hama Erik kepada komisioner KPUD beserta keluarga mereka disaat rapat pleno berjalan dinilai telah mencedrai nilai-nilai demokrasi dan budaya adat seatoran yang ada di Maluku utara.Tindakan dia juga dinilai telah memperburuk citra Partai PDIP dihadapan konstituen dan Masyarakat Maluku Utara”. kata Fahmi Hafel, Direktur Eksekutif Indonesia Development monitoring (IDM), Senin (9/7/2018) malam tadi melalui WhatsApp.

IDM juga menilai, kata Fahmi, video rekaman prilaku preman dan radikal yang dilakukan oleh seorang pimpinan partai dan pejabat daerah telah viral dan beredar luas di masyarakat kini mendapat respon negatif terutama khalayak pengguna medsos.

Menurutnya, tindakan Ketua DPD PDIP Maluku Utara ini sangat bertentangan dengan program yang dicanangkan oleh BPIP dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarno Putri (Bu Mega) yakni membasmi Premanisme dan radikalisme di Indonesia guna menciptakan masyarakat Pancasilais.

“Jika DPP PDIP tidak mengambil langkah tegas untuk mencopot Hama Erik dari Ketua DPD PDIP Maluku Utara maka penilaian publik terhadap sikap preman dan radikal yang dia (Muhammahd Senen) lakukan dibenarkan oleh DPP dan ini akan membuat kepercayaan masyarakat Maluku Utara terhadap Partai PDIP menurun, apalagi ditambah dengan kekalahan yang dialami oleh salah satu Paslon Cagub dan cawagub Maluku Utara yang dusung olh PDIP, hal ini sangat dimungkinkan akan berdampak buruk pada perolehan suara di Pilleg dan Pilpres 2019 mendatang”. ujarnya.

Rep/Red : (Adm)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

DPP PDIP Diminta Copot Muhammad Senen Sebagai Ketua DPD PDIP Maluku Utara

i-malut.com, TERNATE – Tindakan Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Utara (Malut) Muhammad Senen pada saat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perolehan Suara di Tingkat Provinsi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut pada Sabtu (7/7/2018) bertempat di Kantor KPU Malut, Jln KM 40 Sofifi lalu rupanya mendapat protes dari berbagai kalangan.

Sore tadi, Senin (9/7/2018) Hama Erik sapaan akrab Muhammad Senen, ketua DPD PDIP Malut, juga telah dilaporkan secara resmi oleh Arifin Djafar yang didampingi kuasa hukumnya Abdullah kahar di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditserkrimum) Polda Malut, terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Hama Erik pada saat Rapat Pleno Terbuka berlangsung.

Protes tersebut lantaran Muhammad Senen (Hama Erik) Ketua DPD PDIP Malut yang juga sebagai Wakil Walikota Tidore Kepulauan telah melakukan tindakan yang tidak terpuji saat menghadiri acara Rapat Pleno Rekapitulasi suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara oleh KPUD dan BAWASLU Provinsi Maluku Utara.

“Sikap Premanisme dan pernyataan ancaman pembunuhan yang dilontarkan oleh Hama Erik kepada komisioner KPUD beserta keluarga mereka disaat rapat pleno berjalan dinilai telah mencedrai nilai-nilai demokrasi dan budaya adat seatoran yang ada di Maluku utara.Tindakan dia juga dinilai telah memperburuk citra Partai PDIP dihadapan konstituen dan Masyarakat Maluku Utara”. kata Fahmi Hafel, Direktur Eksekutif Indonesia Development monitoring (IDM), Senin (9/7/2018) malam tadi melalui WhatsApp.

IDM juga menilai, kata Fahmi, video rekaman prilaku preman dan radikal yang dilakukan oleh seorang pimpinan partai dan pejabat daerah telah viral dan beredar luas di masyarakat kini mendapat respon negatif terutama khalayak pengguna medsos.

Menurutnya, tindakan Ketua DPD PDIP Maluku Utara ini sangat bertentangan dengan program yang dicanangkan oleh BPIP dan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarno Putri (Bu Mega) yakni membasmi Premanisme dan radikalisme di Indonesia guna menciptakan masyarakat Pancasilais.

“Jika DPP PDIP tidak mengambil langkah tegas untuk mencopot Hama Erik dari Ketua DPD PDIP Maluku Utara maka penilaian publik terhadap sikap preman dan radikal yang dia (Muhammahd Senen) lakukan dibenarkan oleh DPP dan ini akan membuat kepercayaan masyarakat Maluku Utara terhadap Partai PDIP menurun, apalagi ditambah dengan kekalahan yang dialami oleh salah satu Paslon Cagub dan cawagub Maluku Utara yang dusung olh PDIP, hal ini sangat dimungkinkan akan berdampak buruk pada perolehan suara di Pilleg dan Pilpres 2019 mendatang”. ujarnya.

Rep/Red : (Adm)

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...