Mantan Kadishub Halsel Diduga Terlibat Penyelewengan Dana 21 Miliyar

i-malut.com, LABUHA – Mantan kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Ahmad Rajak yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Diduga terlibat kasus korupsi penyelewengan anggaran Pembangunan Jembatan Desa Palamea Kacamatan Kasiruta Barat senilai 21 miliyar pada tahun anggaran 2017 yang bersumber dari kementrian KPDT. Penyelewengan anggaran puluhan milyar Itu terkuak pada saat tim pemeriksaan dari kementrian KPDT melakukan pemeriksaan fisik pembangunan jembatan Desa Palamea Kecamatan Kasiruta Barat.

Pada saat pihak kementrian KPDT melakukan pemeriksaan fisik dilapangan, pihak Dinas Perhubungan yang saat itu dipimpin oleh Ahmad Rajak menghilang dari pemeriksaan fisik Jembatan yang di lakukan oleh pihak kementrian KPDT, sehingga pihak KPDT Berkesimpulan, proses pekerjaan jembatan Palamea Kecamatan Kasiruta Barat tersebut fiktif dengan kerugian negara sebesar 21 miliyar.

“Pihak Kementrian KPDT akan menelusuri aliran dana 21 miliyar tersebut ke kantong siapa?” ujar sumber terpercaya di kantor kementrian KPDT yang enggan dipublikasikan namanya.

Jika dugaan tersebut benar dilakukan oleh mantan Kadis Perhubungan Ahmad rajak dan sekarang menjabat sebagai kepala Dinas kesehatan Halsel, yang bersangkutan patut dievaluasi atau d copot dari jabatannya yang sekarang oleh Bupati Bahrain kasuba.

Desakan ini disampaikan oleh sekretaris LSM Front Delik anti korupsi kabupaten Halsel, M. Ali Sidik kepada Wartawan, Rabu (11//7/2018). M.Ali mengatakan, jika benar adanya dugaaan penyelewengan dana pembangunan jembatan desa Palame senilai 21 miliyar yang dilakukan oleh Mantan Kepala Dinas Perhubungan Halsel Ahmad Rajak, maka yang bersangkutan segera dievaluasi oleh Bupati Halsel Bahrain kasuba, namun jika Bupati Halsel tetap melindungi yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Kadinkes Halsel, maka dipastikan yang bersangkutan akan mengulangi perbuatan penyelewengan anggarannya di Dinas Kesehatan Halsel.

Sementara itu, mantan kepala Dinas Perhubungan Halsel yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas kesehatan Halsel Ahmad rajak, saat di konfirmasi terkait dugaan penyelewengan anggaran 21 Miliyar pembangunan jembatan palamea Yang bersumber dari anggaran kementrian KPDT Pusat tersebut , melalui nomor telpon selulernya tidak bisa di hubungi.

Rep/Red (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Mantan Kadishub Halsel Diduga Terlibat Penyelewengan Dana 21 Miliyar

i-malut.com, LABUHA – Mantan kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Ahmad Rajak yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Diduga terlibat kasus korupsi penyelewengan anggaran Pembangunan Jembatan Desa Palamea Kacamatan Kasiruta Barat senilai 21 miliyar pada tahun anggaran 2017 yang bersumber dari kementrian KPDT. Penyelewengan anggaran puluhan milyar Itu terkuak pada saat tim pemeriksaan dari kementrian KPDT melakukan pemeriksaan fisik pembangunan jembatan Desa Palamea Kecamatan Kasiruta Barat.

Pada saat pihak kementrian KPDT melakukan pemeriksaan fisik dilapangan, pihak Dinas Perhubungan yang saat itu dipimpin oleh Ahmad Rajak menghilang dari pemeriksaan fisik Jembatan yang di lakukan oleh pihak kementrian KPDT, sehingga pihak KPDT Berkesimpulan, proses pekerjaan jembatan Palamea Kecamatan Kasiruta Barat tersebut fiktif dengan kerugian negara sebesar 21 miliyar.

“Pihak Kementrian KPDT akan menelusuri aliran dana 21 miliyar tersebut ke kantong siapa?” ujar sumber terpercaya di kantor kementrian KPDT yang enggan dipublikasikan namanya.

Jika dugaan tersebut benar dilakukan oleh mantan Kadis Perhubungan Ahmad rajak dan sekarang menjabat sebagai kepala Dinas kesehatan Halsel, yang bersangkutan patut dievaluasi atau d copot dari jabatannya yang sekarang oleh Bupati Bahrain kasuba.

Desakan ini disampaikan oleh sekretaris LSM Front Delik anti korupsi kabupaten Halsel, M. Ali Sidik kepada Wartawan, Rabu (11//7/2018). M.Ali mengatakan, jika benar adanya dugaaan penyelewengan dana pembangunan jembatan desa Palame senilai 21 miliyar yang dilakukan oleh Mantan Kepala Dinas Perhubungan Halsel Ahmad Rajak, maka yang bersangkutan segera dievaluasi oleh Bupati Halsel Bahrain kasuba, namun jika Bupati Halsel tetap melindungi yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Kadinkes Halsel, maka dipastikan yang bersangkutan akan mengulangi perbuatan penyelewengan anggarannya di Dinas Kesehatan Halsel.

Sementara itu, mantan kepala Dinas Perhubungan Halsel yang sekarang menjabat sebagai kepala Dinas kesehatan Halsel Ahmad rajak, saat di konfirmasi terkait dugaan penyelewengan anggaran 21 Miliyar pembangunan jembatan palamea Yang bersumber dari anggaran kementrian KPDT Pusat tersebut , melalui nomor telpon selulernya tidak bisa di hubungi.

Rep/Red (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER