Warga Duduki Gedung DPRD Halsel Desak DPRD Bentuk Pansus Investigasi Sumber Anggaran Pembangunan Destinasi Wisata Pogo-Pogo

i-malut.com, LABUHA – Pulahan warga Kabupaten Halmahera Selatan yang tergabung dalam Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin oleh ketua Sakti Kabupaten Halsel Juanda Minggu, Kamis (12/7/2018), menduki kantor DPRD Halsel, mendesak kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) Investigasi penggunaan anggaran perawatan rumah dinas Bupati Halsel Bahrain Kasuba, yang anggarannya setiap tahun dicairkan mencapai miliaran rupiah namun Anggaran tersebut diduga digunakan untuk kepentingan rumah pribadi Bahrain Kasuba.

Selain itu masa aksi juga mendesak DPRD Halsel agar membentuk Pansus Investigasi sumber anggaran pembangunan sarana dan fasilitas Destinasi pogo-pogo kecamatan Bacan Barat utara yang dinilai pembangunan fasilitasnya ditaksir mencapai miliaran rupiah. Bukan saja Anggaran Perawatan rumah Dinas, melainkan anggaran pembangunan wisata pogo-pogo dan destinasi wisata pembangunan rumah adat kebun karet yang dibangun tidak jauh dari kantor Bupati Halsel juga menjadi sorotan warga, Karena awal pembangunan Rumah adat tersebut diketahui dibangun oleh masyarakat keterwakilan etnis masing-masing yang ada di kabupaten Halsel, anehnya belakangan anggaran pembangunan rumah adat Kebun karet tersebut dimasukan dalam pencatatan utang Daerah pada APBD Halsel perubahan tahun 2018.

Jika DPRD halsel tidak menindak lanjuti tuntutan warga, maka pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ini diduga kuat ada gatifikasi pembangunan sejumlah fasilitas wisata tersebut, menyusul belakangan terkuak berdasarkan pengakuan dari sejumlah kontraktor bahwa mereka dijanjikan proyek oleh Bupati Halsel namun kemudian setelah proyek di tenderkan, proyek tersebut diberikan ke kontraktor lain sehingga sejumlah kontraktor tersebut mengaku kecewa.

“Menurut Juwanda Minggu, Atas pengakuan sejumlah kontraktor tersebut kepada dirinya belum lama ini, sehingga para kontraktor itu mengancam akan menarik kembali semua fasilitas yang sudah digunakan untuk membangun fasilitas wisata pogo-pogo tersebut”. ujarnya.

Sementara itu, masa aksi tidak bisa bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Halsel Karena pimpinan dan anggota DPRD Halsel sementara melaksankan paripurna penyampaian KUA PPAS Halsel.

Rep/Red : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Warga Duduki Gedung DPRD Halsel Desak DPRD Bentuk Pansus Investigasi Sumber Anggaran Pembangunan Destinasi Wisata Pogo-Pogo

i-malut.com, LABUHA – Pulahan warga Kabupaten Halmahera Selatan yang tergabung dalam Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) Kabupaten Halmahera Selatan yang dipimpin oleh ketua Sakti Kabupaten Halsel Juanda Minggu, Kamis (12/7/2018), menduki kantor DPRD Halsel, mendesak kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel agar membentuk Panitia Khusus (Pansus) Investigasi penggunaan anggaran perawatan rumah dinas Bupati Halsel Bahrain Kasuba, yang anggarannya setiap tahun dicairkan mencapai miliaran rupiah namun Anggaran tersebut diduga digunakan untuk kepentingan rumah pribadi Bahrain Kasuba.

Selain itu masa aksi juga mendesak DPRD Halsel agar membentuk Pansus Investigasi sumber anggaran pembangunan sarana dan fasilitas Destinasi pogo-pogo kecamatan Bacan Barat utara yang dinilai pembangunan fasilitasnya ditaksir mencapai miliaran rupiah. Bukan saja Anggaran Perawatan rumah Dinas, melainkan anggaran pembangunan wisata pogo-pogo dan destinasi wisata pembangunan rumah adat kebun karet yang dibangun tidak jauh dari kantor Bupati Halsel juga menjadi sorotan warga, Karena awal pembangunan Rumah adat tersebut diketahui dibangun oleh masyarakat keterwakilan etnis masing-masing yang ada di kabupaten Halsel, anehnya belakangan anggaran pembangunan rumah adat Kebun karet tersebut dimasukan dalam pencatatan utang Daerah pada APBD Halsel perubahan tahun 2018.

Jika DPRD halsel tidak menindak lanjuti tuntutan warga, maka pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ini diduga kuat ada gatifikasi pembangunan sejumlah fasilitas wisata tersebut, menyusul belakangan terkuak berdasarkan pengakuan dari sejumlah kontraktor bahwa mereka dijanjikan proyek oleh Bupati Halsel namun kemudian setelah proyek di tenderkan, proyek tersebut diberikan ke kontraktor lain sehingga sejumlah kontraktor tersebut mengaku kecewa.

“Menurut Juwanda Minggu, Atas pengakuan sejumlah kontraktor tersebut kepada dirinya belum lama ini, sehingga para kontraktor itu mengancam akan menarik kembali semua fasilitas yang sudah digunakan untuk membangun fasilitas wisata pogo-pogo tersebut”. ujarnya.

Sementara itu, masa aksi tidak bisa bertemu dengan pimpinan dan anggota DPRD Halsel Karena pimpinan dan anggota DPRD Halsel sementara melaksankan paripurna penyampaian KUA PPAS Halsel.

Rep/Red : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER