“CALEG ASAL BBU PERLU KOMITMEN PERUBAHAN”

i-malut.com – Sebelumnya mohon maaf bahwa Tulisan ini tidak bermaksud menjastis apalagi menyinggung, tulisan yang sederhana ini hanya sekedar “Baku Kase Inga bahwa BBU Butuh Perubahan”.

Proses penyelenggaraan Pemilu 2019 ditandai dengan kentalnya pesimisme dan mosi tidak percaya masyarakat terhadap kinerja DPRD. Kondisi ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama akan Tupoksi DPRD, selain itu tingkat pesismisme masyarakat adalah mengenai prilaku negative terhadap beberapa Wakil rakyat, mulai dari janji politiknya, sampai pada kebutuhan masyarakat yang tidak terakomodir, ditambah lagi dengan apatisme partai politik yang terkesan jauh dari tujuan didirikannya, yakni mewujudkan kepentingan rakyat, dan memberikan pendidikan politik.

Tanggung jawab membangkitkan semangat dan optimisme masyarakat adalah tugas kita semua sebagai warga Negara terutama lembaga penyelenggara pemilu (KPUD/Bawaslu). Sesungguhnya ini beban partai politik dan calon anggota legislatif . Partai politik dan Caleg merupakan dua elemen yang tentunya sangat berkepentingan , oleh karena itu inovasi, kreativitas dan Komitmen perubahan perlu didudukan bersama. Komitmen perubahan yang dimaksud adalah komitmen para Caleg DPRD Kabupaten dan Caleg DPRD Provinsi untuk memperjuangan kepentingan Bacan Barat Utara, sebab mereka yang Caleg adalah asli putra daerah yang berasal bumi Bacan Barat Utara.

Bacan Barat Utara ibarat anak ayam kehilangan induknya, masyarakat merasa gelisa dan bingung harus mengaduh kepada siapa ketika aspirasi mereka terabaikan, Kebutuhan mereka disampingkan, sementara kita punya pejabat daerah, kita punya senior bahkan politisi tangguh yang bisa mempengaruhi Kebijakan Pemda, kita punya orang dekat dengan pemda bahkan dengan pusat, tapi sayang seribu kali sayang pada tingkat pengelolaan wilayah kecamatan kita sangat jauh dari yang diharapkan. Camat yang kurang lebih 4 kali pergantian tapi sistem pemerintahan wilayah kita di Bacan Barat Utara sangat Bobrok, tata kelola pemerintahan di hampir delapan desa juga sangat minim akibat SDM yang lemah, manajemen yang keliru. pemerintah desa terkesan acuh dengan kondisi desa yang ada, praktek maladministrasi desa semakin marak ditambah lagi seorang camat yang apatis dan tidak mampu mengorganisir wilayahnya. Pertanyaannya adalah ini salah siapa? Apakah komunikasi organisasi kita tidak terbangun rapih, ataukah masing-masing disbukkan dengan urusan pribadi, dan bisa jadi petinggi-petinggi daerah kita yang kurang peka terhadap kondisi BBU, ini adalah tanggung jawab kita semua terutama bagi orang-orang yang berfikir. Di Pileg 2019 akan terlihat siapa yang benar-benar memiliki komitmen perubahan atas daerah kita.

Kurang lebih Caleg Asal BBU yakni terdiri enam orang caleg DPRD Kabupaten dan dua Orang Caleg DPRD Provinsi dari partai yang berbeda, dan kesemuaannya tentu siap secara mental maupun dari sisi SDMnya tidak diragukan lagi, memiliki visi dan misi yang berbeda tapi intinya adalah bela rakyat Bacan Barat Utara dan komitmen perubahan Wilayah Kecamatan BBU. Sehingga Kata Bela Rakyat ini menjadi Visi strategis untuk mengikat komitmen para caleg, dan bila perlu penandatanganan pakta integritas. Pakta integritas ini adalah wujud nyata keinginan caleg untuk menerapkan etika politik dan janji-janji politik yang akuntabel, sehingga kedepannya rakyat dengan sendirinya akan tahu bahwa Dewan perwakilan kita benar- benar memiliki komitmen dan beraungguh-sungguh mengabdi untuk rakyat dan daerah kita. demikin semoga bermanfaat.

Sukur Suleman
Pengajar/perintis (Faduli) Forum Aktivis Peduli BBU

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

“CALEG ASAL BBU PERLU KOMITMEN PERUBAHAN”

i-malut.com – Sebelumnya mohon maaf bahwa Tulisan ini tidak bermaksud menjastis apalagi menyinggung, tulisan yang sederhana ini hanya sekedar “Baku Kase Inga bahwa BBU Butuh Perubahan”.

Proses penyelenggaraan Pemilu 2019 ditandai dengan kentalnya pesimisme dan mosi tidak percaya masyarakat terhadap kinerja DPRD. Kondisi ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama akan Tupoksi DPRD, selain itu tingkat pesismisme masyarakat adalah mengenai prilaku negative terhadap beberapa Wakil rakyat, mulai dari janji politiknya, sampai pada kebutuhan masyarakat yang tidak terakomodir, ditambah lagi dengan apatisme partai politik yang terkesan jauh dari tujuan didirikannya, yakni mewujudkan kepentingan rakyat, dan memberikan pendidikan politik.

Tanggung jawab membangkitkan semangat dan optimisme masyarakat adalah tugas kita semua sebagai warga Negara terutama lembaga penyelenggara pemilu (KPUD/Bawaslu). Sesungguhnya ini beban partai politik dan calon anggota legislatif . Partai politik dan Caleg merupakan dua elemen yang tentunya sangat berkepentingan , oleh karena itu inovasi, kreativitas dan Komitmen perubahan perlu didudukan bersama. Komitmen perubahan yang dimaksud adalah komitmen para Caleg DPRD Kabupaten dan Caleg DPRD Provinsi untuk memperjuangan kepentingan Bacan Barat Utara, sebab mereka yang Caleg adalah asli putra daerah yang berasal bumi Bacan Barat Utara.

Bacan Barat Utara ibarat anak ayam kehilangan induknya, masyarakat merasa gelisa dan bingung harus mengaduh kepada siapa ketika aspirasi mereka terabaikan, Kebutuhan mereka disampingkan, sementara kita punya pejabat daerah, kita punya senior bahkan politisi tangguh yang bisa mempengaruhi Kebijakan Pemda, kita punya orang dekat dengan pemda bahkan dengan pusat, tapi sayang seribu kali sayang pada tingkat pengelolaan wilayah kecamatan kita sangat jauh dari yang diharapkan. Camat yang kurang lebih 4 kali pergantian tapi sistem pemerintahan wilayah kita di Bacan Barat Utara sangat Bobrok, tata kelola pemerintahan di hampir delapan desa juga sangat minim akibat SDM yang lemah, manajemen yang keliru. pemerintah desa terkesan acuh dengan kondisi desa yang ada, praktek maladministrasi desa semakin marak ditambah lagi seorang camat yang apatis dan tidak mampu mengorganisir wilayahnya. Pertanyaannya adalah ini salah siapa? Apakah komunikasi organisasi kita tidak terbangun rapih, ataukah masing-masing disbukkan dengan urusan pribadi, dan bisa jadi petinggi-petinggi daerah kita yang kurang peka terhadap kondisi BBU, ini adalah tanggung jawab kita semua terutama bagi orang-orang yang berfikir. Di Pileg 2019 akan terlihat siapa yang benar-benar memiliki komitmen perubahan atas daerah kita.

Kurang lebih Caleg Asal BBU yakni terdiri enam orang caleg DPRD Kabupaten dan dua Orang Caleg DPRD Provinsi dari partai yang berbeda, dan kesemuaannya tentu siap secara mental maupun dari sisi SDMnya tidak diragukan lagi, memiliki visi dan misi yang berbeda tapi intinya adalah bela rakyat Bacan Barat Utara dan komitmen perubahan Wilayah Kecamatan BBU. Sehingga Kata Bela Rakyat ini menjadi Visi strategis untuk mengikat komitmen para caleg, dan bila perlu penandatanganan pakta integritas. Pakta integritas ini adalah wujud nyata keinginan caleg untuk menerapkan etika politik dan janji-janji politik yang akuntabel, sehingga kedepannya rakyat dengan sendirinya akan tahu bahwa Dewan perwakilan kita benar- benar memiliki komitmen dan beraungguh-sungguh mengabdi untuk rakyat dan daerah kita. demikin semoga bermanfaat.

Sukur Suleman
Pengajar/perintis (Faduli) Forum Aktivis Peduli BBU

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER