Sambut Hari Jadi Bhayangkara, Polres Pulau Morotai Gelar Sunatan Masal

i-malut.com, MOROTAI – Menyambut hari jadi bayangkara yang ke 72, tahun 2018, kepolisian resort Pulau Morotai, gelar hajatan bakti sosial yakni sunatan masal.

Pantaun i-malut.com, bakti sosial ini berlangsung di dua titik dengan hari yang berbeda yakni RSUD Daruba, senin 16/7 dan Puskesmas bere bere, kecamatan Morotai Utara, kamis 19/7 pagi hingga usai.

Tenaga medis sementara memulai sunat seorang anak, yang telah di baringkan

Terwujudnya sunatan masal ini berkat kerja sama Polres Pulau Morotai dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai. Dengan tujuan membantu neringankan beban masyarakat Pulau Morotai yang tidak mampu.

“Kegiatan sosial sunatan masal ini tujuannya ingin meringankan beban masyarakat yang tidak mampu” unkap Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikael P Sitanggang, S.IK. MH, Senin (16/7/2018) di RSUD Daruba.

Jumlah pendaftar sunatan masal cukup banyak, yakni 133 orang dan berasal dari berbagai desa di kecamatan Morotai Selatan.

“Sunatan masal ini gratis dan semua ditangani Polres Morotai” ungkap salah satu tenaga medis.

Sementara di puskesmas bere bere baru dilaksanakan hari ini, kamis (19/7/2018), jumlah anak yang terdaftar untuk di sunat lebih sedikit dibandingkan di RSUD daruba, yakni 35 orang anak, hanya saat dimulai, dua anak menangis dan minta kepada ibu mereka agar pulang ke rumah karena takut setelah melihat anak lain di sunat dan menangis.

“Sebenarnya yang daftar untuk disunat sebanyak 35 orang anak, namun ketika sunatan dimulai dua anak sudah minta pulang karena takut, sehingga hanya 33 orang yang berhasil disunat dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar, “ungkap salah satu pegawai puskesmas di bere bere, kamis 19/7 yang tidak ingin namanya dimuat.

Menurut sumber tersebut, sebenarnya semuanya di pusatkan di RSUD Daruba, namun orang tua dari anak anak yang mau disunat keluhkan jarak yang terlalu jauh dari bere bere ke daruba, makanya mereka minta dilaksanakan di bere bere.

“Anak yang didaftarkan ikut sunatan masal ini berasal dari beberapa desa di kecamatan morotai utara. Diantaranya desa tanjung saleh, desa kenari, desa guahira, desa bere bere, desa maba dan desa gorua.” ungkapnya.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Sambut Hari Jadi Bhayangkara, Polres Pulau Morotai Gelar Sunatan Masal

i-malut.com, MOROTAI – Menyambut hari jadi bayangkara yang ke 72, tahun 2018, kepolisian resort Pulau Morotai, gelar hajatan bakti sosial yakni sunatan masal.

Pantaun i-malut.com, bakti sosial ini berlangsung di dua titik dengan hari yang berbeda yakni RSUD Daruba, senin 16/7 dan Puskesmas bere bere, kecamatan Morotai Utara, kamis 19/7 pagi hingga usai.

Tenaga medis sementara memulai sunat seorang anak, yang telah di baringkan

Terwujudnya sunatan masal ini berkat kerja sama Polres Pulau Morotai dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai. Dengan tujuan membantu neringankan beban masyarakat Pulau Morotai yang tidak mampu.

“Kegiatan sosial sunatan masal ini tujuannya ingin meringankan beban masyarakat yang tidak mampu” unkap Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikael P Sitanggang, S.IK. MH, Senin (16/7/2018) di RSUD Daruba.

Jumlah pendaftar sunatan masal cukup banyak, yakni 133 orang dan berasal dari berbagai desa di kecamatan Morotai Selatan.

“Sunatan masal ini gratis dan semua ditangani Polres Morotai” ungkap salah satu tenaga medis.

Sementara di puskesmas bere bere baru dilaksanakan hari ini, kamis (19/7/2018), jumlah anak yang terdaftar untuk di sunat lebih sedikit dibandingkan di RSUD daruba, yakni 35 orang anak, hanya saat dimulai, dua anak menangis dan minta kepada ibu mereka agar pulang ke rumah karena takut setelah melihat anak lain di sunat dan menangis.

“Sebenarnya yang daftar untuk disunat sebanyak 35 orang anak, namun ketika sunatan dimulai dua anak sudah minta pulang karena takut, sehingga hanya 33 orang yang berhasil disunat dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar, “ungkap salah satu pegawai puskesmas di bere bere, kamis 19/7 yang tidak ingin namanya dimuat.

Menurut sumber tersebut, sebenarnya semuanya di pusatkan di RSUD Daruba, namun orang tua dari anak anak yang mau disunat keluhkan jarak yang terlalu jauh dari bere bere ke daruba, makanya mereka minta dilaksanakan di bere bere.

“Anak yang didaftarkan ikut sunatan masal ini berasal dari beberapa desa di kecamatan morotai utara. Diantaranya desa tanjung saleh, desa kenari, desa guahira, desa bere bere, desa maba dan desa gorua.” ungkapnya.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER