Tak Layak Huni, Pemda Lupa Kalau Asrama Mahasiswa Halsel Adalah Aset Daerah

i-malut.com, MAKASSAR – Asrama mahasiswa merupakan wadah dimana para mahasiswa berkreatif, belajar, melakukan rutinitas dan Kajian. Wadah dimana mereka berorganisasi, dan yang terpenting adalah bagian dari pusat informasi mahasiswa asal Halmahera Selatan yang ada di Makassar.

Selanjutnya Asrama juga merupakan laboratorium keilmuan, issu-issu kedaerahan sehingga kelayakan dan kenyamanan menjadi hal yang sangat terpenting sebagai sebuah asrama. Hal ini penting dengan tujuan dan harapan agar mereka dapat beraktifitas lebih produktif nyaman dan tentunya Layak untuk di huni.

Olehnya itu perlu dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai agar nuansa akademik tercipta dan layaknya sebuah asarama mahasiswa. Asrama juga sangat Membantu mengatasi kesulitan mahasiswa dalam menemukan tempat tinggal, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dan punya keingan besar untuk kuliah.

Kondisi plafond Asrama yang rusak tak terurus

Keberadaan Asrama Mahasiswa Halsel Makassar yang berada tepatnya di jalan Malengkeri Luar komplek PDAM Blok A. NO 3 Makaasar, memang tak layak huni, dan terlihat bukan lagi sebuah bangunan asrama mahasiswa, tapi sebuah rumah tua yang hampir seluruh instalasinya rusak mulai dari atap, plafon, kamar mandi, hingga bangunan yang sudah retak.

Hal ini diungkapkan oleh Sukur Soleman, Dosen Fisip UMMU melalui release yang disampaikan ke redaksi I-malut.com, Minggu (22/7/2018) melalui WhatsApp.

Sebagai Alumni mahasiswa Halsel Makasar, Sukur merasa prihatin melihat kondisi asrama saat ini yang ibarat pasien sudah kronis dan butuh penanganan khusus.

“Pemda Halsel seakan cuek dan bahkan sengaja lupa melihat hal ini, seharusnya Pemda Halsel merasa memiliki, apalagi ini salah satu bagian dari aset Daerah yang semestinya diperhatikan, bila perlu di renovasi, di berikan sarana prasarana yang memadai, bukan sekedar diperadakan kemudian tidak di perhatikan”. sindir Sukur

Sukur yang juga sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Mahasiswa Islam Maluku Utara Makassar 2 periode ini merasa kecewa dengan kinerja DPRD pada komisi yang membidangi pendidikan.

“Alhasil DPRD hanya sekedar janji tanpa ada realisasinya. DPRD tak mesti diam, harus melakukan fungsi kontrol dengan segera mendesak Pemda Halsel untuk memperhatikan dan bila perlu Pemda segera melakukan perbaikan”. Pungkas Sukur

Dikatakannya, Asrama Mahasiswa itu soal pendidikan, tempat dimana para manusia, ingin berbenah, memperbaiki diri, serta berjuang untuk masa depan daerah, oleh karenanya menurut Sukur, Pemda tentunya dari sekarang sudah harus memikirkan bagaimana upaya-upaya untuk melakukan perbaikan.

“Sebab Aneh ketika rumah untuk para pelajar tapi layaknya sebuah gudang tua. Lagi- lagi saya sampaikan bahwa ini persoalan aset Daerah, milik daerah yang dibiayai lansung oleh Daerah, sehingga perlu disikapi dengan serius”. cetusnya.

Rep/Red : (Adm)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tak Layak Huni, Pemda Lupa Kalau Asrama Mahasiswa Halsel Adalah Aset Daerah

i-malut.com, MAKASSAR – Asrama mahasiswa merupakan wadah dimana para mahasiswa berkreatif, belajar, melakukan rutinitas dan Kajian. Wadah dimana mereka berorganisasi, dan yang terpenting adalah bagian dari pusat informasi mahasiswa asal Halmahera Selatan yang ada di Makassar.

Selanjutnya Asrama juga merupakan laboratorium keilmuan, issu-issu kedaerahan sehingga kelayakan dan kenyamanan menjadi hal yang sangat terpenting sebagai sebuah asrama. Hal ini penting dengan tujuan dan harapan agar mereka dapat beraktifitas lebih produktif nyaman dan tentunya Layak untuk di huni.

Olehnya itu perlu dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai agar nuansa akademik tercipta dan layaknya sebuah asarama mahasiswa. Asrama juga sangat Membantu mengatasi kesulitan mahasiswa dalam menemukan tempat tinggal, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dan punya keingan besar untuk kuliah.

Kondisi plafond Asrama yang rusak tak terurus

Keberadaan Asrama Mahasiswa Halsel Makassar yang berada tepatnya di jalan Malengkeri Luar komplek PDAM Blok A. NO 3 Makaasar, memang tak layak huni, dan terlihat bukan lagi sebuah bangunan asrama mahasiswa, tapi sebuah rumah tua yang hampir seluruh instalasinya rusak mulai dari atap, plafon, kamar mandi, hingga bangunan yang sudah retak.

Hal ini diungkapkan oleh Sukur Soleman, Dosen Fisip UMMU melalui release yang disampaikan ke redaksi I-malut.com, Minggu (22/7/2018) melalui WhatsApp.

Sebagai Alumni mahasiswa Halsel Makasar, Sukur merasa prihatin melihat kondisi asrama saat ini yang ibarat pasien sudah kronis dan butuh penanganan khusus.

“Pemda Halsel seakan cuek dan bahkan sengaja lupa melihat hal ini, seharusnya Pemda Halsel merasa memiliki, apalagi ini salah satu bagian dari aset Daerah yang semestinya diperhatikan, bila perlu di renovasi, di berikan sarana prasarana yang memadai, bukan sekedar diperadakan kemudian tidak di perhatikan”. sindir Sukur

Sukur yang juga sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Mahasiswa Islam Maluku Utara Makassar 2 periode ini merasa kecewa dengan kinerja DPRD pada komisi yang membidangi pendidikan.

“Alhasil DPRD hanya sekedar janji tanpa ada realisasinya. DPRD tak mesti diam, harus melakukan fungsi kontrol dengan segera mendesak Pemda Halsel untuk memperhatikan dan bila perlu Pemda segera melakukan perbaikan”. Pungkas Sukur

Dikatakannya, Asrama Mahasiswa itu soal pendidikan, tempat dimana para manusia, ingin berbenah, memperbaiki diri, serta berjuang untuk masa depan daerah, oleh karenanya menurut Sukur, Pemda tentunya dari sekarang sudah harus memikirkan bagaimana upaya-upaya untuk melakukan perbaikan.

“Sebab Aneh ketika rumah untuk para pelajar tapi layaknya sebuah gudang tua. Lagi- lagi saya sampaikan bahwa ini persoalan aset Daerah, milik daerah yang dibiayai lansung oleh Daerah, sehingga perlu disikapi dengan serius”. cetusnya.

Rep/Red : (Adm)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER