Wakapolres Halut Sebut, Kasus Kades Togasa Murni Kriminal

i-malut.com, TOBELO – Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery, bersama Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi, didampingi Dandin 1508 Tobelo Lekol Kav.  Tri Sugiarto, Wakapolres Halut Kompol. Ibnu Hajar, Asisten Bidang Pemerintahan E. J. Papilaya MTP, Kasatpol PP. F. N. Sahetapy, dan Kaban Kesbangpol dan Linmas, W. Rompis melakukan kunjungan dikecamatan galela utara, minggu (22/07/2018).

Kunjungan yang lakukan oleh Frans beserta rombongan adalah dalam rangka menyelesaikan permasalahan antara kepala desa Togasa Naok Ganap yang melakukan tindakan penikaman terhadap Karman Jurumudi dan Rahman Rajuna pada jumat 20/07/2018.

Bupati Halut, Frans Maney berbaur dengan masyarakat pasca pertemuan.

Mengawali pertemuan antara warga  desa Togasa dan Tutumaluleo kecamatan Galela Utara,  Wakapolres Halut Kompol Ibnu Hajar diberikan kesempatan untuk menjelaskan tentang penanganan kasus yang terjadi.

Dihadapan Tokoh masyarakat, agama, pemuda dan perangkat pemerintah desa togasa dan tutumaluleo,  Ibnu Hajar menjelskan bahwa, permasalahan penikaman yang dilakukan oleh kades Togasa  Noak, terhadap Karman dan Rahman dua warga desa tetangga Tutumaluleo adalah murni tindakan kriminal, dan apa yang dilakukan itu tidak dapat di tolelir sama sekali sehingga harus diproses sesuai dengan undang-undang. Oleh karena itu dirinya berharap agar masyarakat harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dua desa Togasa maupun Desa Tutumaluleo.

“Masyarakat di harapkan tidak terprofokasi dengan berbagai isu yang dikembngkan oleh yang tidak bertanggung jawab, karna itu akan berdampak pada perpecahan”. ujar Ibnu

Pada kesempatan yang sama, Letkol Kav. Trisugiarto, mengatakan bahwa, suatu permasalahan dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan mediasi sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini.

“Halmahera Utara dan Maluku Utara, adalah aikon perdamaian di indonesia, oleh karena itu maka kita harus menjaga kedamaian yang sudah tercipta ini. Selaku warga negara yang baik kita hindari berbagai isu-isu yang nanti bisa memecah belah perstuan dan kesatuan bangsa”. pinta Tri mengingatkan

Sementara itu Bupati Halmahera Utara Ir. Fans Manery, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh kepala desa togasa. Menurut Frans, apa yang dilakukan oleh kades itu tidak menunjukan sikap sebagai seorang pemimpin di desa,

“Oleh karena itu sebagai Bupati, saya akan menonaktifkan kades togasa dari jabatanya”. ungkapnya

Frans mengatakan bahwa, negara ini adalah negara hukum dan tidak boleh melakukan tindakan semena-mena, apalagi yang bersangkutan adalah kepala desa yang harus menjadi panutan di masyarakat.

“Saya tegaskan kepada masyarakat di dua desa togasa maupun tutumaluleo bahwa tindakan yang dilakukan oleh kades togasa Noak Ganap adalah murni tidakan kiriminal/tindakan secara pribadi dan biarlah proses hukum dijalani. Saya berharap selesai dari pertemuan ini kembali ke desa dan sampaikan (kepada masyarakat) bahwa ini bukan permasalahan kelompok atau antar desa”. ujar Frans

Tambah Frans “Ingat damai itu sangat mahal, oleh karena itu mari kita semua harus mampu menjaga keamanan dan kedamaian yang sudah tercipta ini,  memang ada orang yang tidak mau daerah ini aman sehingga dari peristiwa-peristiwa yang terjadi mereka langsung menebar isu isu profokasi yang tidak bertanggung jawab. kita semua punya pengalaman masa lalu, saya berharap mari kita jaga persatuanndan kesatuan, kemanan dan kenyamanan di daerah ini agar semua aktifitas bisa berjalan dengan baik. Percayakan permasalahan ini kepada pihak pemerintah dan pihak berwajib (kepolisian) untuk menyelesaikan permasalahan ini”.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh camat galela utara,  Berto Mene yang dilaksanakan di halaman kantor camat galela utara, Bupati Frans Manery,  membuka dialog dengan para tokoh kedua desa,  sebagai masukan dalam rangka penyelesaian antara dua yang sempat terjadi ketegangan akibat dari ulah oknum kepala desa togasa.

Sekdes Deda Togasa, Letince, dihadapan masyarakat tutumaluleo mengatakan bahwa, warga desa togasa mengampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas apa yang telah dilakukan oleh oknum kepala desa Noak Ganap, yang telah melakukan tindakan kriminal.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Wakapolres Halut Sebut, Kasus Kades Togasa Murni Kriminal

i-malut.com, TOBELO – Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery, bersama Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi, didampingi Dandin 1508 Tobelo Lekol Kav.  Tri Sugiarto, Wakapolres Halut Kompol. Ibnu Hajar, Asisten Bidang Pemerintahan E. J. Papilaya MTP, Kasatpol PP. F. N. Sahetapy, dan Kaban Kesbangpol dan Linmas, W. Rompis melakukan kunjungan dikecamatan galela utara, minggu (22/07/2018).

Kunjungan yang lakukan oleh Frans beserta rombongan adalah dalam rangka menyelesaikan permasalahan antara kepala desa Togasa Naok Ganap yang melakukan tindakan penikaman terhadap Karman Jurumudi dan Rahman Rajuna pada jumat 20/07/2018.

Bupati Halut, Frans Maney berbaur dengan masyarakat pasca pertemuan.

Mengawali pertemuan antara warga  desa Togasa dan Tutumaluleo kecamatan Galela Utara,  Wakapolres Halut Kompol Ibnu Hajar diberikan kesempatan untuk menjelaskan tentang penanganan kasus yang terjadi.

Dihadapan Tokoh masyarakat, agama, pemuda dan perangkat pemerintah desa togasa dan tutumaluleo,  Ibnu Hajar menjelskan bahwa, permasalahan penikaman yang dilakukan oleh kades Togasa  Noak, terhadap Karman dan Rahman dua warga desa tetangga Tutumaluleo adalah murni tindakan kriminal, dan apa yang dilakukan itu tidak dapat di tolelir sama sekali sehingga harus diproses sesuai dengan undang-undang. Oleh karena itu dirinya berharap agar masyarakat harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dua desa Togasa maupun Desa Tutumaluleo.

“Masyarakat di harapkan tidak terprofokasi dengan berbagai isu yang dikembngkan oleh yang tidak bertanggung jawab, karna itu akan berdampak pada perpecahan”. ujar Ibnu

Pada kesempatan yang sama, Letkol Kav. Trisugiarto, mengatakan bahwa, suatu permasalahan dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan mediasi sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini.

“Halmahera Utara dan Maluku Utara, adalah aikon perdamaian di indonesia, oleh karena itu maka kita harus menjaga kedamaian yang sudah tercipta ini. Selaku warga negara yang baik kita hindari berbagai isu-isu yang nanti bisa memecah belah perstuan dan kesatuan bangsa”. pinta Tri mengingatkan

Sementara itu Bupati Halmahera Utara Ir. Fans Manery, mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh kepala desa togasa. Menurut Frans, apa yang dilakukan oleh kades itu tidak menunjukan sikap sebagai seorang pemimpin di desa,

“Oleh karena itu sebagai Bupati, saya akan menonaktifkan kades togasa dari jabatanya”. ungkapnya

Frans mengatakan bahwa, negara ini adalah negara hukum dan tidak boleh melakukan tindakan semena-mena, apalagi yang bersangkutan adalah kepala desa yang harus menjadi panutan di masyarakat.

“Saya tegaskan kepada masyarakat di dua desa togasa maupun tutumaluleo bahwa tindakan yang dilakukan oleh kades togasa Noak Ganap adalah murni tidakan kiriminal/tindakan secara pribadi dan biarlah proses hukum dijalani. Saya berharap selesai dari pertemuan ini kembali ke desa dan sampaikan (kepada masyarakat) bahwa ini bukan permasalahan kelompok atau antar desa”. ujar Frans

Tambah Frans “Ingat damai itu sangat mahal, oleh karena itu mari kita semua harus mampu menjaga keamanan dan kedamaian yang sudah tercipta ini,  memang ada orang yang tidak mau daerah ini aman sehingga dari peristiwa-peristiwa yang terjadi mereka langsung menebar isu isu profokasi yang tidak bertanggung jawab. kita semua punya pengalaman masa lalu, saya berharap mari kita jaga persatuanndan kesatuan, kemanan dan kenyamanan di daerah ini agar semua aktifitas bisa berjalan dengan baik. Percayakan permasalahan ini kepada pihak pemerintah dan pihak berwajib (kepolisian) untuk menyelesaikan permasalahan ini”.

Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh camat galela utara,  Berto Mene yang dilaksanakan di halaman kantor camat galela utara, Bupati Frans Manery,  membuka dialog dengan para tokoh kedua desa,  sebagai masukan dalam rangka penyelesaian antara dua yang sempat terjadi ketegangan akibat dari ulah oknum kepala desa togasa.

Sekdes Deda Togasa, Letince, dihadapan masyarakat tutumaluleo mengatakan bahwa, warga desa togasa mengampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas apa yang telah dilakukan oleh oknum kepala desa Noak Ganap, yang telah melakukan tindakan kriminal.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER