Dua Bocah Tewas Terapung Di Pelabuhan Kontener Tobelo

i-malut.com, TOBELO Dua bocah ditemukan tewas terapung di pantai pelabuhan kontener Desa Rawa Jaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Senin (30/07/2018) pukul 15:00 Wit.
Kedua bocah yang diketahui identitasnya masing-masing bernama Yondri 8 tahun siswa SD Alhairat Tobelo dan Nijam Alsofa 5 tahun, adalah warga Desa Gosoma Kecamatan Tobelo.

Kejadian sore itu para pekerja buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan kontener yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat,  dihebohkan dengan laporan seorang anak kecil  yang melaporkan banhwa dia melihat sosok dua orang anak tengelam/terapung disekitar lokasi pantai pelabuhan kontener, para pekerja pun berlari ke lokasi penemuan mayat kedua bocah tersebut. Sesampainya dilokasi, di temukan dua (2) sosok mayat anak kecil laki-laki yang sudah dalam posisi terapung.

Peristiwa penemuan wayat tersebut oleh buruh lainya langsung melaporkan ke petugas Pos KPPP Pelabuhan Tobelo, sedangkan Haris hayangua, dan  Tete Hatau langsung bergegas melompat untuk mengangkat/mengevakuasi ke dua mayat tersebut ke atas dermaga. Setelah kedua mayat tersebut di angkat ke atas dermaga kemudian berselang beberapa menit petugas pos KPPP pelabuhan Tobelo, Bripka Safrudin Doya (anggota piket) dibantu para buruh tenaga bongkar muat langsung membawa kedua mayat tersebut menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo.

Orang tua korban kedua anak tersebut, Waluyo dan Sri, baru mengetahui bahwa kedua jenazah adalah anak mereka.

Waluyo dan Sri, tewas tenggelam satu jam sesudah kedua jenasah berada di RSUD Tobelo. Kedua orang tua tersebut langsung meminta kedua anaknya untuk tidak di atopsi dan langsung di kembalikan kerumah di Penginapan Indah Fani untuk dilaksanakan pemakaman.

Motif sementara dari kejadian ini adalah kelalaian dan kurang pengawasan orang tua kepada kedua anak tersebut.

Rep/Red : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dua Bocah Tewas Terapung Di Pelabuhan Kontener Tobelo

i-malut.com, TOBELO Dua bocah ditemukan tewas terapung di pantai pelabuhan kontener Desa Rawa Jaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Senin (30/07/2018) pukul 15:00 Wit.
Kedua bocah yang diketahui identitasnya masing-masing bernama Yondri 8 tahun siswa SD Alhairat Tobelo dan Nijam Alsofa 5 tahun, adalah warga Desa Gosoma Kecamatan Tobelo.

Kejadian sore itu para pekerja buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan kontener yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat,  dihebohkan dengan laporan seorang anak kecil  yang melaporkan banhwa dia melihat sosok dua orang anak tengelam/terapung disekitar lokasi pantai pelabuhan kontener, para pekerja pun berlari ke lokasi penemuan mayat kedua bocah tersebut. Sesampainya dilokasi, di temukan dua (2) sosok mayat anak kecil laki-laki yang sudah dalam posisi terapung.

Peristiwa penemuan wayat tersebut oleh buruh lainya langsung melaporkan ke petugas Pos KPPP Pelabuhan Tobelo, sedangkan Haris hayangua, dan  Tete Hatau langsung bergegas melompat untuk mengangkat/mengevakuasi ke dua mayat tersebut ke atas dermaga. Setelah kedua mayat tersebut di angkat ke atas dermaga kemudian berselang beberapa menit petugas pos KPPP pelabuhan Tobelo, Bripka Safrudin Doya (anggota piket) dibantu para buruh tenaga bongkar muat langsung membawa kedua mayat tersebut menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo.

Orang tua korban kedua anak tersebut, Waluyo dan Sri, baru mengetahui bahwa kedua jenazah adalah anak mereka.

Waluyo dan Sri, tewas tenggelam satu jam sesudah kedua jenasah berada di RSUD Tobelo. Kedua orang tua tersebut langsung meminta kedua anaknya untuk tidak di atopsi dan langsung di kembalikan kerumah di Penginapan Indah Fani untuk dilaksanakan pemakaman.

Motif sementara dari kejadian ini adalah kelalaian dan kurang pengawasan orang tua kepada kedua anak tersebut.

Rep/Red : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER