Waterfront City Morotai Mulai Dibangun, Abjan Sofyan: Saatnya Masyarakat Akan Kagum

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pulau Morotai, Dr.Ir. Abjan Sofyan,MT. Saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (1/8/2018), memaparkan soal pembangunan WFC. Ia mengatakan, perkembangan sebuah wilayah memang bisa saja membuat daerah di tepian air bertumbuh menjadi kota pesisir (waterfront city). Dengan konsep waterfront green and smart city maka daerah ditepian laut, bisa saja dikembangkan secara sengaja menjadi kota pesisir.

“Biasanya kota pesisir ini muncul karena bagian dari perkotaan yang berbatasan dengan perairan tersebut mengalami perkembangan.” pungkasnya

Menurut Abjan, beberapa kriteria waterfront city diantaranya, Pertama Berada di daerah tepian perairan besar seperti laut, kedua Punya pemandangan utama dan dominan ke arah perairan, dan Umumnya merupakan wilayah yang berwujud pelabuhan, perdagangan, pariwisata serta permukiman, ketiga karena berada ditepian perairan, maka waterfront city mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi, industri, pelabuhan dan permukiman.

“Untuk itu kota Daruba memenuhi kriteria tersebut, sehingga Bupati dengan dinas terkait mengambil langkah cepat membangun WFC dengan menggunakan sharing dana APBN dan APBD.” tandasnya

Tambahnya, terwujudnya pembangunan WCF ini karena sharing dana APBD dan APBN. besaran anggarannya 6.5 milyar berasal dari APBD untuk reklamasi timbunan, sedangkan dari APBN kurang lebih 20 milyar, untuk pembangunan talud, penataan ruang terbuka hijau jalan akses dan joging track.

Saat ini kata Abjan, pembangunan reklamasi timbunan WFC zona satu dilingkungan Kampung Cina Desa Daruba, sudah hampir rampung dan target pembangunannya selesai tahun depan. Dengan berbagai fasilitas umum yang akan dibangun diantaranya taman bermain anak, ruang fitnes terbuka, ruang terbuka hijau dan lain lain.

Sketsa Waterfront City Kabupaten Pulau Morotai

Disinggung soal dokumen amdal, Abjan menegaskan, setiap pembangunan reklamasi ada kajiannya dan amdal itu menjadi sebuah persyaratan dari reklamasi itu sendiri, tanpa dokumen amdal kita tidak bisa buat reklamasi dan konsep pembangunannya green and smart city (kota pantai dengan ruang terbuka hijau)

Dikatakannya, pembangunan Waterfront City zona satu, tahap satu akan menelan anggaran total kurang lebih 26,5 Milyar dan luar biasa karena pembangunannya lebih besar menggunakan sumber dana APBN.

“Kita harus berterima kasih kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma, karena kerja keras mereka akhirnya Kabupaten Pulau Morotai keciprat dana APBN yang cukup besar untuk pembangunan WFC,” ungkapnya

Sehingga Doktor muda ini berharap, masarakat harus pro aktif atas upaya upaya Benny-Asrun, yang tujuannya ingin mensejahterakan masyarakat.

“Saatnya masyarakat akan kagum setelah terjadi perubahan wajah kota daruba dan sebagai pusat pergerakan bisnis di sepanjang pesisir dengan berbagai fasilitas kuliner. Karena Pesisir pantai bukan lagi menjadi halaman belakang pemukiman tapi menjadi halaman depan sebuah perkotaan.” Pungkasnya mengakhiri komentarnya

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Waterfront City Morotai Mulai Dibangun, Abjan Sofyan: Saatnya Masyarakat Akan Kagum

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pulau Morotai, Dr.Ir. Abjan Sofyan,MT. Saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (1/8/2018), memaparkan soal pembangunan WFC. Ia mengatakan, perkembangan sebuah wilayah memang bisa saja membuat daerah di tepian air bertumbuh menjadi kota pesisir (waterfront city). Dengan konsep waterfront green and smart city maka daerah ditepian laut, bisa saja dikembangkan secara sengaja menjadi kota pesisir.

“Biasanya kota pesisir ini muncul karena bagian dari perkotaan yang berbatasan dengan perairan tersebut mengalami perkembangan.” pungkasnya

Menurut Abjan, beberapa kriteria waterfront city diantaranya, Pertama Berada di daerah tepian perairan besar seperti laut, kedua Punya pemandangan utama dan dominan ke arah perairan, dan Umumnya merupakan wilayah yang berwujud pelabuhan, perdagangan, pariwisata serta permukiman, ketiga karena berada ditepian perairan, maka waterfront city mempunyai fungsi sebagai tempat rekreasi, industri, pelabuhan dan permukiman.

“Untuk itu kota Daruba memenuhi kriteria tersebut, sehingga Bupati dengan dinas terkait mengambil langkah cepat membangun WFC dengan menggunakan sharing dana APBN dan APBD.” tandasnya

Tambahnya, terwujudnya pembangunan WCF ini karena sharing dana APBD dan APBN. besaran anggarannya 6.5 milyar berasal dari APBD untuk reklamasi timbunan, sedangkan dari APBN kurang lebih 20 milyar, untuk pembangunan talud, penataan ruang terbuka hijau jalan akses dan joging track.

Saat ini kata Abjan, pembangunan reklamasi timbunan WFC zona satu dilingkungan Kampung Cina Desa Daruba, sudah hampir rampung dan target pembangunannya selesai tahun depan. Dengan berbagai fasilitas umum yang akan dibangun diantaranya taman bermain anak, ruang fitnes terbuka, ruang terbuka hijau dan lain lain.

Sketsa Waterfront City Kabupaten Pulau Morotai

Disinggung soal dokumen amdal, Abjan menegaskan, setiap pembangunan reklamasi ada kajiannya dan amdal itu menjadi sebuah persyaratan dari reklamasi itu sendiri, tanpa dokumen amdal kita tidak bisa buat reklamasi dan konsep pembangunannya green and smart city (kota pantai dengan ruang terbuka hijau)

Dikatakannya, pembangunan Waterfront City zona satu, tahap satu akan menelan anggaran total kurang lebih 26,5 Milyar dan luar biasa karena pembangunannya lebih besar menggunakan sumber dana APBN.

“Kita harus berterima kasih kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos dan Wakil Bupati Asrun Padoma, karena kerja keras mereka akhirnya Kabupaten Pulau Morotai keciprat dana APBN yang cukup besar untuk pembangunan WFC,” ungkapnya

Sehingga Doktor muda ini berharap, masarakat harus pro aktif atas upaya upaya Benny-Asrun, yang tujuannya ingin mensejahterakan masyarakat.

“Saatnya masyarakat akan kagum setelah terjadi perubahan wajah kota daruba dan sebagai pusat pergerakan bisnis di sepanjang pesisir dengan berbagai fasilitas kuliner. Karena Pesisir pantai bukan lagi menjadi halaman belakang pemukiman tapi menjadi halaman depan sebuah perkotaan.” Pungkasnya mengakhiri komentarnya

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER