Bupati Bertemu Menko Maritim Demi Percepatan Pembangunan Kabupaten Morotai

i-malut.com, MOROTAI — Staf khusus Bupati Pulau Morotai, Samuel Samson, melalui bagian Humas Setda Pulau Morotai menyampaikan releasenya, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, pekan ini di jakarta.

Dalam relasenya dijelaskan bahwa, pada pertemuan itu menteri kemaritiman menyatakan mendukung penuh terhadap upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai.

“Dukungan dari Menko Maritim disampaikan saat menerima kunjungan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bersama Duta Besar Korea Selatan di Jakarta, Kim Chang-beom, dan Ketua Umum Jaringan Mobil Listrik Indonesia (IEVN), Prof. Dr. Ir. Muljowidodo Kartidjo, di Kantor Kemenko Maritim, Rabu 1/8/2018.” jelas Samson

Dukungan penuh yang diberikan Menko Maritim kepada Kabupaten Morotai, kata Samson, didasari karena besarnya potensi sumber daya yang dimiliki serta letak geografis yang strategis dari Kabupaten Pulau Morotai.

“Morotai memiliki kekayaan Sumber Daya Alam yang signifikan seperti perikanan dan pertanian, serta keindahan panorama alamnya bagi kepentingan pengembangan Industri Pariwisata Indonesia, serta letaknya yang strategis di wilayah perbatasan Pasific,” kata Samson mengutip ucapan Menko Maritim.

Itu sebabnya, Pemerintah Pusat memberikan sejumlah kebijakan penting dan strategis untuk dikembangkan di Kabupaten Pulau Morotai, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), “11 Destinasi Baru Pariwisata Indonesia”, Kawasan Perbatasan Negara, serta Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Kebijakan-kebijakan Strategis Nasional untuk Morotai ini berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Menteri (Permen).

“Nah, anda bisa simak sendiri betapa pentingnya Morotai bagi kepentingan sukses Pembangunan Nasional, Pemerataan Pembangunan di Kawasan Indonesia Timur, bagi Morotai itu sendiri sebagai suatu Sentra Baru Pertumbuhan Ekonomi, yang berdampak Lokal, Nasional, dan Kawasan,“ mengutip Menko Maritim.

Dalam kaitan itu, Menko Maritim menyambut baik, dan mendukung, bahkan meminta untuk segera diakselerasikan rencana kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dengan Calon Mitra dari Korea Selatan (Korsel). Menko Maritim bahkan mengajak Duta Besar Korsel di Jakarta, untuk memanfaatkan momentum baik saat ini, bagi para pebisnis Korsel untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di Morotai.

“Korea Selatan jangan mau ketinggalan dengan negara-negara lain, yang sedang genjar berinvestasi di Indonesia,” kata Menko Maritim.

Pulau Morotai sebagai Kabupaten baru, yang berkeinginan untuk dikembangkan secara benar dan tepat ke masa depan, maka Bupati Morotai, Benny Laos, telah mencanangkan salah satu Visi Pembangunan Morotai yaitu untuk menjadikan Morotai yang ramah lingkungan dan berbasis Kemajuan Teknologi, terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi, atau yang lebih dikenal sebagai “Green and Smart Development”.

“Inilah Visi kepemimpinan dan pembangunan dari Benny Laos dan Asrun Padoma”, kata Bupati Morotai.

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Pemda kabupaten Pulau Morotai berencana membangun kerjasama “Kota atau Pulau Kembar, Sister City / Island” dengan Pemerintah Provinsi Jeju, di Korea Selatan. Provinsi Jeju di Korsel terkenal sebagai Provinsi Kepulauan, seperti Morotai, yang secara ketat menerapkan prinsip pembangunan “Green & Smart” tersebut.

Bupati mencontohkan, Provinsi Jeju terkenal dengan Visi 2030-nya yaitu: “Jeju – Zero Carbon” atau sampai batas Tahun 2030, di Jeju tidak boleh ada lagi pemanfaatan energi berbasis fosil, yang tidak terbarukan, tetapi harus digantikan dengan Alternatif Sumber Energi yang bisa diperbaharui, yang tidak akan hilang, seperti energi surya, angin, arus laut, dan sejenisnya.

Belajar dari Jeju yang mulai mengembangkan dan memanfaatkan Industri Mobil Listrik sebagai turunan dari Visi “Green and Smart Island”, maka Pemkab Morotai berencana untuk ikut mengembangkan.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Bertemu Menko Maritim Demi Percepatan Pembangunan Kabupaten Morotai

i-malut.com, MOROTAI — Staf khusus Bupati Pulau Morotai, Samuel Samson, melalui bagian Humas Setda Pulau Morotai menyampaikan releasenya, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, pekan ini di jakarta.

Dalam relasenya dijelaskan bahwa, pada pertemuan itu menteri kemaritiman menyatakan mendukung penuh terhadap upaya percepatan pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai.

“Dukungan dari Menko Maritim disampaikan saat menerima kunjungan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, bersama Duta Besar Korea Selatan di Jakarta, Kim Chang-beom, dan Ketua Umum Jaringan Mobil Listrik Indonesia (IEVN), Prof. Dr. Ir. Muljowidodo Kartidjo, di Kantor Kemenko Maritim, Rabu 1/8/2018.” jelas Samson

Dukungan penuh yang diberikan Menko Maritim kepada Kabupaten Morotai, kata Samson, didasari karena besarnya potensi sumber daya yang dimiliki serta letak geografis yang strategis dari Kabupaten Pulau Morotai.

“Morotai memiliki kekayaan Sumber Daya Alam yang signifikan seperti perikanan dan pertanian, serta keindahan panorama alamnya bagi kepentingan pengembangan Industri Pariwisata Indonesia, serta letaknya yang strategis di wilayah perbatasan Pasific,” kata Samson mengutip ucapan Menko Maritim.

Itu sebabnya, Pemerintah Pusat memberikan sejumlah kebijakan penting dan strategis untuk dikembangkan di Kabupaten Pulau Morotai, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), “11 Destinasi Baru Pariwisata Indonesia”, Kawasan Perbatasan Negara, serta Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Kebijakan-kebijakan Strategis Nasional untuk Morotai ini berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Menteri (Permen).

“Nah, anda bisa simak sendiri betapa pentingnya Morotai bagi kepentingan sukses Pembangunan Nasional, Pemerataan Pembangunan di Kawasan Indonesia Timur, bagi Morotai itu sendiri sebagai suatu Sentra Baru Pertumbuhan Ekonomi, yang berdampak Lokal, Nasional, dan Kawasan,“ mengutip Menko Maritim.

Dalam kaitan itu, Menko Maritim menyambut baik, dan mendukung, bahkan meminta untuk segera diakselerasikan rencana kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dengan Calon Mitra dari Korea Selatan (Korsel). Menko Maritim bahkan mengajak Duta Besar Korsel di Jakarta, untuk memanfaatkan momentum baik saat ini, bagi para pebisnis Korsel untuk berinvestasi di Indonesia, termasuk di Morotai.

“Korea Selatan jangan mau ketinggalan dengan negara-negara lain, yang sedang genjar berinvestasi di Indonesia,” kata Menko Maritim.

Pulau Morotai sebagai Kabupaten baru, yang berkeinginan untuk dikembangkan secara benar dan tepat ke masa depan, maka Bupati Morotai, Benny Laos, telah mencanangkan salah satu Visi Pembangunan Morotai yaitu untuk menjadikan Morotai yang ramah lingkungan dan berbasis Kemajuan Teknologi, terutama Teknologi Informasi dan Komunikasi, atau yang lebih dikenal sebagai “Green and Smart Development”.

“Inilah Visi kepemimpinan dan pembangunan dari Benny Laos dan Asrun Padoma”, kata Bupati Morotai.

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Pemda kabupaten Pulau Morotai berencana membangun kerjasama “Kota atau Pulau Kembar, Sister City / Island” dengan Pemerintah Provinsi Jeju, di Korea Selatan. Provinsi Jeju di Korsel terkenal sebagai Provinsi Kepulauan, seperti Morotai, yang secara ketat menerapkan prinsip pembangunan “Green & Smart” tersebut.

Bupati mencontohkan, Provinsi Jeju terkenal dengan Visi 2030-nya yaitu: “Jeju – Zero Carbon” atau sampai batas Tahun 2030, di Jeju tidak boleh ada lagi pemanfaatan energi berbasis fosil, yang tidak terbarukan, tetapi harus digantikan dengan Alternatif Sumber Energi yang bisa diperbaharui, yang tidak akan hilang, seperti energi surya, angin, arus laut, dan sejenisnya.

Belajar dari Jeju yang mulai mengembangkan dan memanfaatkan Industri Mobil Listrik sebagai turunan dari Visi “Green and Smart Island”, maka Pemkab Morotai berencana untuk ikut mengembangkan.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER