Diterpa Angin, Merah Putih Terkoyak Ditangan Paskibraka

i-malut.com, MOROTAI — Pada Jumat tanggal 17 Agustus 2018 pukul 09.30 WIT, bertempat di Lapangan MTQ Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, Pemda Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI Ke-73 tahun 2018, waktunya molor satu stengah jam dari yang di rencanakan panitia HUT RI yakni pukul 08.00 WIT.

Hi. Asrun Padoma, MSI, Wakil Bupati Pulau Morotai, bertindak selaku inspektur upacara dan Komandan Upacara Kapten Tek Aditia ST. HAN, Perwira Upacara Letda Kes Andrius Raymos.

Asrun Padoma, MSI, bertindak sebagai inspektur upacara, pada HUT Kemerdekaan RI ke 73 thn

Turut hadir Bupati Pulau Morotai Beny Laos, mewakili Dandim 1508/Tobelo Mayor Inf Mulhaman (Danramil 1508-05/Daruba), Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P Sitanggang, Danlanal Morotai Morotai Letkol laut (P) Kariady Bangun, mewakili Danlanud Leo Wattimena Letkol Adm Kubais Baraham (Kadispers Lanud Leo Wattimena), dan tiga unsur pimpinan DPRD morotai.

Tamu undangan serta pasukan upacara terdiri dari 1 SST Personil Gabungan TNI AD, 1 SST TNI AU Lanud Leo Wattimena, 1 SST TNI AL Lanal Morotai, 1 SST Polres Pulau Morotai, 1 SST SATPOL PP Pemda Morotai, 2 SSK ASN Lingkup pemda Morotai, 1 SSK Pramuka, 1 SSK Siswa Siswi SMA, 1 SSK Siswa SISWI SMP, 1 SSK SISWA SMK Maritim Morotai, jumlah yang hadir kurang lebih 500 orang.

Teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan Fahri Hairudin, Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Upacara selesai pukul 10.35 WIT, terpantau berjalan sedikit tersendat saat bendera mau dikibarkan. Insiden kecil yang terjadi di detik-detik pengibaran bendera apakah karena tiupan angin atau kesalahan pembawa baki, Totike Putri Morotai Lohor, sehingga bendera diatas baki sebagian terjatuh, namun segera diatasi salah satu pelatih setelah menghampirinya. Kesalahan kembali terjadi saat sang saka merah putih mau dibentang untuk dikibarkan, benderanya dipegang terputar.

Saat mau dibentangkan, Merah Putih kembali terkoyak

Ingin tau penyebab insiden ini, media ini mengkonfirmasi bapak Lukman, sebagai kordinator Pelatih Paskibraka Kabupaten Pulau Morotai tahun 2018 via whatsApp, namun tidak di jawab alias memilih bungkam.

Sementara Lisa Listiawati Lanoni, SKM. salah satu pelatih memberi keterangan lewat mesengger, bahwa insiden itu terjadi karena diterpa angin,

“Memang saat mau pengibaran bendera angin mulai bertiup, kebutulan posisi saya di samping MC saat pembawa baki turun dari tangga menuju lapangan saya sudah lihat bahwa ujung bendera itu sudah bermain karena ditiup angin, dalam hati saya sangat khawatir karena angin sudah bertiup kencang, bertepatan dengn kain bendera macam itu maka insiden cepat sekali terjdi karena faktor alam, jadi ini bukan faktor kesengajaan manusia.”ungkapnya

Namun insiden itu tidak menghambat dan mengurangi semangat kemerdekaan dan berlangsungnya upacara, karena semuanya segera diatasi dan tugas dituntaskan dengan baik.

Rep/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Diterpa Angin, Merah Putih Terkoyak Ditangan Paskibraka

i-malut.com, MOROTAI — Pada Jumat tanggal 17 Agustus 2018 pukul 09.30 WIT, bertempat di Lapangan MTQ Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, Pemda Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI Ke-73 tahun 2018, waktunya molor satu stengah jam dari yang di rencanakan panitia HUT RI yakni pukul 08.00 WIT.

Hi. Asrun Padoma, MSI, Wakil Bupati Pulau Morotai, bertindak selaku inspektur upacara dan Komandan Upacara Kapten Tek Aditia ST. HAN, Perwira Upacara Letda Kes Andrius Raymos.

Asrun Padoma, MSI, bertindak sebagai inspektur upacara, pada HUT Kemerdekaan RI ke 73 thn

Turut hadir Bupati Pulau Morotai Beny Laos, mewakili Dandim 1508/Tobelo Mayor Inf Mulhaman (Danramil 1508-05/Daruba), Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P Sitanggang, Danlanal Morotai Morotai Letkol laut (P) Kariady Bangun, mewakili Danlanud Leo Wattimena Letkol Adm Kubais Baraham (Kadispers Lanud Leo Wattimena), dan tiga unsur pimpinan DPRD morotai.

Tamu undangan serta pasukan upacara terdiri dari 1 SST Personil Gabungan TNI AD, 1 SST TNI AU Lanud Leo Wattimena, 1 SST TNI AL Lanal Morotai, 1 SST Polres Pulau Morotai, 1 SST SATPOL PP Pemda Morotai, 2 SSK ASN Lingkup pemda Morotai, 1 SSK Pramuka, 1 SSK Siswa Siswi SMA, 1 SSK Siswa SISWI SMP, 1 SSK SISWA SMK Maritim Morotai, jumlah yang hadir kurang lebih 500 orang.

Teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibacakan Fahri Hairudin, Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Upacara selesai pukul 10.35 WIT, terpantau berjalan sedikit tersendat saat bendera mau dikibarkan. Insiden kecil yang terjadi di detik-detik pengibaran bendera apakah karena tiupan angin atau kesalahan pembawa baki, Totike Putri Morotai Lohor, sehingga bendera diatas baki sebagian terjatuh, namun segera diatasi salah satu pelatih setelah menghampirinya. Kesalahan kembali terjadi saat sang saka merah putih mau dibentang untuk dikibarkan, benderanya dipegang terputar.

Saat mau dibentangkan, Merah Putih kembali terkoyak

Ingin tau penyebab insiden ini, media ini mengkonfirmasi bapak Lukman, sebagai kordinator Pelatih Paskibraka Kabupaten Pulau Morotai tahun 2018 via whatsApp, namun tidak di jawab alias memilih bungkam.

Sementara Lisa Listiawati Lanoni, SKM. salah satu pelatih memberi keterangan lewat mesengger, bahwa insiden itu terjadi karena diterpa angin,

“Memang saat mau pengibaran bendera angin mulai bertiup, kebutulan posisi saya di samping MC saat pembawa baki turun dari tangga menuju lapangan saya sudah lihat bahwa ujung bendera itu sudah bermain karena ditiup angin, dalam hati saya sangat khawatir karena angin sudah bertiup kencang, bertepatan dengn kain bendera macam itu maka insiden cepat sekali terjdi karena faktor alam, jadi ini bukan faktor kesengajaan manusia.”ungkapnya

Namun insiden itu tidak menghambat dan mengurangi semangat kemerdekaan dan berlangsungnya upacara, karena semuanya segera diatasi dan tugas dituntaskan dengan baik.

Rep/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER