Unjuk Rasa Warga Cio Dalam Minta Bupati Pecat dan Adili Kades

i-malut.com, MOROTAI — Forum Mahasiswa Peduli Rakyat Morotai (FOPERAMOR) bersama masyarakat desa cio dalam melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati dan kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (20/8/2018) siang menjelang sore dengan jumlah masa kurang lebih 25 orang.

Koordinator aksi Sony Baulemo, bersama masa aksi menggunakan sarana penunjang berupa ; Satu buah mobil pick up, Dua buah megafon, satu bendera Merah-Putih dan satu  buah spanduk bertuliskan : ” Copot dan adili kades cio dalam Derce Mokar karena telah menginjak-nginjak nilai-nilai Pancasila”

Irfan, sebagai orator tunggal dalam aksi ini menyampaikan segala bentuk kegiatan Pemda di desa berupa bantuan melalui Pemdes tidak tersalurkan dengan baik. Misalnya Program dapur sehat satupun tidak ada yang diselesaikan, padahal pengadaan materialnya semua di swadayakan, hingga saat ini tidak ada pelayanan yang tersalur di dusun loloro merupakan anak desa cio dalam sebagaimana yang telah dijanjikan.

“Untuk itu kami meminta Bupati segera hadir menyelesaikan segala penyelewengan anggaran yang dilakukan Kades cio dalam Derce Mokar. Jika tidak maka kami nyatakan Bupati Beni Laos, gagal mengimplementasikan amanah UUD 45.” teriaknya

Warga Desa Cio Dalam Kecamatan Morotai Barat, saat melakukan aksi di depan gedung DPRD Pulau Morotai

Lebih lanjut orasinya, bahwa Kades cio dalam tidak bisa lagi di pertahankan karena tidak adil dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sering melakukan tindakan sepihak dalam menyelesaikan berbagai masalah di desa cio dalam.

Selain itu, Irfan membacakan pernyataan sikap, yakni;

Bupati segera copot dan adili kades Cio dalam, Derce Mokar.
Hentikan sementara seluruh jenis pencairan anggaran desa untuk  desa cio dalam.
Efektifkan kinerja BPMD & Inspektorat untuk kesejahteraan masyarakat desa cio dalam dan aktifkan kembali anggota BPD, Kaur pemerintahan desa serta tenaga medis yang di pecat Kades.

Pantauan media ini, masa aksi hanya berorasi, tidak melakukan hearing dengan Pemda Pulau Morotai, usai itu massa aksi melanjutkan ke kantor DPRD untuk menyampaikan bobotan orasinya.

Namun pupuslah harapan masa aksi agar dapat  hearing dengan anggota DPRD sebagai wakil rakyat, karena satupun anggota DPRD tidak berada dikantor

“Kami sangat kecewa dengan anggota DPRD yang  tidak peduli dengan  nasib masyarakat Cio dalam, hal ini terbukti dua hari sebelumnya kami kesini telah menyurat, namun kenyataan hari ini tidak ada satupun anggota dewan yang siap melayani kedatangan kami.” Sembur Korlap Sony Baulemo

Tambahnya, “mereka hanya membutuhkan kami di saat momen politik sedang berlangsung, namun setelah itu kami dibiarkan seperti hewan liar.”

Tidak satupun anggota dewan berkantor, bukan karena sengaja, tetapi mereka sementara menjalankan tugas masa reses.

“Anggota DPRD selurunya ada turun reses ke dapilnya masing-masing, sehingga tidak berkantor “ungkap salaH satu pegawai sekertariat DPRD

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Unjuk Rasa Warga Cio Dalam Minta Bupati Pecat dan Adili Kades

i-malut.com, MOROTAI — Forum Mahasiswa Peduli Rakyat Morotai (FOPERAMOR) bersama masyarakat desa cio dalam melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati dan kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (20/8/2018) siang menjelang sore dengan jumlah masa kurang lebih 25 orang.

Koordinator aksi Sony Baulemo, bersama masa aksi menggunakan sarana penunjang berupa ; Satu buah mobil pick up, Dua buah megafon, satu bendera Merah-Putih dan satu  buah spanduk bertuliskan : ” Copot dan adili kades cio dalam Derce Mokar karena telah menginjak-nginjak nilai-nilai Pancasila”

Irfan, sebagai orator tunggal dalam aksi ini menyampaikan segala bentuk kegiatan Pemda di desa berupa bantuan melalui Pemdes tidak tersalurkan dengan baik. Misalnya Program dapur sehat satupun tidak ada yang diselesaikan, padahal pengadaan materialnya semua di swadayakan, hingga saat ini tidak ada pelayanan yang tersalur di dusun loloro merupakan anak desa cio dalam sebagaimana yang telah dijanjikan.

“Untuk itu kami meminta Bupati segera hadir menyelesaikan segala penyelewengan anggaran yang dilakukan Kades cio dalam Derce Mokar. Jika tidak maka kami nyatakan Bupati Beni Laos, gagal mengimplementasikan amanah UUD 45.” teriaknya

Warga Desa Cio Dalam Kecamatan Morotai Barat, saat melakukan aksi di depan gedung DPRD Pulau Morotai

Lebih lanjut orasinya, bahwa Kades cio dalam tidak bisa lagi di pertahankan karena tidak adil dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sering melakukan tindakan sepihak dalam menyelesaikan berbagai masalah di desa cio dalam.

Selain itu, Irfan membacakan pernyataan sikap, yakni;

Bupati segera copot dan adili kades Cio dalam, Derce Mokar.
Hentikan sementara seluruh jenis pencairan anggaran desa untuk  desa cio dalam.
Efektifkan kinerja BPMD & Inspektorat untuk kesejahteraan masyarakat desa cio dalam dan aktifkan kembali anggota BPD, Kaur pemerintahan desa serta tenaga medis yang di pecat Kades.

Pantauan media ini, masa aksi hanya berorasi, tidak melakukan hearing dengan Pemda Pulau Morotai, usai itu massa aksi melanjutkan ke kantor DPRD untuk menyampaikan bobotan orasinya.

Namun pupuslah harapan masa aksi agar dapat  hearing dengan anggota DPRD sebagai wakil rakyat, karena satupun anggota DPRD tidak berada dikantor

“Kami sangat kecewa dengan anggota DPRD yang  tidak peduli dengan  nasib masyarakat Cio dalam, hal ini terbukti dua hari sebelumnya kami kesini telah menyurat, namun kenyataan hari ini tidak ada satupun anggota dewan yang siap melayani kedatangan kami.” Sembur Korlap Sony Baulemo

Tambahnya, “mereka hanya membutuhkan kami di saat momen politik sedang berlangsung, namun setelah itu kami dibiarkan seperti hewan liar.”

Tidak satupun anggota dewan berkantor, bukan karena sengaja, tetapi mereka sementara menjalankan tugas masa reses.

“Anggota DPRD selurunya ada turun reses ke dapilnya masing-masing, sehingga tidak berkantor “ungkap salaH satu pegawai sekertariat DPRD

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER