Dua Nelayan Bere Bere Yang Hilang Seorang Sudah Ditemukan

i-malut.com, MOROTAI — Dua orang nelayan warga desa bere bere, kecamatan Morotai Utara, Djaelan Mandea (65) tahun dan Nahrin Batawi (45) tahun, dikabarkan hilang pada, Kamis, (21/8/2018) sore.

Nahrin Batawi berhasil ditemukan dan sementara dirawat di Rumah Sakit, sementara Djaelan Mandea masih dalam pencarian.

Informasi hilangnya dua nelayan, media ini mendapat informasi dari warga bere bere, Rochmasari Rope. Ia menjelaskan, kedua nelayan ini pergi melaut pada hari Kamis 21/8, pukul 7.30 WIT. pagi menggunakan perahu atau bodi berukuran 3GT dan menggunakan mesin 15 PK. Tujuan melaut atau mencari ikan di rumpon dekat yang jaraknya 13 mil dari desa bere bere, atau satu jam waktu tempuh dengan membawa persiapan BBM 10 liter.

“Mereka pergi sekitar pukul 07.30 WIT pagi, perjalanan kurang lebih 1 jam tiba di rumpon, setelah tiba di rumpon sempat mancing ikan, tepat pukul 10.00 mereka naik ke rumpon dengan tujuan istraht sejenak sambil memperbaiki tali rakit pontong rumpon yang sudah rusak.” ungkapnya meniru penjelasan seorang nelayan yang telah ditemukan.

Rochmasari Rope, warga Desa Bere Bere Kecamatan Morotai Utara.

Lanjutnya, setengah jam kemudian mereka terkejut karena tali perahu yang di ikat di rumpon terlepas dan hanyut terbawa arus sekita 60 meter dari rakit, serentak itu keduanya langsung meloncat kelaut dan berenang menuju bodi menggunakan 2 lembar papan, tapi karena kencangnya arus membuat perahu semakin menjauh dan meraka tidak bisa sampai ke bodi. Akhirnya mereka berusaha menyelamatkan diri masing-masing tetapi tidak bisa melawan arus terpaksa hanyut hanya mengikuti arah arus.

“Tepat pukul 22.00 wit malam mereka sudah hanyut dan terapung apung di depan lampu tanda lalulintas laut tanjung sopi, sekitar 26 mil dari desa sopi, pukul 10 pagi masih di depan sopi, tapi sudah lebih dekat, sekitar 12 mil, kurang lebih pukul 15.00 Wit, posisi mereka sudah diseret arus ke depan desa pangeo sekitar 5 mil jaraknya.

“Mereka berdua masih bersama sama, namun pak djae meminta nahrin duluan menepi ke pesisir pantai untuk minta bantuan, tepat jam 06 sore karena di seret arus Nahrin terdampar di desa lusuo.”katanya meniru keterangan Nahrin

Menurut Rohmasari, nelayan biasa mancing kalau pergi pagi, sorenya pukul 15.00 Wit sudah balik ke kampung, namun sampai pukul 20.00 Wit mereka belum pulang, maka masyarakat berkesimpulan hilang dan pergi mencari malam itu juga tapi tidak ketemu.

Kata Rochma, sesuai keterangan Nahrin, korban yang ditemukan, saat korban terdampar di pantai desa lusuo sudah sangat lemas kondisinya dan tidak berdaya. Namun ada anak perempuan berumur kurang lebih 15 tahun ke pantai dan melihat korban, anak itupun balik memanggil warga dan beramai ramai menyelamatkan korban.

“Saat ini korban masih di rawat di rumah sakit bere bere karena masih lemas, tetapi sudah smakin membaik.” ungkapnya.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dua Nelayan Bere Bere Yang Hilang Seorang Sudah Ditemukan

i-malut.com, MOROTAI — Dua orang nelayan warga desa bere bere, kecamatan Morotai Utara, Djaelan Mandea (65) tahun dan Nahrin Batawi (45) tahun, dikabarkan hilang pada, Kamis, (21/8/2018) sore.

Nahrin Batawi berhasil ditemukan dan sementara dirawat di Rumah Sakit, sementara Djaelan Mandea masih dalam pencarian.

Informasi hilangnya dua nelayan, media ini mendapat informasi dari warga bere bere, Rochmasari Rope. Ia menjelaskan, kedua nelayan ini pergi melaut pada hari Kamis 21/8, pukul 7.30 WIT. pagi menggunakan perahu atau bodi berukuran 3GT dan menggunakan mesin 15 PK. Tujuan melaut atau mencari ikan di rumpon dekat yang jaraknya 13 mil dari desa bere bere, atau satu jam waktu tempuh dengan membawa persiapan BBM 10 liter.

“Mereka pergi sekitar pukul 07.30 WIT pagi, perjalanan kurang lebih 1 jam tiba di rumpon, setelah tiba di rumpon sempat mancing ikan, tepat pukul 10.00 mereka naik ke rumpon dengan tujuan istraht sejenak sambil memperbaiki tali rakit pontong rumpon yang sudah rusak.” ungkapnya meniru penjelasan seorang nelayan yang telah ditemukan.

Rochmasari Rope, warga Desa Bere Bere Kecamatan Morotai Utara.

Lanjutnya, setengah jam kemudian mereka terkejut karena tali perahu yang di ikat di rumpon terlepas dan hanyut terbawa arus sekita 60 meter dari rakit, serentak itu keduanya langsung meloncat kelaut dan berenang menuju bodi menggunakan 2 lembar papan, tapi karena kencangnya arus membuat perahu semakin menjauh dan meraka tidak bisa sampai ke bodi. Akhirnya mereka berusaha menyelamatkan diri masing-masing tetapi tidak bisa melawan arus terpaksa hanyut hanya mengikuti arah arus.

“Tepat pukul 22.00 wit malam mereka sudah hanyut dan terapung apung di depan lampu tanda lalulintas laut tanjung sopi, sekitar 26 mil dari desa sopi, pukul 10 pagi masih di depan sopi, tapi sudah lebih dekat, sekitar 12 mil, kurang lebih pukul 15.00 Wit, posisi mereka sudah diseret arus ke depan desa pangeo sekitar 5 mil jaraknya.

“Mereka berdua masih bersama sama, namun pak djae meminta nahrin duluan menepi ke pesisir pantai untuk minta bantuan, tepat jam 06 sore karena di seret arus Nahrin terdampar di desa lusuo.”katanya meniru keterangan Nahrin

Menurut Rohmasari, nelayan biasa mancing kalau pergi pagi, sorenya pukul 15.00 Wit sudah balik ke kampung, namun sampai pukul 20.00 Wit mereka belum pulang, maka masyarakat berkesimpulan hilang dan pergi mencari malam itu juga tapi tidak ketemu.

Kata Rochma, sesuai keterangan Nahrin, korban yang ditemukan, saat korban terdampar di pantai desa lusuo sudah sangat lemas kondisinya dan tidak berdaya. Namun ada anak perempuan berumur kurang lebih 15 tahun ke pantai dan melihat korban, anak itupun balik memanggil warga dan beramai ramai menyelamatkan korban.

“Saat ini korban masih di rawat di rumah sakit bere bere karena masih lemas, tetapi sudah smakin membaik.” ungkapnya.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER