Diduga Jual Beli ijazah Palsu, Bupati Halsel Didesak Copot Ketua PKBM Sosoro dan Kades Palamea

i-malut.com, LABUHA — Kepala Desa Palamea kecamatan Kasiruta Barat, Ibrahim A Heri dan kepala PKBM Sosoro Husrin P Sangaji yang juga kepala sekolah SDN 127 Songa kecamatan Bacan Timur, di Duga kuat terlibat jual beli ijazah Paket C palsu.

Ijazah Paket C yang dibeli Ibrahim A Heri kepada Husri P Sangadji tersebut digunakan untuk kepentingan mencalonkan diri sebagai kepala Desa Palamea kecamatan Kasiruta Barat kabupaten Halmahera selatan, Periode 2016-2022,

Diketahui, Ibrahim A Heri saat mencalonkan diri sebagai kepala Desa, pada saat memasukkan berkas Persyaratan pencalonan Kades, dirinya masih menggunakan surat keterengan kepemilikan ijazah yang dinyatakan hilang.

Sementara Surat keterangan kepemilikan ijazah yang dikeluarkan oleh kepala PKBM sosoro Husrin P Sangaji yang didalam surat keterangan “palsu” kepemilikan ijazah tersebut menggunakan nomor induk ijazah milik salah seorang warga Desa Bobo kecamatan Botang lomang yang dinyatakan Lulus Paket C pada PKBM Sosoro.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh LSM Front Delik Anti korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera selatan. Melalu sekretaris FDAK, M. Ali Sidik kepada wartawan, Selasa (28/08/2018) mengatakan, pihaknya mendesak kepada pihak Polres Halmahera Selatan agar melakukan penyelidikan terkait kasus jual beli Ijazah Palsu yang diduga dilakukan oleh Kepala PKBM Sosoro, Husrin P Sangaji dan kepala Desa Palamea Ibrahim A heri.

Menurut M. Ali, yang bersangkutan (Kades Palamea terpilih) diduga setelah berhasil terpilih sebagai Kades barulah mengikuti ujian persamaan pada PKBM Sosoro pada tahun ajaran 2017-2018.

Ia menduga, ujian persamaan paket C yang diikuti oleh kepala Desa Palamea ini diduga kuat agar Kades palamea dan kepala pengelola PKBM Sosoro Husrin P sangaji terhindar dari kasus jual ijazah palsu yang digunakan sebelumnya.

“Olehnya itu kami mendesak kepada Bupati Halsel Hi Bahrain Kasuba segera mengevaluasi kepala sekolah SDN 127 Songa dan mencopot kepala Desa Palamea serta Diknas Halsel diminta mencabut izin operasional PKBM Sosoro yang dikelola oleh Husrin P Sangaji.” Pintahnya.

Sementara itu kepala pengelola PKBM Sosoro Kabupaten Halmahera selatan, Husrin P Sangaji saat di wawancarai wartawan belum lama ini mengaku, pihaknya mengeluarkan surat keterangan kelulusan kepala Desa Palamea pada PKBM Sosoro ini atas perintah dari atasannya, namun dirinya tidak mau menyebutkan siapa atasannya yang memerintahknaya untuk mengeluarkan surat keterangan kelulusan Paket C pada PKBM sosoro tersebut.

Dikatakannya, atas perintah atasannya tersebut, pihaknya memberanikan diri untuk mengeluarkan surat keterangan kelulusan dan memiliki ijazah palsu demi kepentingan pencalonan Ibrahim A Heri sebagai calon kepala Desa Palamea kecamatan kasiruta Barat.

Husrin juga mengakui, kalau Kades Palamea Ibrahim A Heri sebelum mencalonkan diri sebagai kepala Desa, belum mengikuti ujian paket C.

“Setelah terpilih sebagai kades Palamea baru yang bersangkutan mengikuti ujian paket C pada PKBM Sosoro pada tahun ajaran 2017-2018 sehingga surat keterangan kelulusan Paket C yang dikeluarkan sebelumnya Itu palsu.” Akuinya.

Red/Rep : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Diduga Jual Beli ijazah Palsu, Bupati Halsel Didesak Copot Ketua PKBM Sosoro dan Kades Palamea

i-malut.com, LABUHA — Kepala Desa Palamea kecamatan Kasiruta Barat, Ibrahim A Heri dan kepala PKBM Sosoro Husrin P Sangaji yang juga kepala sekolah SDN 127 Songa kecamatan Bacan Timur, di Duga kuat terlibat jual beli ijazah Paket C palsu.

Ijazah Paket C yang dibeli Ibrahim A Heri kepada Husri P Sangadji tersebut digunakan untuk kepentingan mencalonkan diri sebagai kepala Desa Palamea kecamatan Kasiruta Barat kabupaten Halmahera selatan, Periode 2016-2022,

Diketahui, Ibrahim A Heri saat mencalonkan diri sebagai kepala Desa, pada saat memasukkan berkas Persyaratan pencalonan Kades, dirinya masih menggunakan surat keterengan kepemilikan ijazah yang dinyatakan hilang.

Sementara Surat keterangan kepemilikan ijazah yang dikeluarkan oleh kepala PKBM sosoro Husrin P Sangaji yang didalam surat keterangan “palsu” kepemilikan ijazah tersebut menggunakan nomor induk ijazah milik salah seorang warga Desa Bobo kecamatan Botang lomang yang dinyatakan Lulus Paket C pada PKBM Sosoro.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh LSM Front Delik Anti korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera selatan. Melalu sekretaris FDAK, M. Ali Sidik kepada wartawan, Selasa (28/08/2018) mengatakan, pihaknya mendesak kepada pihak Polres Halmahera Selatan agar melakukan penyelidikan terkait kasus jual beli Ijazah Palsu yang diduga dilakukan oleh Kepala PKBM Sosoro, Husrin P Sangaji dan kepala Desa Palamea Ibrahim A heri.

Menurut M. Ali, yang bersangkutan (Kades Palamea terpilih) diduga setelah berhasil terpilih sebagai Kades barulah mengikuti ujian persamaan pada PKBM Sosoro pada tahun ajaran 2017-2018.

Ia menduga, ujian persamaan paket C yang diikuti oleh kepala Desa Palamea ini diduga kuat agar Kades palamea dan kepala pengelola PKBM Sosoro Husrin P sangaji terhindar dari kasus jual ijazah palsu yang digunakan sebelumnya.

“Olehnya itu kami mendesak kepada Bupati Halsel Hi Bahrain Kasuba segera mengevaluasi kepala sekolah SDN 127 Songa dan mencopot kepala Desa Palamea serta Diknas Halsel diminta mencabut izin operasional PKBM Sosoro yang dikelola oleh Husrin P Sangaji.” Pintahnya.

Sementara itu kepala pengelola PKBM Sosoro Kabupaten Halmahera selatan, Husrin P Sangaji saat di wawancarai wartawan belum lama ini mengaku, pihaknya mengeluarkan surat keterangan kelulusan kepala Desa Palamea pada PKBM Sosoro ini atas perintah dari atasannya, namun dirinya tidak mau menyebutkan siapa atasannya yang memerintahknaya untuk mengeluarkan surat keterangan kelulusan Paket C pada PKBM sosoro tersebut.

Dikatakannya, atas perintah atasannya tersebut, pihaknya memberanikan diri untuk mengeluarkan surat keterangan kelulusan dan memiliki ijazah palsu demi kepentingan pencalonan Ibrahim A Heri sebagai calon kepala Desa Palamea kecamatan kasiruta Barat.

Husrin juga mengakui, kalau Kades Palamea Ibrahim A Heri sebelum mencalonkan diri sebagai kepala Desa, belum mengikuti ujian paket C.

“Setelah terpilih sebagai kades Palamea baru yang bersangkutan mengikuti ujian paket C pada PKBM Sosoro pada tahun ajaran 2017-2018 sehingga surat keterangan kelulusan Paket C yang dikeluarkan sebelumnya Itu palsu.” Akuinya.

Red/Rep : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...