Aksi PGRI Syarat Kepentingan Gulingkan Kadikbud

i-malut.com, MOROTAI — Puluhan guru sekolah dasar (SD) dan guru sekolah menengah pertama (SMP), tergabung dalam organisasi PGRI Pulau Morotai melakukan orasi dan hearing dengan Pemda Kabupaten Pulau Morotai.

Mereka melakukan orasi didepan kantor bupati dan diterima Sekda Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Khraie, didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Revi F Dara dan Kapolres Pulau Morotai, di lantai II Kantor Bupati, Senin (3/9/2018) siang.

PGRI saat menyampaikan orasi di depan Kantor Bupati Pulau Morotai.

Ada enam tuntutan yang mereka tuangkan dalam pernyataan sikap, yakni; realisasi SK Pangkat periode oktober 2017 dan april 2018, Revisi Perbub dana BOS, Mendorong percepat wisudawan dan wisudawati UNIPAS, Kesejahteraan guru SMA sederajat, Honorer K2 diangkat menjadi ASN dan mengganti Kadis pendidikan karena PGRI menilai tidak mampu.

Namun sangat disayangkan karena sejumlah tuntutan yang disampaikan Ketua PGRI Pulau Morotai, Arafik M Rahman, ditolak sejumlah guru.

Dalam berlangsungnya Hearing yang dikendalikan Kapolres Morotai dan Sekda Pulau Morotai Muhammad M Kharie, mengawali pembicaraan ini mengatakan, mogok belajar yang dilakukan sejumlah guru adalah tindakan yang sangat tidak terpuji dan bukan contoh yang baik karena telah mengorbankan anak murid tidak belajar hari ini.

“Padahal banyak cara yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan masalah tidak harus dengan aksi dan meninggalkan tugas” ungkapnya

Kenaikan pangkat 2017-2018 kata Sekda sudah diusulkan ke BKN dan sudah di terima, SKnya sudah ada tinggal di tandatangani Bupati, untuk membuktikan kinerja para guru itu baik agar Bupati segera menandatangani SK tersebut harus ada rekomendasi kepala sekolah kemudian di kroscek kelapangan kembali.

“Selama ini rekomendasi Kepsek tidak dimasukkan dalam pengusulan SK kenaikan pangkat.” tandasnya

Sementara masalah dana BOS, Wisuda Unipas, Kesejahteraan guru SMA sederajat, K2 diangkat jadi PNS dan ganti kadis semuanya salah kaprah dan tidak punya dasar yang jelas,

“Sebenarnya kalian cek atau konfirmasi kebenarannya dulu baru ajukan tuntutan agar tidak salah kaprah, karena dari enam poin tuntutan hanya poin pertama yang tepat sasaran yang lainnya bukan kewenangan kami dan tidak berdasar, ” tegas sekda Muhammad M karie.

Setelah mendapat penjelasan panjang dari Sekda soal kewenangan dan aturan yang mengatur semua tuntutan itu, para guru baru mengerti duduk persoalannya,

“Setelah mendapat penjelasan baru kami puas, tetapi kami juga kaget ada tuntutan lain dari PGRI padahal yang kami para guru tau hanya soal realisasi SK kenaikan pangkat pangkat oktober 2017 dan april 2918 yang kami tuntut, yang lain kami tidak tau,” ungkap salah satu guru SD dalam forum hearing tersebut.

Selain itu sejumlah guru dari kecamatan morotai timur merasa di bohongi ketua PGRI Arafik M Rahman, karena undangan yang mereka terima adalah rapat akbar bukan aksi,

“Jujur kami sangat kaget dan merasa dibohongi karena kami di undang ketua PGRI itu rapat akbar bukan aksi, sampai disini baru kami tau, sesungguhnya tuntutan itu bukan kesepakatan para guru, tetapi hanya segelintir orang dalam tubuh PGRI, ini pengalaman berikut kami para guru harus lebih selektif lagi jangan sampai dimanfaatkan kayak begini, masa kita tidak tau kok ada tuntutan minta kadis pendidikan diganti, inikan bahaya.” ungkap para guru yang mengaku dari kecamatan morotai timur.

Salah satu sumber kuat di Dikbud Pulau Morotai menegaskan, regulasi tuntutan yang disampaikan hanyalah kemasan tapi intinya ketua PGRI dan kelompoknya mau mengganti kadis.

“Sejumlah tuntutan yang disampaikan hanya pintu masuk untuk gulingkan kadis Pendidikan Revi F Dara, “ungkap sumber tersebut yang tidak ingin namanya dipublis.

Red/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Aksi PGRI Syarat Kepentingan Gulingkan Kadikbud

i-malut.com, MOROTAI — Puluhan guru sekolah dasar (SD) dan guru sekolah menengah pertama (SMP), tergabung dalam organisasi PGRI Pulau Morotai melakukan orasi dan hearing dengan Pemda Kabupaten Pulau Morotai.

Mereka melakukan orasi didepan kantor bupati dan diterima Sekda Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad M Khraie, didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Revi F Dara dan Kapolres Pulau Morotai, di lantai II Kantor Bupati, Senin (3/9/2018) siang.

PGRI saat menyampaikan orasi di depan Kantor Bupati Pulau Morotai.

Ada enam tuntutan yang mereka tuangkan dalam pernyataan sikap, yakni; realisasi SK Pangkat periode oktober 2017 dan april 2018, Revisi Perbub dana BOS, Mendorong percepat wisudawan dan wisudawati UNIPAS, Kesejahteraan guru SMA sederajat, Honorer K2 diangkat menjadi ASN dan mengganti Kadis pendidikan karena PGRI menilai tidak mampu.

Namun sangat disayangkan karena sejumlah tuntutan yang disampaikan Ketua PGRI Pulau Morotai, Arafik M Rahman, ditolak sejumlah guru.

Dalam berlangsungnya Hearing yang dikendalikan Kapolres Morotai dan Sekda Pulau Morotai Muhammad M Kharie, mengawali pembicaraan ini mengatakan, mogok belajar yang dilakukan sejumlah guru adalah tindakan yang sangat tidak terpuji dan bukan contoh yang baik karena telah mengorbankan anak murid tidak belajar hari ini.

“Padahal banyak cara yang dapat ditempuh dalam menyelesaikan masalah tidak harus dengan aksi dan meninggalkan tugas” ungkapnya

Kenaikan pangkat 2017-2018 kata Sekda sudah diusulkan ke BKN dan sudah di terima, SKnya sudah ada tinggal di tandatangani Bupati, untuk membuktikan kinerja para guru itu baik agar Bupati segera menandatangani SK tersebut harus ada rekomendasi kepala sekolah kemudian di kroscek kelapangan kembali.

“Selama ini rekomendasi Kepsek tidak dimasukkan dalam pengusulan SK kenaikan pangkat.” tandasnya

Sementara masalah dana BOS, Wisuda Unipas, Kesejahteraan guru SMA sederajat, K2 diangkat jadi PNS dan ganti kadis semuanya salah kaprah dan tidak punya dasar yang jelas,

“Sebenarnya kalian cek atau konfirmasi kebenarannya dulu baru ajukan tuntutan agar tidak salah kaprah, karena dari enam poin tuntutan hanya poin pertama yang tepat sasaran yang lainnya bukan kewenangan kami dan tidak berdasar, ” tegas sekda Muhammad M karie.

Setelah mendapat penjelasan panjang dari Sekda soal kewenangan dan aturan yang mengatur semua tuntutan itu, para guru baru mengerti duduk persoalannya,

“Setelah mendapat penjelasan baru kami puas, tetapi kami juga kaget ada tuntutan lain dari PGRI padahal yang kami para guru tau hanya soal realisasi SK kenaikan pangkat pangkat oktober 2017 dan april 2918 yang kami tuntut, yang lain kami tidak tau,” ungkap salah satu guru SD dalam forum hearing tersebut.

Selain itu sejumlah guru dari kecamatan morotai timur merasa di bohongi ketua PGRI Arafik M Rahman, karena undangan yang mereka terima adalah rapat akbar bukan aksi,

“Jujur kami sangat kaget dan merasa dibohongi karena kami di undang ketua PGRI itu rapat akbar bukan aksi, sampai disini baru kami tau, sesungguhnya tuntutan itu bukan kesepakatan para guru, tetapi hanya segelintir orang dalam tubuh PGRI, ini pengalaman berikut kami para guru harus lebih selektif lagi jangan sampai dimanfaatkan kayak begini, masa kita tidak tau kok ada tuntutan minta kadis pendidikan diganti, inikan bahaya.” ungkap para guru yang mengaku dari kecamatan morotai timur.

Salah satu sumber kuat di Dikbud Pulau Morotai menegaskan, regulasi tuntutan yang disampaikan hanyalah kemasan tapi intinya ketua PGRI dan kelompoknya mau mengganti kadis.

“Sejumlah tuntutan yang disampaikan hanya pintu masuk untuk gulingkan kadis Pendidikan Revi F Dara, “ungkap sumber tersebut yang tidak ingin namanya dipublis.

Red/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER