Kades Igo Bantah Dituding Salah Gunakan ADD dan DD Oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa Igo

i-malut.com, TOBELO — Hendrik Tuyu, Kepala desa igo kecamatan loloda utara, membantah apa yang dituding oleh aliansi masyatakat peduli desa igo terhadap dirinya yang telah menyalah gunakan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD dan DD) tahun 2015-2017.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa Igo beberapa waktu lalu, dalam orasi yang disampaikan oleh korlap bahwa, kepala desa telah menyalahgunakan dana ADD dan DD,  dan telah melakukan pemotongan tunjangan kaur, BPD, RT/RW, serta stakholder desa dan tidak menyelesaikan beberapa pembangunan didesa.

Di hadapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Senin (3/9/2018), Hendrik membawa seluruh perangkat desa dan stakeholder desa serta masyarakat lainya untuk melakukan klarifikasi di hadapan kadis PMD Nyoyer Koenoe.

Hendrik, membantah bahwa dirinya tidak pernah memotong honor-honor yang menjadi hak perangkat desa kaur maupun RT/RW dan stakeholder desa.

”Oleh karena itu saya membawa mereka semua bersama masyarakat sebagai saksi untuk menyampaikn kepada Kadis PMD.” ungkapnya

Masalah pembangunan jembatan desa yang sampai saat ini belum selesai, kata Hendrik, itu dikarenakan faktor cuaca dan material yang oleh supir dumtrek meminta harga yang tidak sesuai dengan pagu atau rencangan belanja desa (RAB).

”Sekali lagi saya sampaikan bahwa apa yang dituding oleh mereka itu tidak benar dan ini sudah mencemarkan nama baik saya secara pribadi dan masyarakat des igo, dan jujur saja yang demo itu sebagian besar bukan warga desa igo.” tegasnya

Senada dengan Kades, Sekdes Desa Igo Kecamatan Loloda Utara, Donis Himo, menuturkan bahwa, orang-orang yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Desa Igo, itu tidak pernah memberikan kontribusi apa-apa untuk pembangunan desa.

”Saya sangat menyesalkan apa yang disampaikan oleh mereka karna semua tudingan itu tidak benar. Apa yang disampaikan oleh Daniel Tjuana dan Apeles Kayely sangat tidak mendasar karna sampai dengan saat ini tidak pernah ada pemotongan honor kaur desa RT/RW BPD, dan yang lainya, bahkan apa yang dituding tentang dana Bumdes sudah di salurkan sesuai prosedur kepada pengelola Bumdes sebesar 199 juta.” bebernya

Sementara itu, kepala Dinas PMD, Nyoter Koenoe, menyampaikan bahwa, apa yang disampaikan oleh Aliasi Masyarakat Peduli Desa Igo itu adalah hak mereka dan pihaknya akan turun ke desa untuk melakukan verifikasi permasalahan ini.

”kalau memang kades tidak melakukan hal yang dituding oleh Aliasi Masyarakat Peduli Desa Igo, yah jalankan tugas dengan baik, kami berharap kepala desa dan masyarakat desa igo agar menjaga keamanan di desa, jangan sampai ada keributan di desa terkait masalah ini.” harap Kadis PMD, Nyoter Koenoe.

Tambahnya “Sebagai Kadis saya sangat geram dengan pernyataan yang akan menghentikan aktifitas pelayanan didesa dengan mengancam akan melakukn pemalangan kantor desa.”

Nyoter, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya besok, Selasa (4/9/2018) akan turun ke Desa Igo untuk melihat langsung dan mendengar langsung apa yang menjadi permasalahan di Desa Igo,  walaupun kades beserta perangkat desa dan lainya sudah datang melakukan klarifikasi.

Red/Rep : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kades Igo Bantah Dituding Salah Gunakan ADD dan DD Oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa Igo

i-malut.com, TOBELO — Hendrik Tuyu, Kepala desa igo kecamatan loloda utara, membantah apa yang dituding oleh aliansi masyatakat peduli desa igo terhadap dirinya yang telah menyalah gunakan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD dan DD) tahun 2015-2017.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Desa Igo beberapa waktu lalu, dalam orasi yang disampaikan oleh korlap bahwa, kepala desa telah menyalahgunakan dana ADD dan DD,  dan telah melakukan pemotongan tunjangan kaur, BPD, RT/RW, serta stakholder desa dan tidak menyelesaikan beberapa pembangunan didesa.

Di hadapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Senin (3/9/2018), Hendrik membawa seluruh perangkat desa dan stakeholder desa serta masyarakat lainya untuk melakukan klarifikasi di hadapan kadis PMD Nyoyer Koenoe.

Hendrik, membantah bahwa dirinya tidak pernah memotong honor-honor yang menjadi hak perangkat desa kaur maupun RT/RW dan stakeholder desa.

”Oleh karena itu saya membawa mereka semua bersama masyarakat sebagai saksi untuk menyampaikn kepada Kadis PMD.” ungkapnya

Masalah pembangunan jembatan desa yang sampai saat ini belum selesai, kata Hendrik, itu dikarenakan faktor cuaca dan material yang oleh supir dumtrek meminta harga yang tidak sesuai dengan pagu atau rencangan belanja desa (RAB).

”Sekali lagi saya sampaikan bahwa apa yang dituding oleh mereka itu tidak benar dan ini sudah mencemarkan nama baik saya secara pribadi dan masyarakat des igo, dan jujur saja yang demo itu sebagian besar bukan warga desa igo.” tegasnya

Senada dengan Kades, Sekdes Desa Igo Kecamatan Loloda Utara, Donis Himo, menuturkan bahwa, orang-orang yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Desa Igo, itu tidak pernah memberikan kontribusi apa-apa untuk pembangunan desa.

”Saya sangat menyesalkan apa yang disampaikan oleh mereka karna semua tudingan itu tidak benar. Apa yang disampaikan oleh Daniel Tjuana dan Apeles Kayely sangat tidak mendasar karna sampai dengan saat ini tidak pernah ada pemotongan honor kaur desa RT/RW BPD, dan yang lainya, bahkan apa yang dituding tentang dana Bumdes sudah di salurkan sesuai prosedur kepada pengelola Bumdes sebesar 199 juta.” bebernya

Sementara itu, kepala Dinas PMD, Nyoter Koenoe, menyampaikan bahwa, apa yang disampaikan oleh Aliasi Masyarakat Peduli Desa Igo itu adalah hak mereka dan pihaknya akan turun ke desa untuk melakukan verifikasi permasalahan ini.

”kalau memang kades tidak melakukan hal yang dituding oleh Aliasi Masyarakat Peduli Desa Igo, yah jalankan tugas dengan baik, kami berharap kepala desa dan masyarakat desa igo agar menjaga keamanan di desa, jangan sampai ada keributan di desa terkait masalah ini.” harap Kadis PMD, Nyoter Koenoe.

Tambahnya “Sebagai Kadis saya sangat geram dengan pernyataan yang akan menghentikan aktifitas pelayanan didesa dengan mengancam akan melakukn pemalangan kantor desa.”

Nyoter, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya besok, Selasa (4/9/2018) akan turun ke Desa Igo untuk melihat langsung dan mendengar langsung apa yang menjadi permasalahan di Desa Igo,  walaupun kades beserta perangkat desa dan lainya sudah datang melakukan klarifikasi.

Red/Rep : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER