Dua Nelayan Morotai Dalam Proses Pemulangan Di KJRI Filipina

i-malut.com, MOROTAI — Dua nelayan tangkap tuna asal desa gorua, kecamatan morotai utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara yang dikabarkan telah ditemukan oleh kapal nelayan philipin dan kemarin (5/8/2018) pagi telah berada di kota gensang philipin, kini telah di evakuasi ke Davao ibu kota philipin tepatnya di Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Davao Philipin.

Menurut Kepala Desa Gorua, Muhdin Widara, sesuai informasi yang disampaikan Rustam Tatapa salah satu korban dari kota gensang philipin bahwa kronologis hanyutnya mereka disebabkan gangguannya mesin gantung 15 PK yang mereka pakai.

“Rustam dan Makmur hanyut selama 10 hari terombang ambing diatas laut bebas yang gelap gulita serta diterpa angin dan gelombang besar, saat hanyut masuk hari kedua mereka sudah kehabisan makanan dan air minum, merekapun pasrah dengan sikon saat itu, pada ahirnya mereka bertahan hidup dengan minum air laut selama 8 hari, namun alhamdulillah masuk hari ke sepuluh disiang hari mereka berdua ditemukan kapal nelayan asal gensang philipin yang lagi melaut mencari ikan, saat mereka berdua ditemukan dalam keadaan lemas dan tidak berdaya diatas body.” jelas kades, meniru cerita rustam tatapa.

Dua Nelayan Morotai yang hilang dan di temukan di Philipina, Makmur Ngendre, kaos putih dan Rustam Tatapa, kaos hitan

Lanjutnya, namun karena kapal ikan ini masih dalam jadwal operasi menangkap ikan, akhirnya Rustam dan Makmur pun diistrahatkan diatas kapal, mereka berdua dirawat dan dikasih makan oleh Nelayan philipin selama diatas kapal.

Setelah sepuluh hari diatas kapal nelayan dan waktu operasi kapal telah berakhir, kapalpun merapat ke kota gensang, pelabuhan ikan general Santos City Philipin membongkar ikan di perusahan mereka PT ATLANTIK.

Lebih lanjut, kedua korban diamankan di perusahan ikan PT ATLANTIK kota gensang sebagai pemilik kapal ikan tersebut. Selama di kota gensang, kedua nelayan ini sudah dianggap seperti saudara oleh para nelayan, sehingga dilayani semuanya sangat baik dan pada (6/9/2018) Rustam dan Makmur, dibawah oleh pemilik PT ATLANTIK ke KJRI di Kota Davao untuk melapor dan membuat administrasi serta identitas diri untuk proses pemulangan.

Namun kata kades, saat ini mereka sudah kembali lagi ke PT ATLANTIK di Kota Gensang dan besok (7/9/2018) akan kembali lagi melengkapi segala hal yang di butuhkan agar cepat dipulangkan.

“Saya merasa sangat senang dan lega karena tadi di telpon lewat vidio call setelah itu mereka kirim foto saat berada di kantor konsulat indonesia di Davao, “ungkap Kades Gorua, Morut penuh rasa syukur.

Red/Rep : (Lilo)

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6) tadi, resmi mengangkat Tommy S Pangi sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kristen Nehemia Galela. Jabatan...

Kekuasaan

Aspek normatif, atau kritik-nilai analisis keputusan terlihat ketika kita menyadari bahwa pengetahuan yang relevan dengan keputusan mencakup antara dinamika "tujuan" dan "cara" yang sifatnya Valuatif. (Duncan MacRay, Jr "The...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Arif Umasugi yang juga merupakan ASN Senior di Pemda Sula, menyebut perbuatan pencopotan...

Dukung Program Pemerintah Soal Literasi Digital, Dit Intelkam...

Ternate –– Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intekam) Polda Maluku Utara gelar kegiatan Coffee Morning dengan tema, "Literasi Digital Solution Smart Island Dan Smart Goverment Provinsi Maluku Utara", bertempat...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh,...

Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana menjadi Pelaksana Program Serbuan Vaksin...

Sanana -- Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Sanana-Kodim 1510/Sula, Kapten. Abdul Malik Fudji, baru-baru ini menggelar rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Program Serbuan Vaksin bagi Masyarakat, yang menjadi Program TNI-AD. Rapat yang...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa, terhitung sekitar bulan Februari hingga Juni 2021 belum dibayar atau menunggak...

Fraksi-PD DPRD Kepsul Angkat bicara terkait Mutasi massal...

Sanana -- Akhirnya DPRD Kepsul angkat bicara terkait Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Walau belum secara kelembagaan, namun yang dilakukan Fraksi Partai...

PDAM Tegaskan Pihak X-Walikota Ternate Secepatnya Lunasi Tunggakan...

Ternate -- Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate telah memutuskan pelayanan air bersih dilingkup instansi X-Walikota Ternate. Pemutusan tersebut dilatarbelakangi banyaknya tunggakan rekening air yang belum dibayar senilai 200...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

ARTIKEL TERKAIT

Dua Nelayan Morotai Dalam Proses Pemulangan Di KJRI Filipina

-

i-malut.com, MOROTAI — Dua nelayan tangkap tuna asal desa gorua, kecamatan morotai utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara yang dikabarkan telah ditemukan oleh kapal nelayan philipin dan kemarin (5/8/2018) pagi telah berada di kota gensang philipin, kini telah di evakuasi ke Davao ibu kota philipin tepatnya di Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Davao Philipin.

Menurut Kepala Desa Gorua, Muhdin Widara, sesuai informasi yang disampaikan Rustam Tatapa salah satu korban dari kota gensang philipin bahwa kronologis hanyutnya mereka disebabkan gangguannya mesin gantung 15 PK yang mereka pakai.

“Rustam dan Makmur hanyut selama 10 hari terombang ambing diatas laut bebas yang gelap gulita serta diterpa angin dan gelombang besar, saat hanyut masuk hari kedua mereka sudah kehabisan makanan dan air minum, merekapun pasrah dengan sikon saat itu, pada ahirnya mereka bertahan hidup dengan minum air laut selama 8 hari, namun alhamdulillah masuk hari ke sepuluh disiang hari mereka berdua ditemukan kapal nelayan asal gensang philipin yang lagi melaut mencari ikan, saat mereka berdua ditemukan dalam keadaan lemas dan tidak berdaya diatas body.” jelas kades, meniru cerita rustam tatapa.

Dua Nelayan Morotai yang hilang dan di temukan di Philipina, Makmur Ngendre, kaos putih dan Rustam Tatapa, kaos hitan

Lanjutnya, namun karena kapal ikan ini masih dalam jadwal operasi menangkap ikan, akhirnya Rustam dan Makmur pun diistrahatkan diatas kapal, mereka berdua dirawat dan dikasih makan oleh Nelayan philipin selama diatas kapal.

Setelah sepuluh hari diatas kapal nelayan dan waktu operasi kapal telah berakhir, kapalpun merapat ke kota gensang, pelabuhan ikan general Santos City Philipin membongkar ikan di perusahan mereka PT ATLANTIK.

Lebih lanjut, kedua korban diamankan di perusahan ikan PT ATLANTIK kota gensang sebagai pemilik kapal ikan tersebut. Selama di kota gensang, kedua nelayan ini sudah dianggap seperti saudara oleh para nelayan, sehingga dilayani semuanya sangat baik dan pada (6/9/2018) Rustam dan Makmur, dibawah oleh pemilik PT ATLANTIK ke KJRI di Kota Davao untuk melapor dan membuat administrasi serta identitas diri untuk proses pemulangan.

Namun kata kades, saat ini mereka sudah kembali lagi ke PT ATLANTIK di Kota Gensang dan besok (7/9/2018) akan kembali lagi melengkapi segala hal yang di butuhkan agar cepat dipulangkan.

“Saya merasa sangat senang dan lega karena tadi di telpon lewat vidio call setelah itu mereka kirim foto saat berada di kantor konsulat indonesia di Davao, “ungkap Kades Gorua, Morut penuh rasa syukur.

Red/Rep : (Lilo)

BERITA LAINNYA

Kejari Halut Lakukan Sertijab Kasi Intelijen

Tobelo -- Lingkup Kejaksaan Negeri (Kejari) Halut, pada Senin (7/6) kemarin dikabarkan telah melakukan kegiatan...

Bagi Sekolah yang belum masukan LPJ, Disdik tegaskan...

Ternate -- Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate Irnawati Imam meminta...

Babinsa Waihama dan Nakes Kompak soal Penanganan C-19

Sanana -- Bintara Pemuda Desa atau Babinsa Waihama-Kec. Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Kopka. Abdullah...

Gaji Guru dan PTT Disdik Kota Ternate Cair,...

Ternate -- Gaji Guru dan PTT Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate telah mencairkan. Hal tersebut...

Bentuk Pemerintahan Desa, Kades Terpilih undang Babinsa Wainin

Sanana -- Langkah bijak dilakukan Usmono Gay, Kades Wainin Terpilih pada Pilkades Serentak Tahun 2021...

Tim Gabungan Pengamanan STQ Nasional Gelar Rapat Finalisasi

Sofifi -- Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tingkat nasional sebentar lagi akan diselenggarakan di Sofifi Ibu...

TERPOPULER

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

Ningsih jadikan TSK Pimpin Dinas Pendidikan Kepsul

Sanana -- Entah apa yang ada dibenak Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus (FAM) menjadikan seorang Tersangka (TSK-red) pada suatu...