Dikelilingi Perusahan Tambang Raksasa, Warga Kawasi Berjualan di Pasar yang Tidak Layak

i-malut.com, LABUHA — Kondisi pasar di Desa Kawasi, Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan sangat memprihatikan, pasalnya warga Desa Kawasi yang berprofesi sebagai petani dan pedagang sayur mayur saat berjualan dilokasi yang dijadikan sebagai tempat perbelanjaan dinilai sangat tidak layak.

Warga Desa kawasi saat berjualan dilokasi tersebut harus beralaskan tanah yang berdebu serta beratapkan langit, karena selama ini para warga yang berjualan dipasar Desa kawasi belum mendapat sentuhan dari pemerintah maupun perusahaan yang beroperasi di Desa tersebut, padahal hasil yang didapatkan dari sumber daya alam yang dimiliki Desa kawasi, bisa menghidupkan perekonomian Daerah dan negara.

Hal ini disampaikan Muhamad Risman, salah seorang warga kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan kepada wartawan, Minggu (9/9/2018). dikatakannya, bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap pemerintah daerah dan perusahan yang tidak memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Desa Kawasi, sehingga masyarakat yang berjualan di lokasi pasar Obi harus beralaskan tanah penuh debu.

Lanjut Dia, dengan adanya kondisi masyarakat lingkar tambang yang berjualan dengan beralaskan tanah, ini menandakan bahwa Pemda dan pihak perusahan tidak memiliki itikad baik untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

“Para investor hanya memanfaatkan hasil pertambangan untuk memperkaya perusahan karena tak ada sentuhan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat berupa pasar di Desa tersebut.” cetusnya.

Red/Rep : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dikelilingi Perusahan Tambang Raksasa, Warga Kawasi Berjualan di Pasar yang Tidak Layak

i-malut.com, LABUHA — Kondisi pasar di Desa Kawasi, Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan sangat memprihatikan, pasalnya warga Desa Kawasi yang berprofesi sebagai petani dan pedagang sayur mayur saat berjualan dilokasi yang dijadikan sebagai tempat perbelanjaan dinilai sangat tidak layak.

Warga Desa kawasi saat berjualan dilokasi tersebut harus beralaskan tanah yang berdebu serta beratapkan langit, karena selama ini para warga yang berjualan dipasar Desa kawasi belum mendapat sentuhan dari pemerintah maupun perusahaan yang beroperasi di Desa tersebut, padahal hasil yang didapatkan dari sumber daya alam yang dimiliki Desa kawasi, bisa menghidupkan perekonomian Daerah dan negara.

Hal ini disampaikan Muhamad Risman, salah seorang warga kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan kepada wartawan, Minggu (9/9/2018). dikatakannya, bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap pemerintah daerah dan perusahan yang tidak memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Desa Kawasi, sehingga masyarakat yang berjualan di lokasi pasar Obi harus beralaskan tanah penuh debu.

Lanjut Dia, dengan adanya kondisi masyarakat lingkar tambang yang berjualan dengan beralaskan tanah, ini menandakan bahwa Pemda dan pihak perusahan tidak memiliki itikad baik untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

“Para investor hanya memanfaatkan hasil pertambangan untuk memperkaya perusahan karena tak ada sentuhan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat berupa pasar di Desa tersebut.” cetusnya.

Red/Rep : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER