PT Emerlad Diminta Angkat Kaki Dari Kecamatan Kao Utara

i-malut.com, TOBELO — Ratusan warga  Kecamatan Kao Utara yang terdiri dari warga desa Golu, Warudu dan warga desa Dowongi bersama Pengurus Cabang (PC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara, berunjuk rasa di depan kantor bupati Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (12/09/2018)

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, adalah untuk mendesak Bupati Halmahera utara, Frans Manery untuk menindak PT. Emerald Ferroehromium Industridan,  yang bergerak di bidang pertambangan emas dari  wilayah Kao Utara.

Ketua GMNI Fangker Lahi, dalam orasinya memyampaikan bahwa,  kehadiran PT. EMERALD dikecamatan kao utara sangat meresahkan warga tiga desa, yakni desa Golu, Warudu dan desa Dowongi.

Ia menuding, PT. Emerald melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat dengan biaya beli lahan tidak sesuai dengan SK bupati,

“Untuk itu bupati segera tindak tegas PT. Emerald karena dinilai tidak mengindahkan SK Bupati” teriak Fangkir Lolahi dalam orasinya.

Fangker mendesak Bupati Halut, untuk segera memanggil menejer PT. Emerald karena PT. Emerald dinilai telah melakukan perampasan dan pemerasan terhadap lahan milik masyarakat kao Utara, dengan membayar lahan tidak berdasarkan SK Bupati,

“Pihak perusahan membeli lahan masyarakat dengan harga permeter Rp. 2500 sampai dengan Rp. 3000 per meter. Hal ini sangat merugikan masyarakat karena sangatlah  tidak rasional, kami minta Bupati panggil PT. Emerald yang telah melakukan pembohongan terhadap masyarakat kao utara atas pembelian lahan milik warga.” pintanya

Sebelumnya aksi yang sama dilakukan di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halut.

Red/Rep : (Roby)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

PT Emerlad Diminta Angkat Kaki Dari Kecamatan Kao Utara

i-malut.com, TOBELO — Ratusan warga  Kecamatan Kao Utara yang terdiri dari warga desa Golu, Warudu dan warga desa Dowongi bersama Pengurus Cabang (PC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara, berunjuk rasa di depan kantor bupati Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (12/09/2018)

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, adalah untuk mendesak Bupati Halmahera utara, Frans Manery untuk menindak PT. Emerald Ferroehromium Industridan,  yang bergerak di bidang pertambangan emas dari  wilayah Kao Utara.

Ketua GMNI Fangker Lahi, dalam orasinya memyampaikan bahwa,  kehadiran PT. EMERALD dikecamatan kao utara sangat meresahkan warga tiga desa, yakni desa Golu, Warudu dan desa Dowongi.

Ia menuding, PT. Emerald melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat dengan biaya beli lahan tidak sesuai dengan SK bupati,

“Untuk itu bupati segera tindak tegas PT. Emerald karena dinilai tidak mengindahkan SK Bupati” teriak Fangkir Lolahi dalam orasinya.

Fangker mendesak Bupati Halut, untuk segera memanggil menejer PT. Emerald karena PT. Emerald dinilai telah melakukan perampasan dan pemerasan terhadap lahan milik masyarakat kao Utara, dengan membayar lahan tidak berdasarkan SK Bupati,

“Pihak perusahan membeli lahan masyarakat dengan harga permeter Rp. 2500 sampai dengan Rp. 3000 per meter. Hal ini sangat merugikan masyarakat karena sangatlah  tidak rasional, kami minta Bupati panggil PT. Emerald yang telah melakukan pembohongan terhadap masyarakat kao utara atas pembelian lahan milik warga.” pintanya

Sebelumnya aksi yang sama dilakukan di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halut.

Red/Rep : (Roby)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...