Bupati Pulau Morotai Utus Staf Khususnya Ketemu KJRI Davao

i-malut.com, MOROTAI — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, mengutus staf khususnya, Semuel Samson, ketemu Kepala KJRI Davao, Selasa (11/09/2018), guna membicarakan proses pemulangan kedua nelayan asal Desa Gorua Pulau Morotai.

“Saya bertemu dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) di Kota Davao, Philipina, Bpk. Berlian Napitupulu, yang sedang tugas Dinas ke Jakarta, untuk membincangkan berbagai hal ikhwal perkembangan hubungan kerjasama Indonesia – Davao, yang terus meningkat pesat dari waktu ke waktu, khususnya beberapa tahun belakangan ini, terutama di bidang kerjasama ekonomi dan bisnis, yang tentunya terbuka kepada Kabupaten Pulau Morotai untuk ikut memanfaatkan peluang yang ada, melalui berperan aktif, menjalin hubungan kerjasama perdagangan dan investasi dengan Kota Davao, sebagai bentuk relasi produktif antar Kabupaten dan Kota yang bertetangga di perbatasan, dalam perspektif hubungan bersahabat antara Indonesia dan Philipina.” jelasnya

Selanjutnya, kata Dia, salah satu materi pembahasan penting lainnya adalah tentang perkembangan proses penanganan atas ke dua nelayan asal desa Gorua, di Morotai, yaitu Rustam Tatapa & Makmur Ngendre, yang “hanyut” karena kerusakan mesin perahu penangkap ikannya, sehingga mereka terbawa arus masuk ke wilayah perairan Philipina.

Rustam dan Makmur kemudian ditolong oleh para nelayan dari kapal Yendrik 290, milik perusahaan perikanan “Atlantic”, asal Philipina, dengan dibawah ke dermaga kota General Santos (GenSan), secara bersahabat, penuh sikap kemanusiaan, layaknya antara dua warga bangsa, Indonesia dan Philipina.

“Keberadaan kedua nelayan asal Morotai tersebut, setelah kami infokan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, via Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol dan Konsuler (Protkons), Bpk Andri Hadi, yang kemudian menugaskan Kasubdit Kawasan-1, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) di luar negeri, Ibu Dyah Asmarani, untuk segera mengambil tindakan koordinasi dengan KJRI di Kota Davao, maka hanya dalam hitungan “sehari”, kedua nelayan asal Morotai tersebut sudah dapat dijemput langsung oleh Konjen RI & Staf ke kota General Santos, untuk dibawa ke Kota Davao.” ungkapnya

Lebih lanjut disampaikan, Kedua nelayan, Rustam dan Makmur, saat ini masih berada dalam penampungan di komplek KJRI Davao, untuk diurus berbagai dokumen keimigrasian supaya mereka dapat dinilai “layak” untuk segera dipulangkan ke Indonesia, seperti dokumen SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), karena mereka masuk wilayah negara lain tanpa Paspor, dan mengurus dokumen “Cleareance-nya” kepada kantor Imigrasi Philipina, sebagai suatu proses baku antar negara, sehingga diharapkan dalam waktu dekat ini, Rustam dan Makmur sudah dapat diperbolehkan kembali ke tanah air.

Dalam kaitan itu, Konjen RI – Davao, Berlian Napitupulu menitipkan pesannya kepada Bupati Morotai, Benny Laos, “untuk tidak usah khawatir, tenang saja, kedua warga Pak Bupati sedang kami tangani secara saksama bersama pihak Imigrasi Philipina. Mereka dalam kondisi baik, kami layani sebagaimana seharusnya, ditempatkan di dalam komplek KJRI Davao. Mereka juga dapat terus berkomunikasi dengan pihak keluarga di Morotai, dan semoga dalam waktu dekat ini sudah dapat kami pulangkan ke Indonesia.”

Demikian halnya, dalam komunikasi kami pagi ini (12/09/2018) dengan Dyah Asmarani, Kasubdit Kawasan-1, Direktorat PWNI, Kemlu, beliau menyampaikan kepada kami, “Pak Dubes, kami terus berkoordinasi dengan KJRI Davao dalam penanganan 2 WNI asal Morotai, yang saat ini sedang dalam proses imigrasi. Insya allah akan kami fasilitasi proses pemulangannya ke daerah asal. Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan pada kesempatan pertama,” kata Ibu Dyah.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Bupati Pulau Morotai Utus Staf Khususnya Ketemu KJRI Davao

i-malut.com, MOROTAI — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, mengutus staf khususnya, Semuel Samson, ketemu Kepala KJRI Davao, Selasa (11/09/2018), guna membicarakan proses pemulangan kedua nelayan asal Desa Gorua Pulau Morotai.

“Saya bertemu dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) di Kota Davao, Philipina, Bpk. Berlian Napitupulu, yang sedang tugas Dinas ke Jakarta, untuk membincangkan berbagai hal ikhwal perkembangan hubungan kerjasama Indonesia – Davao, yang terus meningkat pesat dari waktu ke waktu, khususnya beberapa tahun belakangan ini, terutama di bidang kerjasama ekonomi dan bisnis, yang tentunya terbuka kepada Kabupaten Pulau Morotai untuk ikut memanfaatkan peluang yang ada, melalui berperan aktif, menjalin hubungan kerjasama perdagangan dan investasi dengan Kota Davao, sebagai bentuk relasi produktif antar Kabupaten dan Kota yang bertetangga di perbatasan, dalam perspektif hubungan bersahabat antara Indonesia dan Philipina.” jelasnya

Selanjutnya, kata Dia, salah satu materi pembahasan penting lainnya adalah tentang perkembangan proses penanganan atas ke dua nelayan asal desa Gorua, di Morotai, yaitu Rustam Tatapa & Makmur Ngendre, yang “hanyut” karena kerusakan mesin perahu penangkap ikannya, sehingga mereka terbawa arus masuk ke wilayah perairan Philipina.

Rustam dan Makmur kemudian ditolong oleh para nelayan dari kapal Yendrik 290, milik perusahaan perikanan “Atlantic”, asal Philipina, dengan dibawah ke dermaga kota General Santos (GenSan), secara bersahabat, penuh sikap kemanusiaan, layaknya antara dua warga bangsa, Indonesia dan Philipina.

“Keberadaan kedua nelayan asal Morotai tersebut, setelah kami infokan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, via Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol dan Konsuler (Protkons), Bpk Andri Hadi, yang kemudian menugaskan Kasubdit Kawasan-1, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) di luar negeri, Ibu Dyah Asmarani, untuk segera mengambil tindakan koordinasi dengan KJRI di Kota Davao, maka hanya dalam hitungan “sehari”, kedua nelayan asal Morotai tersebut sudah dapat dijemput langsung oleh Konjen RI & Staf ke kota General Santos, untuk dibawa ke Kota Davao.” ungkapnya

Lebih lanjut disampaikan, Kedua nelayan, Rustam dan Makmur, saat ini masih berada dalam penampungan di komplek KJRI Davao, untuk diurus berbagai dokumen keimigrasian supaya mereka dapat dinilai “layak” untuk segera dipulangkan ke Indonesia, seperti dokumen SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor), karena mereka masuk wilayah negara lain tanpa Paspor, dan mengurus dokumen “Cleareance-nya” kepada kantor Imigrasi Philipina, sebagai suatu proses baku antar negara, sehingga diharapkan dalam waktu dekat ini, Rustam dan Makmur sudah dapat diperbolehkan kembali ke tanah air.

Dalam kaitan itu, Konjen RI – Davao, Berlian Napitupulu menitipkan pesannya kepada Bupati Morotai, Benny Laos, “untuk tidak usah khawatir, tenang saja, kedua warga Pak Bupati sedang kami tangani secara saksama bersama pihak Imigrasi Philipina. Mereka dalam kondisi baik, kami layani sebagaimana seharusnya, ditempatkan di dalam komplek KJRI Davao. Mereka juga dapat terus berkomunikasi dengan pihak keluarga di Morotai, dan semoga dalam waktu dekat ini sudah dapat kami pulangkan ke Indonesia.”

Demikian halnya, dalam komunikasi kami pagi ini (12/09/2018) dengan Dyah Asmarani, Kasubdit Kawasan-1, Direktorat PWNI, Kemlu, beliau menyampaikan kepada kami, “Pak Dubes, kami terus berkoordinasi dengan KJRI Davao dalam penanganan 2 WNI asal Morotai, yang saat ini sedang dalam proses imigrasi. Insya allah akan kami fasilitasi proses pemulangannya ke daerah asal. Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan pada kesempatan pertama,” kata Ibu Dyah.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER