Lezatnya Kepeting Laut Korbankan Dua Orang Warga Obi

i-malut.com, LABUHA — Kepiting laut, merupakan sejenis makanan Lauk yang sangat diminati oleh masyarakat kalangan umum, namun dibalik dari lezatnya, juga menyimpan racun yang membahayakan, seperti yang dialami Jhon Duayun (46) warga Obi Desa Wooi Kecamatan Obi Utara yang menghembuskan napas terakhir usai menyantap kepiting.

Sadisnya lagi, Adik Korban Sarlita Duayun (37) juga ikut menghembuskan nafas terakhirnya gara-gara menghirup racun kepiting yang keluar dari hidung korban kakaknya (Jhon Duayun -red) yang berbusa saat korban meninggal. Musibah naas tersebut terjadi pada pukul 11:00 WIT Rabu (12/9) kemarin.

Kejadian itu disampaikan warga setempat, Etus Lajame, dirinya menceritakan bahwa Kepiting tersebut di dapat dari hasil tangkapan di waktu malam yang mana korban dengan teman-teman korban mencarinya di laut.

“Jhon Duayun (46), mengkonsumsi kepiting laut yang diduga mengandung racun mematikan, namun saat warga setempat melayat di kediaman, kembali musibah terjadi pada adik korban Sarlita Duayun (37), yang diduga menghirup racun keluar dari tubuh korban. Alhas Sarlita juga ikut meninggal di tempat dan satunya lagi pinsang dan dilarikan ke puskesmas terdekat” tutur Etus warga setempat.

“Korban saat itu makan kepiting beracun, yang didapatnya dari hasil tangkapan,” tambahnya.

Lanjut etus, Jhon Duayun yang juga kepsek SMP Peduli Bangsa Wooi meninggal pukul 11 :00 WIT, siang hari Rabu, (13/9/2018), sedangkan yang satunya lagi meninggal karena tertular yakni adik almarhum bernama sarlita duayun (37). Bahkan yang melayani jenasa juga terluar namun sudah di tangani tim medis dr puskesmas wayaloar.

”Jenis kepiting adalah berwarna ungu berbulu,”ujarnya.

Red/Rep : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Kepeting Laut Korbankan Dua Orang Warga Obi

i-malut.com, LABUHA — Kepiting laut, merupakan sejenis makanan Lauk yang sangat diminati oleh masyarakat kalangan umum, namun dibalik dari lezatnya, juga menyimpan racun yang membahayakan, seperti yang dialami Jhon Duayun (46) warga Obi Desa Wooi Kecamatan Obi Utara yang menghembuskan napas terakhir usai menyantap kepiting.

Sadisnya lagi, Adik Korban Sarlita Duayun (37) juga ikut menghembuskan nafas terakhirnya gara-gara menghirup racun kepiting yang keluar dari hidung korban kakaknya (Jhon Duayun -red) yang berbusa saat korban meninggal. Musibah naas tersebut terjadi pada pukul 11:00 WIT Rabu (12/9) kemarin.

Kejadian itu disampaikan warga setempat, Etus Lajame, dirinya menceritakan bahwa Kepiting tersebut di dapat dari hasil tangkapan di waktu malam yang mana korban dengan teman-teman korban mencarinya di laut.

“Jhon Duayun (46), mengkonsumsi kepiting laut yang diduga mengandung racun mematikan, namun saat warga setempat melayat di kediaman, kembali musibah terjadi pada adik korban Sarlita Duayun (37), yang diduga menghirup racun keluar dari tubuh korban. Alhas Sarlita juga ikut meninggal di tempat dan satunya lagi pinsang dan dilarikan ke puskesmas terdekat” tutur Etus warga setempat.

“Korban saat itu makan kepiting beracun, yang didapatnya dari hasil tangkapan,” tambahnya.

Lanjut etus, Jhon Duayun yang juga kepsek SMP Peduli Bangsa Wooi meninggal pukul 11 :00 WIT, siang hari Rabu, (13/9/2018), sedangkan yang satunya lagi meninggal karena tertular yakni adik almarhum bernama sarlita duayun (37). Bahkan yang melayani jenasa juga terluar namun sudah di tangani tim medis dr puskesmas wayaloar.

”Jenis kepiting adalah berwarna ungu berbulu,”ujarnya.

Red/Rep : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER