DPMD Gelar FGD Menyusunan Pokok Pikiran Pengembangan SDA Pulau Morotai

i-malut.com, MOROTAI — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Maluku Utara, bersama Universitas Pembangunan Nasional (UNP) Veteran Jawa Timur gelar Focus group discussion (FGD), untuk Penyusunan kajian model pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan berbasis kepulauan dan pesisir, bertempat di ruang sidang DPRD, Rabu, (26/9/2018), pukul 10.00 wit.

Peserta FGD forum Kades, terdiri dari desa Wayabula, Bobula, Yayasan, Darame dan Pandanga, Kepala Dinas Perikanan, Ani Antarani, Kepala BLH, Mahfud Tuasikal dan Kabid pariwisata, Saban Lanony, Bappeda, Universitas Pasifik Morotai (UNIPAS) Dekan Perikanan, Jainudin Alwi, perwakilan direktorat jendral pembangunan kawasan perdesaan kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, serta lembaga peneliti dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

“Maksud dari kegiatan ini adalah merancang pengembangan kawasan perdesaan yang memiliki karakteristik pesisir dan kepulauan.” ungkap Dr. Ignatia Martha Hendrati, SE. ME.

Materi disampaikan langsung oleh Dr. Ignatia Martha Hendrati, SE. ME, dari Universitas Pembangunan Nasinal (UPN) Veteran Jawa Timur. Ia menyampaikan, bahwa tujuan dari FGD adalah menyusun kajian model pengelolaan SDA kawasan perdesaan pesisir meliputi aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, peraturan dan aspek peran serta masyarakat atau lembaga

Kemudian disampaikan sasaran agar tersedianya dokumen kajian model pengelolaan SDA kawasan pedesaan berbasis pesisir dan kepulauan sebagai dasar mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan, aplikatif, mudah dipahami dan siap untuk diterapkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala BLH, Mahfud Tuasikal, berharap FGD ini dapat melahirkan satu rekomendasi untuk menjadi pegangan seluruh dinas terkait dan desa desa yang memiliki potensi SDA

Forum diskusi dipimpin oleh Kabid DPMD Ma’ruf Hafel, dan dibagi dua group diskusi, yakni group kepala desa dan group organisasi perangkat daerah (OPD) dan dibuka langsung oleh Asisten II Setda Pulau Morotai, Alexander

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

DPMD Gelar FGD Menyusunan Pokok Pikiran Pengembangan SDA Pulau Morotai

i-malut.com, MOROTAI — Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Maluku Utara, bersama Universitas Pembangunan Nasional (UNP) Veteran Jawa Timur gelar Focus group discussion (FGD), untuk Penyusunan kajian model pengembangan sumber daya alam kawasan perdesaan berbasis kepulauan dan pesisir, bertempat di ruang sidang DPRD, Rabu, (26/9/2018), pukul 10.00 wit.

Peserta FGD forum Kades, terdiri dari desa Wayabula, Bobula, Yayasan, Darame dan Pandanga, Kepala Dinas Perikanan, Ani Antarani, Kepala BLH, Mahfud Tuasikal dan Kabid pariwisata, Saban Lanony, Bappeda, Universitas Pasifik Morotai (UNIPAS) Dekan Perikanan, Jainudin Alwi, perwakilan direktorat jendral pembangunan kawasan perdesaan kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, serta lembaga peneliti dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

“Maksud dari kegiatan ini adalah merancang pengembangan kawasan perdesaan yang memiliki karakteristik pesisir dan kepulauan.” ungkap Dr. Ignatia Martha Hendrati, SE. ME.

Materi disampaikan langsung oleh Dr. Ignatia Martha Hendrati, SE. ME, dari Universitas Pembangunan Nasinal (UPN) Veteran Jawa Timur. Ia menyampaikan, bahwa tujuan dari FGD adalah menyusun kajian model pengelolaan SDA kawasan perdesaan pesisir meliputi aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, peraturan dan aspek peran serta masyarakat atau lembaga

Kemudian disampaikan sasaran agar tersedianya dokumen kajian model pengelolaan SDA kawasan pedesaan berbasis pesisir dan kepulauan sebagai dasar mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan, aplikatif, mudah dipahami dan siap untuk diterapkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala BLH, Mahfud Tuasikal, berharap FGD ini dapat melahirkan satu rekomendasi untuk menjadi pegangan seluruh dinas terkait dan desa desa yang memiliki potensi SDA

Forum diskusi dipimpin oleh Kabid DPMD Ma’ruf Hafel, dan dibagi dua group diskusi, yakni group kepala desa dan group organisasi perangkat daerah (OPD) dan dibuka langsung oleh Asisten II Setda Pulau Morotai, Alexander

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...