Pemkab Pulau Morotai Siap Ekspor Ikan Tuna Ke Vietnam.

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani, saat ditemui media ini diruang kerja di kantornya, di desa darame, kecamatan morotai selatan, Rabu, (26/9/2018), perihal persiapan ekspor ikan tuna ke luar negeri dengan merek morotai, dirinya menyambut baik.

Suriani menjelaskan, bahwa fasilitas sentral kelautan perikanan terpadu (SKPT) sebelumnya sudah dibangun  Pemkab sejak tahun 2015, yakni colstrage 50 ton dan pabrik es 10 ton, kemudian di tahun 2016 dibangun lagi colstrage 200 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani

Menurutnya, lokasi SKPT yang ditetapkan ini karena ketersediaan lahan di desa Daeo, sehingga kementrian perikanan membangun fasilitas penunjang seperti TPI, SPDN, dermaga, ipal, TPA, musholah, pos jaga dan rencana di tahun 2018 ini Jaica Jepang akan membantu membangun colstrage dan pabrik es di dalam SKPT juga.

Bicara produksi lanjut Antarani, tergantung armada. Sementara untuk armada nelayan di Pulau Morotai saat ini rata-rata kecil, hanya 3 GT, sehingga hasil tangkapan pun tidak maksimal, karena mereka pergi pagi pulang sore dan tidak bisa pergi jauh karena sangat beresiko dengan cuaca.

Untuk itu, Dinas akan menyiapkan kapal tangkap yang lebih besar, sehingga nelayan pergi mencari ikan bisa lebih jauh dan lebih lama diatas laut karena kapal besar dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai, membuat peluang mendapat ikanpun lebih banyak dan resiko nelayanpun kecil.

“Keahlian nelayan dalam menangkap ikanpun harus ditingkatkan, sehingga ketika ada kapal besar mereka bisa gunakan dengan baik dan hasil tangkapannya lebih banyak dari saat ini,” tuturnya

Lanjutnya, untuk kebutuhan ikan perhari 5 sampai 10 ton, karena kapasitas colstrage milik pemda 250 ton. namun, kata dia, kemampuan nelayannya terbatas, karena kapal tangkapnya berukutan kecil sehingga tidak bisa cari ikan lebih jauh, dam dalam satu hari para nelayan saat ini hanya mendapat ikan 200 sampai 500 kg.

“Padahal kita harapkan tiap bulan kita bisa ekspor ikan dua sampai tiga kali, skarang SKPT sudah beropeasi selama 4 bulan, pencapaiannya hanya 23 ton, hasil ini belum sesuai harapan namun terus diupayakan agar memenuhi target. karena pihak kementerian memberi target 156 ribu ton pertahun yang harus di ekspor. ” terangnya

Proses packing ikan tuna morotai, di SKPT yang siap di ekapor ke Vietnam.

Dikatakan, hasil produksi ini akan di ekspor ke negara vetnam dalam minggu ini, seluruhnya sudah disiapkan Pemda maupun mitra kerja yakni PT. Harta Samudra.

“Saat ini hanya menunggu nomor registrasi dari negara penerima yakni vIetnam, ekspornya akan menggunakan kapal tol laut, dan kualitas ikan morotai sangat baik, yang di Ekspor dengan klasifikasi great AAA, AA dan A dengan merk MOROTAI.” ungkapnya

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Pemkab Pulau Morotai Siap Ekspor Ikan Tuna Ke Vietnam.

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani, saat ditemui media ini diruang kerja di kantornya, di desa darame, kecamatan morotai selatan, Rabu, (26/9/2018), perihal persiapan ekspor ikan tuna ke luar negeri dengan merek morotai, dirinya menyambut baik.

Suriani menjelaskan, bahwa fasilitas sentral kelautan perikanan terpadu (SKPT) sebelumnya sudah dibangun  Pemkab sejak tahun 2015, yakni colstrage 50 ton dan pabrik es 10 ton, kemudian di tahun 2016 dibangun lagi colstrage 200 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suriani Antarani

Menurutnya, lokasi SKPT yang ditetapkan ini karena ketersediaan lahan di desa Daeo, sehingga kementrian perikanan membangun fasilitas penunjang seperti TPI, SPDN, dermaga, ipal, TPA, musholah, pos jaga dan rencana di tahun 2018 ini Jaica Jepang akan membantu membangun colstrage dan pabrik es di dalam SKPT juga.

Bicara produksi lanjut Antarani, tergantung armada. Sementara untuk armada nelayan di Pulau Morotai saat ini rata-rata kecil, hanya 3 GT, sehingga hasil tangkapan pun tidak maksimal, karena mereka pergi pagi pulang sore dan tidak bisa pergi jauh karena sangat beresiko dengan cuaca.

Untuk itu, Dinas akan menyiapkan kapal tangkap yang lebih besar, sehingga nelayan pergi mencari ikan bisa lebih jauh dan lebih lama diatas laut karena kapal besar dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai, membuat peluang mendapat ikanpun lebih banyak dan resiko nelayanpun kecil.

“Keahlian nelayan dalam menangkap ikanpun harus ditingkatkan, sehingga ketika ada kapal besar mereka bisa gunakan dengan baik dan hasil tangkapannya lebih banyak dari saat ini,” tuturnya

Lanjutnya, untuk kebutuhan ikan perhari 5 sampai 10 ton, karena kapasitas colstrage milik pemda 250 ton. namun, kata dia, kemampuan nelayannya terbatas, karena kapal tangkapnya berukutan kecil sehingga tidak bisa cari ikan lebih jauh, dam dalam satu hari para nelayan saat ini hanya mendapat ikan 200 sampai 500 kg.

“Padahal kita harapkan tiap bulan kita bisa ekspor ikan dua sampai tiga kali, skarang SKPT sudah beropeasi selama 4 bulan, pencapaiannya hanya 23 ton, hasil ini belum sesuai harapan namun terus diupayakan agar memenuhi target. karena pihak kementerian memberi target 156 ribu ton pertahun yang harus di ekspor. ” terangnya

Proses packing ikan tuna morotai, di SKPT yang siap di ekapor ke Vietnam.

Dikatakan, hasil produksi ini akan di ekspor ke negara vetnam dalam minggu ini, seluruhnya sudah disiapkan Pemda maupun mitra kerja yakni PT. Harta Samudra.

“Saat ini hanya menunggu nomor registrasi dari negara penerima yakni vIetnam, ekspornya akan menggunakan kapal tol laut, dan kualitas ikan morotai sangat baik, yang di Ekspor dengan klasifikasi great AAA, AA dan A dengan merk MOROTAI.” ungkapnya

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...