Ekspor Ikan Tuna Ke Vietnam, Pemkab Morotai Penyumbang Devisa Negara

i-malut.com, MOROTAI – Acara pelepasan eksport perdana ikan tuna loin ke negara vietnam oleh SKPT Pulau Morotai tahun 2018, berlangsung di halaman Terminal Pelabuhan Laut Imam Lastory, Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (28/9/2018), pukul 20.00 Wit.

Pembukaan acara diawali dengan pembacaan doa, oleh Kasubag Keagamaan Setda Pulau Morotai, Sahril Totona. Dilanjutkan dengan sambutan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suriani Antarani. Diawal sambutannya, wanita muda enerjik ini menyampaikan, bahwa Ekspor perdana ikan tuna loin ke negara Vietnam oleh SKPT Pulau Morotai merupakan jati diri Pemkab Pulau Morotai.

“Bahwa kita menerima tantangan dari KKP, untuk mendirikan SKPT, dan kita membuktikan keberadaan SKPT tidak hanya menjadikan monumen, tetapi Bupati telah mewujud nyatakan dengan mencari mitra kerja yang tepat, sehingga SKPT dapat beroperasi saat ini dan telah menuai hasil yakni melakukan ekspor ikan tuna loin perdana ke negara Vietnam sebanyak Total eksport 2 kontainer : 23.940 kg.” Jelas Antarani

Sambutan Kepala Dinas Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suriani Antarani

Semuanya terjadi, kata Kadis DKP yang suka menerima tantangan ini, karena kerja keras Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, dan hal ini terbukti bahwa nelayan Pulau Morotai sebelumnya tidak punya apa apa, dengan hadir dan beroperasinya SKPT di desa Daeo Pulau Morotai, membuat nelayan mendapat bantuan yang besar dari pemerintah dan membuka lapangan kerja bagi nelayan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,

“Terima kasih buat Bupati yang telah membuat perubahan pesat disektor perikanan, sehingga hari ini Morotai berbangga karena sudah bisa ekspor ikan tuna ke luar negeri. ini awal yang sangat baik, semoga kedepan dengan meningkatnya hasil produksi maka penyerapan tenaga kerja semakin banyak dan nelayan kita makin sejahtera serta PAD kita meningkat” harapnya optimis.

Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Bea Cukai Ternate, Musafak. Ia memberi apresiasi kepada Bupati, kepala DKP dan Forkompimda, sambil menyampaikan pesan Ibu Mentri Keuangan, yakni bangsa kita membutuhkan devisa dari ekspor di sektor lain. Karena selama ini hasil ekspor didominasi oleh pertambangan, hari ini apa yang dilakukan Pemkab Morotai merupakan hal yang luar biasa dan sangat disambut baik oleh negara, karena sikon seperti ini yang negara butuhkan.

“Kami Sebagai fasilitator mengajak semua pihak agar mendukung prestasi yang luar biasa ini dan akan kami viralkan karena ini pertama di Maluku Utara yang melakukan ekspor ikan ke luar negeri dan tujuan kami mendorong ekspor.” paparnya

Sambutan kepala Bea Cukai Ternate, Musafak.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, memberi sambutan diahir acara. Ia menyampaikan trima kasih kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Suriani Antarani, karena kegigihannya dalam bekerja keras sehingga terwujudnya ekspor ikan ini. Bupati juga berterima kasih pada Kementrian KKP, kepada Direktorat Usaha dan Investasi, Ditjen PDSKP KKP RI Catur Sarwanto, yang hadir dalam acara ini, kepala Bea Cukai Ternate, Kapolres Morotai, Danlanal Morotai, Danlanud Morotai dan seluruh pimpinan SKPD.

Foto bersama, kepala DKP,, Perwakilan KKP, kepala Bea Cukai, Istri Bupati, Bupati, Kapolres, Danlanud, Danlanal dan Asisten I

Menurutnya, kehadiran SKPT di Pulau Morotai telah menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan nelayan morotai kedepan, karena memang itu tujuan utama SKPT dibangun. terbukti di tahun 2016 kita hanya nonton, namun setelah diupayakan dengan kementerian kelautan dan perikanan (KKP) RI maka tahun ini semuanya terwujud, nelayannya diberdayakan dan diberi bantuan sehingga menghasilkan ekspor ikan, maupun turunan dari sektor perikanan lainnya yang dihidupkan di tiap desa di Pulau Morotai.

Fokus Pemkab dalam mengelola SDA Morotai, kata Bupati, hanya tiga yakni Pariwisata, Pertanian dan Perikanan. Dan Morotai keberadaan ikan tuna terbesar di Maluku Utara, yakni 60% untuk itu, dirinya mengajak semua komponen agar mendukung demi sukses program ini.

Dikatakannya, kendala yang dihadapi nelayan morotai adalah kapal tangkap, es batu, bbm dan permodalan.

“Saat ini pemkab sudah penuhi semuanya, tapi dari 83 koperasi nelayan, hanya 2 koperasi nelayan yang ribut, nah ini ada mafia.” tegasnya

“Setelah ekspor ikan tuna loin morotai ini, bulan depan silahkan kalian ke Vietnam, dipastikan di setiap mini market sudah dijual ikan tuna berlebel SKPT Daeo Morotai, jangan karena kalian benci Benny Laos, kemudian kalian korbankan masyarakat lain demi kepentingan kelompok kalian.” semburnya

Karyawan PT Harta Samudra, memberi arahan ke tenaga buruh cara pemuatannya diperlakukan seperti balita demi menjaga kwalitas ekspor

Bupati berharap PT Harta Samudra, sebagai mitra agar jangan berkecil hati, walaupun hasil tangkapan nelayan kita belum berimbang dengan modal yang dikeluarkan, tapi ini awal yang baik untuk mencapai hasil yang lebih baik.

“Sebenarnya dari keterbatasan fasilitas SKPT sebelumnya, PT Harta Samudra, sudah minta mundur, namun saya membujuk untuk mereka bertahan, semuanya itu saya lakukan demi rakyat morotai.” ungkapnya

“Hari ini terwujudnya ekspor perdana sebanyak kurang lebih 25 ton merupakaan satu keberhasilan yang harus di syukuri, karena kita telah ekspor dengan label morotai dan pulau morotai telah memberi devisa kepada negara.”ujarnya

Proses pemuatan di kontener, diatas dermaga laut, untuk dibawa ke Surabaya oleh kapal Tol Laut, kemudian dilanjutkan dengan kapal ekspor dari Surabaya ke Vietnam

Sebelum dilanjut ke acara gunting pita, dilakukan penyerahan dokumen ekspor atau dokumen Health Certifikat dari kepala Bea Cukai Ternate kepada Eksportir, Manager PT Harta Samudra Pulau Morotai, I Made Malihartadana.

Penyerahan dokumen ekspor, oleh kepala Bea Cukai Ternate, Musafak, kepada Manager PT Harta Samudra, I Made Malihartadana.

Acara pelepasan ini ditutup dengan pemotongan pita oleh Danlanal dan Dan Lanud Pulau Morotai, didampingi Bupati Pulau Morotai, Sekda, Kepala Bapeda, Kapolres Pulau Morotai dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Suriani Antarani.

Guntingan pita pelepasan ekspor ikan tuna loin, di atas Dermaga Imam Lastory Morotai oleh Danlanal

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Ekspor Ikan Tuna Ke Vietnam, Pemkab Morotai Penyumbang Devisa Negara

i-malut.com, MOROTAI – Acara pelepasan eksport perdana ikan tuna loin ke negara vietnam oleh SKPT Pulau Morotai tahun 2018, berlangsung di halaman Terminal Pelabuhan Laut Imam Lastory, Daruba Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (28/9/2018), pukul 20.00 Wit.

Pembukaan acara diawali dengan pembacaan doa, oleh Kasubag Keagamaan Setda Pulau Morotai, Sahril Totona. Dilanjutkan dengan sambutan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suriani Antarani. Diawal sambutannya, wanita muda enerjik ini menyampaikan, bahwa Ekspor perdana ikan tuna loin ke negara Vietnam oleh SKPT Pulau Morotai merupakan jati diri Pemkab Pulau Morotai.

“Bahwa kita menerima tantangan dari KKP, untuk mendirikan SKPT, dan kita membuktikan keberadaan SKPT tidak hanya menjadikan monumen, tetapi Bupati telah mewujud nyatakan dengan mencari mitra kerja yang tepat, sehingga SKPT dapat beroperasi saat ini dan telah menuai hasil yakni melakukan ekspor ikan tuna loin perdana ke negara Vietnam sebanyak Total eksport 2 kontainer : 23.940 kg.” Jelas Antarani

Sambutan Kepala Dinas Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suriani Antarani

Semuanya terjadi, kata Kadis DKP yang suka menerima tantangan ini, karena kerja keras Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, dan hal ini terbukti bahwa nelayan Pulau Morotai sebelumnya tidak punya apa apa, dengan hadir dan beroperasinya SKPT di desa Daeo Pulau Morotai, membuat nelayan mendapat bantuan yang besar dari pemerintah dan membuka lapangan kerja bagi nelayan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,

“Terima kasih buat Bupati yang telah membuat perubahan pesat disektor perikanan, sehingga hari ini Morotai berbangga karena sudah bisa ekspor ikan tuna ke luar negeri. ini awal yang sangat baik, semoga kedepan dengan meningkatnya hasil produksi maka penyerapan tenaga kerja semakin banyak dan nelayan kita makin sejahtera serta PAD kita meningkat” harapnya optimis.

Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Bea Cukai Ternate, Musafak. Ia memberi apresiasi kepada Bupati, kepala DKP dan Forkompimda, sambil menyampaikan pesan Ibu Mentri Keuangan, yakni bangsa kita membutuhkan devisa dari ekspor di sektor lain. Karena selama ini hasil ekspor didominasi oleh pertambangan, hari ini apa yang dilakukan Pemkab Morotai merupakan hal yang luar biasa dan sangat disambut baik oleh negara, karena sikon seperti ini yang negara butuhkan.

“Kami Sebagai fasilitator mengajak semua pihak agar mendukung prestasi yang luar biasa ini dan akan kami viralkan karena ini pertama di Maluku Utara yang melakukan ekspor ikan ke luar negeri dan tujuan kami mendorong ekspor.” paparnya

Sambutan kepala Bea Cukai Ternate, Musafak.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, memberi sambutan diahir acara. Ia menyampaikan trima kasih kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Suriani Antarani, karena kegigihannya dalam bekerja keras sehingga terwujudnya ekspor ikan ini. Bupati juga berterima kasih pada Kementrian KKP, kepada Direktorat Usaha dan Investasi, Ditjen PDSKP KKP RI Catur Sarwanto, yang hadir dalam acara ini, kepala Bea Cukai Ternate, Kapolres Morotai, Danlanal Morotai, Danlanud Morotai dan seluruh pimpinan SKPD.

Foto bersama, kepala DKP,, Perwakilan KKP, kepala Bea Cukai, Istri Bupati, Bupati, Kapolres, Danlanud, Danlanal dan Asisten I

Menurutnya, kehadiran SKPT di Pulau Morotai telah menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan nelayan morotai kedepan, karena memang itu tujuan utama SKPT dibangun. terbukti di tahun 2016 kita hanya nonton, namun setelah diupayakan dengan kementerian kelautan dan perikanan (KKP) RI maka tahun ini semuanya terwujud, nelayannya diberdayakan dan diberi bantuan sehingga menghasilkan ekspor ikan, maupun turunan dari sektor perikanan lainnya yang dihidupkan di tiap desa di Pulau Morotai.

Fokus Pemkab dalam mengelola SDA Morotai, kata Bupati, hanya tiga yakni Pariwisata, Pertanian dan Perikanan. Dan Morotai keberadaan ikan tuna terbesar di Maluku Utara, yakni 60% untuk itu, dirinya mengajak semua komponen agar mendukung demi sukses program ini.

Dikatakannya, kendala yang dihadapi nelayan morotai adalah kapal tangkap, es batu, bbm dan permodalan.

“Saat ini pemkab sudah penuhi semuanya, tapi dari 83 koperasi nelayan, hanya 2 koperasi nelayan yang ribut, nah ini ada mafia.” tegasnya

“Setelah ekspor ikan tuna loin morotai ini, bulan depan silahkan kalian ke Vietnam, dipastikan di setiap mini market sudah dijual ikan tuna berlebel SKPT Daeo Morotai, jangan karena kalian benci Benny Laos, kemudian kalian korbankan masyarakat lain demi kepentingan kelompok kalian.” semburnya

Karyawan PT Harta Samudra, memberi arahan ke tenaga buruh cara pemuatannya diperlakukan seperti balita demi menjaga kwalitas ekspor

Bupati berharap PT Harta Samudra, sebagai mitra agar jangan berkecil hati, walaupun hasil tangkapan nelayan kita belum berimbang dengan modal yang dikeluarkan, tapi ini awal yang baik untuk mencapai hasil yang lebih baik.

“Sebenarnya dari keterbatasan fasilitas SKPT sebelumnya, PT Harta Samudra, sudah minta mundur, namun saya membujuk untuk mereka bertahan, semuanya itu saya lakukan demi rakyat morotai.” ungkapnya

“Hari ini terwujudnya ekspor perdana sebanyak kurang lebih 25 ton merupakaan satu keberhasilan yang harus di syukuri, karena kita telah ekspor dengan label morotai dan pulau morotai telah memberi devisa kepada negara.”ujarnya

Proses pemuatan di kontener, diatas dermaga laut, untuk dibawa ke Surabaya oleh kapal Tol Laut, kemudian dilanjutkan dengan kapal ekspor dari Surabaya ke Vietnam

Sebelum dilanjut ke acara gunting pita, dilakukan penyerahan dokumen ekspor atau dokumen Health Certifikat dari kepala Bea Cukai Ternate kepada Eksportir, Manager PT Harta Samudra Pulau Morotai, I Made Malihartadana.

Penyerahan dokumen ekspor, oleh kepala Bea Cukai Ternate, Musafak, kepada Manager PT Harta Samudra, I Made Malihartadana.

Acara pelepasan ini ditutup dengan pemotongan pita oleh Danlanal dan Dan Lanud Pulau Morotai, didampingi Bupati Pulau Morotai, Sekda, Kepala Bapeda, Kapolres Pulau Morotai dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Suriani Antarani.

Guntingan pita pelepasan ekspor ikan tuna loin, di atas Dermaga Imam Lastory Morotai oleh Danlanal

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER