Dua Nelayan Morotai Sudah Berada di Ternate, Besok Dijemput Pemkab di Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Kepala Staf Khusus KLN Bupati Pulau Morotai, Semuel Samson, Minggu (30/9/2018) saat dihubungi media ini menjelaskan soal proses pemulangan dua nelayan asal Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai.

Menurutnya, pada Minggu 30/9/2018 pagi, menerima informasi dari konsul jendral RI (KJRI) di Davao, Philipines, Berlian Napitupulu, dan dari Kasubdit Kawasan-1, direktorat perlindungan warga negara indonesia (PWNI), Dyah Asmarani, Ditjen Protkons, bahwa kedua nelayan asal Desa Gorua Kabupaten Pulau Morotai, Malut, yaitu rustam tatapa dan makmur ngendre, sedang dalam perjalanan pulang ke Morotai, untuk berjumpa kembali dengan keluarganya.

“Segera setelah saudara rustam tatapa dan saudara makmur ngendre memperoleh dokumen “exit clearance” dari pihak imigrasi Philipines, kami merampungkan koordinasi final dengan direktorat PWNI Kemlu di jakarta, untuk langsung memberangkatkan kedua nelayan WNI asal morotai tersebut ke tanah air, kata konjen RI Davao,” ungkap Semuel.

Dengan didampingi staf KJRI Davao, Karel, pada Sabtu 29/9/2018 malam, Rustam dan Makmur, diberangkatkan ke jakarta dengan rute penerbangan: Davao-Jakarta via Manila dengan Cebu Pacific 5J759. Dari Manila pukul 20.20 waktu setempat dan tiba di jakarta pukul 23.40 WIB. Rustam dan Makmur selanjutnya diserahkan oleh staf KJRI Davao, Karel, kepada staf Dit. PWNI/BHI Kemlu, untuk dipersiapkan keberangkatannya ke Morotai.

Saat tiba di kantor Kemlu di Jakarta untuk proses pemulangan ke Morotai.

Lanjutnya, akhirnya pagi ini, Minggu 30/9/2018, Rustam dan Makmur telah diberangkatkan ke Morotai via Manado dan ternate.

“Mereka didampingi oleh dua staf Dir PWNI, Kemlu, tadi subuh pukul 05.50 WIB, sudah kami berangkatkan ke Morotai via Manado dengan pesawat garuda, GA602, selanjutnya dengan GA684 ke ternate, tiba 13.05 WIT. karena sudah tidak ada penerbangan ke Morotai, maka Makmur dan Rustam di inapkan satu malam di ternate, dan direncanakan besok senin 1/10/2018, mereka diterbangkan ke Morotai dengan pesawat wings air, rencana tiba jam 12.40 WIT di bandara leo watimena, Pulau Morotai.” jelasnya

Dengan berakhirnya permasalahan Rustam dan Makmur, kata Semuel Samson,  konjen Davao, Berlian Napitupulu, berharap agar Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, berkenan menjemput langsung kedua nelayan tersebut bersama tim Dir. PWNI/BHI, Kemlu.

“Dimana permasalahan Rustam dan Makmur ini telah ditangani Bupati Pulau Morotai sejak awal, sekaligus atas nama Pemda Morotai, menerima secara resmi proses pemulangan kedua nelayan WNI asal desa gorua morotai, dari pihak Kemlu, cq. Dir. PWNI/BHI, untuk selanjutnya diserahkan dan dipertemukan kembali kepada keluarganya,” tutur Semuel

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya Pemkab Morotai sampaikan kepada jajaran Kemlu, kepada Ibu Menlu, Bapak Wamenlu, Dirjen Portokons, KBRI Manila, Konjen Davao, Dir. PWNI/BHI, cq. Kasubdit Kawasan-1 dan mitra kerjanya di Philipines, terutama antar sesama nelayan, Tim SKPD Pemkab Morotai, Media dan berbagai pihak yang telah terlibat menangani tuntasnya penanganan musibah atas dua nelayan asal desa gorua, Kabupaten Pulau Morotai, saudara Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, yang hanyut memasuki wilayah perairan philipines karena faktor cuaca dan kegagalan mesin perahu ikannya.

Informasi yang diterima media ini, bahwa besok senin 1/10/2018 Pemkab Pulau Morotai akan melakukan penjemputan kedatangan kedua nelayan asal Desa Gorua,  Kecamatan Morotai Utara, di Bandara Leo Watimena Morotai.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dua Nelayan Morotai Sudah Berada di Ternate, Besok Dijemput Pemkab di Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Kepala Staf Khusus KLN Bupati Pulau Morotai, Semuel Samson, Minggu (30/9/2018) saat dihubungi media ini menjelaskan soal proses pemulangan dua nelayan asal Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai.

Menurutnya, pada Minggu 30/9/2018 pagi, menerima informasi dari konsul jendral RI (KJRI) di Davao, Philipines, Berlian Napitupulu, dan dari Kasubdit Kawasan-1, direktorat perlindungan warga negara indonesia (PWNI), Dyah Asmarani, Ditjen Protkons, bahwa kedua nelayan asal Desa Gorua Kabupaten Pulau Morotai, Malut, yaitu rustam tatapa dan makmur ngendre, sedang dalam perjalanan pulang ke Morotai, untuk berjumpa kembali dengan keluarganya.

“Segera setelah saudara rustam tatapa dan saudara makmur ngendre memperoleh dokumen “exit clearance” dari pihak imigrasi Philipines, kami merampungkan koordinasi final dengan direktorat PWNI Kemlu di jakarta, untuk langsung memberangkatkan kedua nelayan WNI asal morotai tersebut ke tanah air, kata konjen RI Davao,” ungkap Semuel.

Dengan didampingi staf KJRI Davao, Karel, pada Sabtu 29/9/2018 malam, Rustam dan Makmur, diberangkatkan ke jakarta dengan rute penerbangan: Davao-Jakarta via Manila dengan Cebu Pacific 5J759. Dari Manila pukul 20.20 waktu setempat dan tiba di jakarta pukul 23.40 WIB. Rustam dan Makmur selanjutnya diserahkan oleh staf KJRI Davao, Karel, kepada staf Dit. PWNI/BHI Kemlu, untuk dipersiapkan keberangkatannya ke Morotai.

Saat tiba di kantor Kemlu di Jakarta untuk proses pemulangan ke Morotai.

Lanjutnya, akhirnya pagi ini, Minggu 30/9/2018, Rustam dan Makmur telah diberangkatkan ke Morotai via Manado dan ternate.

“Mereka didampingi oleh dua staf Dir PWNI, Kemlu, tadi subuh pukul 05.50 WIB, sudah kami berangkatkan ke Morotai via Manado dengan pesawat garuda, GA602, selanjutnya dengan GA684 ke ternate, tiba 13.05 WIT. karena sudah tidak ada penerbangan ke Morotai, maka Makmur dan Rustam di inapkan satu malam di ternate, dan direncanakan besok senin 1/10/2018, mereka diterbangkan ke Morotai dengan pesawat wings air, rencana tiba jam 12.40 WIT di bandara leo watimena, Pulau Morotai.” jelasnya

Dengan berakhirnya permasalahan Rustam dan Makmur, kata Semuel Samson,  konjen Davao, Berlian Napitupulu, berharap agar Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, berkenan menjemput langsung kedua nelayan tersebut bersama tim Dir. PWNI/BHI, Kemlu.

“Dimana permasalahan Rustam dan Makmur ini telah ditangani Bupati Pulau Morotai sejak awal, sekaligus atas nama Pemda Morotai, menerima secara resmi proses pemulangan kedua nelayan WNI asal desa gorua morotai, dari pihak Kemlu, cq. Dir. PWNI/BHI, untuk selanjutnya diserahkan dan dipertemukan kembali kepada keluarganya,” tutur Semuel

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya Pemkab Morotai sampaikan kepada jajaran Kemlu, kepada Ibu Menlu, Bapak Wamenlu, Dirjen Portokons, KBRI Manila, Konjen Davao, Dir. PWNI/BHI, cq. Kasubdit Kawasan-1 dan mitra kerjanya di Philipines, terutama antar sesama nelayan, Tim SKPD Pemkab Morotai, Media dan berbagai pihak yang telah terlibat menangani tuntasnya penanganan musibah atas dua nelayan asal desa gorua, Kabupaten Pulau Morotai, saudara Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, yang hanyut memasuki wilayah perairan philipines karena faktor cuaca dan kegagalan mesin perahu ikannya.

Informasi yang diterima media ini, bahwa besok senin 1/10/2018 Pemkab Pulau Morotai akan melakukan penjemputan kedatangan kedua nelayan asal Desa Gorua,  Kecamatan Morotai Utara, di Bandara Leo Watimena Morotai.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER