Honorer K2 Halsel Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Pemda Tunda Rekrutmen CPNS

i-malut.com, LABUHA — Harapan dan cita-cita para pegawai Honorer Kategori Dua (K2) yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah daerah untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halamahera Selatan (Halsel) hingga kini tak pasti, sehingga membuat ratusan Honorer kategori dua (K2) ini melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Halsel, Senin (01/10/208).

Dalam aksi itu masa mendesak kepada pemerintah (Pemda) Halsel untuk menunda proses perekrutan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mendesak kepada Pemda Halsel agar memperjuangkan nasib para tenaga Honorer kategori dua (K2) untuk diangkat sebagai pegawai negeri sipil dilingkup Pemda Halsel.

Hal ini di sampaikan oleh koordinator aksi Said Alkatiri, dalam orasinya mengatakan, para tenaga honorer kategori dua diberlakukan menjadi pegawai pemerintah penjanjian kerja (PPPK) mendesak pemerintah pusat cq Kemenpan RB-RI agar mencabut permenpan No 36 dan 37 karena dinilai telah mendiskriminasi hak-hak para honorer kategori dua (K2) yang sudah mengabdi di daerah ini berpuluh-puluh tahun lamanya dan tak kunjung diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemda Halsel.

Ditambahkan, para honorer Halsel ini sangat marah karrna kembali di bohongi oleh Pemda Halsel melalui kepala BKD Halsel Marten puka-puka, yang dalam pernyataannya belum lama ini mengatakan, setelah perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilingkup pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Halmahera Selatan tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) berencana mengangkat pegawai honorer (K2) Kategori dua, yang sudah mengabdi di daerah berpuluh-puluh tahun lamanya.

Aksi unjuk rasa para Honorer K2 di halaman kantor Bupati Halsel, desak Pemda tunda proses rekrutmen CPNS

“Penyataan Pemda Halsel itu sangat tidak mendasar karena pihak Pemda Halsel sampai saat ini belum juga mendapatkan petunjuk teknis (juknis) pengangkatan para Honorer kategori dua (K2) di lingkup Pemda Halsel.” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halsel Marten Puka Puka, saat di konfirmasi wartawan menjelaskan, para pegawai honorer K2 bakal diangkat menjadi PNS.

“dan pengangkatan pegawai honorer K2 menjadi PNS, akan dilakukan setelah pelaksanan seleksi penerimaan CPNS ” ujarnya.

Lanjut Marten, Untuk Kabupaten Halsel, sebanyak 1.739 pegawai honorer K2 yang bakal diangkat menjadI PNS. Pengangkatan para pegawai honorer K2 menjadi PNS itu, kata Marten, dilakukan sesuai arahan dari BKN Pusat.

Ditambahkan, nama-nama para pegawai honorer K2 yang pernah mengikuti tes beberapa tahun lalu itu sudah ada BKN sehingga tidak akan ada perubahan nama nama pegawai honorer K2. Marten mengingatkan, agar para honorer K2 untuk tidak menghilangkan nomor test saat mengikuti tes beberapa tahun lalu. Hal itu, ujar Marten, menjadi salah satu persyaratan para honorer untuk dapat diketahui sebagai pegawai honorer K2 di Pemda Kabupaten Halsel.

“Honorer K2 harus punya nomor test yang pernah di miliki saat tes sebelumnya, jika tidak ada maka silahkan mengurusnya ke BKN, karena nama-nama honorer K2 sudah tercatat di BKN,” jelasnya.

Marten berharap agar honorer K2 yang ada di Halsel untuk tetap bersabar karena tidak lama lagi bakal diangkat menjadi PNS.

Red/Rep : (Bur)

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Pelaku Pengrusakan Toko Indoraya akhirnya menyesal dan minta...

Sanana -- Pelaku pengrusakan Toko Indoraya pada Desember 2020, Mukaram Umasugi akhirnya menyesal dan minta maaf atas perbuatannya. Permohonan maaf ini disampaikan kepada Ko Aliong dan Isteri, Ko Hartono...

Pembangunan Pertashop Picu Retaknya Hubungan Antar Warga Jambula 

Ternate -- Pembanguan Pertamina Shop (Pertashop) yang berlokasi di Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate menyisahkan pro dan kontra ditengah-tengah warga masyarakat, alhasil kondisi tersebut memicu retaknya hubungan...

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6) tadi, resmi mengangkat Tommy S Pangi sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kristen Nehemia Galela. Jabatan...

Kekuasaan

Aspek normatif, atau kritik-nilai analisis keputusan terlihat ketika kita menyadari bahwa pengetahuan yang relevan dengan keputusan mencakup antara dinamika "tujuan" dan "cara" yang sifatnya Valuatif. (Duncan MacRay, Jr "The...

Siap Tabuh Genderang Perang, jika Bupati membawa Dendam

Sanana -- Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Arif Umasugi yang juga merupakan ASN Senior di Pemda Sula, menyebut perbuatan pencopotan...

Dukung Program Pemerintah Soal Literasi Digital, Dit Intelkam...

Ternate –– Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intekam) Polda Maluku Utara gelar kegiatan Coffee Morning dengan tema, "Literasi Digital Solution Smart Island Dan Smart Goverment Provinsi Maluku Utara", bertempat...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh,...

Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana menjadi Pelaksana Program Serbuan Vaksin...

Sanana -- Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Sanana-Kodim 1510/Sula, Kapten. Abdul Malik Fudji, baru-baru ini menggelar rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Program Serbuan Vaksin bagi Masyarakat, yang menjadi Program TNI-AD. Rapat yang...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa, terhitung sekitar bulan Februari hingga Juni 2021 belum dibayar atau menunggak...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...

ARTIKEL TERKAIT

Honorer K2 Halsel Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Pemda Tunda Rekrutmen CPNS

-

i-malut.com, LABUHA — Harapan dan cita-cita para pegawai Honorer Kategori Dua (K2) yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah daerah untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halamahera Selatan (Halsel) hingga kini tak pasti, sehingga membuat ratusan Honorer kategori dua (K2) ini melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Halsel, Senin (01/10/208).

Dalam aksi itu masa mendesak kepada pemerintah (Pemda) Halsel untuk menunda proses perekrutan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan mendesak kepada Pemda Halsel agar memperjuangkan nasib para tenaga Honorer kategori dua (K2) untuk diangkat sebagai pegawai negeri sipil dilingkup Pemda Halsel.

Hal ini di sampaikan oleh koordinator aksi Said Alkatiri, dalam orasinya mengatakan, para tenaga honorer kategori dua diberlakukan menjadi pegawai pemerintah penjanjian kerja (PPPK) mendesak pemerintah pusat cq Kemenpan RB-RI agar mencabut permenpan No 36 dan 37 karena dinilai telah mendiskriminasi hak-hak para honorer kategori dua (K2) yang sudah mengabdi di daerah ini berpuluh-puluh tahun lamanya dan tak kunjung diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemda Halsel.

Ditambahkan, para honorer Halsel ini sangat marah karrna kembali di bohongi oleh Pemda Halsel melalui kepala BKD Halsel Marten puka-puka, yang dalam pernyataannya belum lama ini mengatakan, setelah perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilingkup pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Halmahera Selatan tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) berencana mengangkat pegawai honorer (K2) Kategori dua, yang sudah mengabdi di daerah berpuluh-puluh tahun lamanya.

Aksi unjuk rasa para Honorer K2 di halaman kantor Bupati Halsel, desak Pemda tunda proses rekrutmen CPNS

“Penyataan Pemda Halsel itu sangat tidak mendasar karena pihak Pemda Halsel sampai saat ini belum juga mendapatkan petunjuk teknis (juknis) pengangkatan para Honorer kategori dua (K2) di lingkup Pemda Halsel.” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Halsel Marten Puka Puka, saat di konfirmasi wartawan menjelaskan, para pegawai honorer K2 bakal diangkat menjadi PNS.

“dan pengangkatan pegawai honorer K2 menjadi PNS, akan dilakukan setelah pelaksanan seleksi penerimaan CPNS ” ujarnya.

Lanjut Marten, Untuk Kabupaten Halsel, sebanyak 1.739 pegawai honorer K2 yang bakal diangkat menjadI PNS. Pengangkatan para pegawai honorer K2 menjadi PNS itu, kata Marten, dilakukan sesuai arahan dari BKN Pusat.

Ditambahkan, nama-nama para pegawai honorer K2 yang pernah mengikuti tes beberapa tahun lalu itu sudah ada BKN sehingga tidak akan ada perubahan nama nama pegawai honorer K2. Marten mengingatkan, agar para honorer K2 untuk tidak menghilangkan nomor test saat mengikuti tes beberapa tahun lalu. Hal itu, ujar Marten, menjadi salah satu persyaratan para honorer untuk dapat diketahui sebagai pegawai honorer K2 di Pemda Kabupaten Halsel.

“Honorer K2 harus punya nomor test yang pernah di miliki saat tes sebelumnya, jika tidak ada maka silahkan mengurusnya ke BKN, karena nama-nama honorer K2 sudah tercatat di BKN,” jelasnya.

Marten berharap agar honorer K2 yang ada di Halsel untuk tetap bersabar karena tidak lama lagi bakal diangkat menjadi PNS.

Red/Rep : (Bur)

BERITA LAINNYA

Kekuasaan

Aspek normatif, atau kritik-nilai analisis keputusan terlihat ketika kita menyadari bahwa pengetahuan yang relevan dengan...

Hampir Lima Bulan, Pemda Halut Tunggak Gaji Pegawai...

Tobelo -- Hampir Lima bulan gaji dan tunjangan pegawai honorer bahkan untuk Penghasilan Tetap (Siltap)...

APHS Demo tuding Bupati Ningsih Tabrak Aturan

Sanana -- Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Hai Sua (APHS) melakukan aksi turun...

Dianggap Buat Terobosan Diawal kepemimpinan, Ketua DPC Gerindra...

Labuha - DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan (Halsel), mengapresiasi kebijakan Bupati Usman Sidik terkait penataan...

Ketua KNPI Sula ingatkan Bupati terpilih soal Visi...

Sanana -- Resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), setelah dilantik pada Jumat...

YPK GMIH Angkat Tommy Sebagai Kepsek SMA Kristen...

Tobelo -- Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), pada Sabtu (12/6)...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...