Pemkab Morotai Sambut Kedatangan Nelayan Yang Hanyut Ke Philipines

i-malut.com, MOROTAI — Dua orang nelayan, Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, asal Desa Gorua Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, yang dikabarkan hilang, dua bulan silam (bulan agustus 2018), karena kerusakan mesin saat mencari ikan dan hanyut selama 14 hari di tengah lautan terbawa arus serta gelombang hingga masuk ke perairan negara Philipines, kemudian ditemukan kapal nelayan Yendrik 290, asal Philipines, milik perusahan Atlantik fishing filipina pada 26 agustus 2018, kini telah kembali ke indonesia dan dipulangkan ke morotai, oleh pihak Kemenlu dan KJRI Davao.

Proses kepulangan mereka tidak terlepas peran Pemkab Pulau Morotai didalamnya, melalui staf khusus Bupati, Hubungan Luar Negeri, Semuel Samson, yang diperintahkan Bupati Benny Laos, untuk membangun komunikasi dengan Kemenlu dan KJRI Davao agar mengurus kepulangan rustam dan makmur ke indonesia.

“Sebagai staf khusus Bupati kepengurusan luar negeri, saya diminta Bupati segera membangun komunikasi dengan pihak Kemenlu dan KJRI Davao untuk proses pemulangan dua nelayan asal morotai yang diamankan di KJRI Davao,” ungkap Semuel.

Upaya yang dilakukannya membuahkan hasil, karena segala proses administrasi kepulangan kedua nelayan di percepat, sehingga KJRI Davao memulangkan kedua nelayan tersebut ke indonesia 29/9/2018, selanjutnya pihak Kemenlu mengantarkan mereka ke daerah asal pada Minggu 30/9/2018 dan tiba di Morotai, Senin 1/10/2018, menumpangi pesawat wings air.

Kedatangan kedua nelayan dijemput langsung Pemkab Pulau Morotai, kemudian keduanya diboyong ke Mabes untuk makan siang dan proses penyerahan dari pihak Kemenlu ke Pemkab Pulau Morotai.

“Kepulangan dua nelayan ini didampingi, Eko yudhi prasetiono, staf perlindungan WNI/BHI dan Nur Slamet, staf Kemenlu,” unkap Kabag Humas dan Protokuler, Akri Wijaya

Penyerahannya ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dua WNI Nelayan, nomor: BA/WN/00914/09/2018/66, atas nama Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, dari KJRI Davao City, oleh pihak pertama Eko Yudhi Prasetiono, Fungsional Umum Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kemenlu ke Bupati Pulau Morotai, Benny Laos.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, sebelum menyerahkan kedua nelayan ini ke keluarganya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, Ia menyampai terima kasih ke pihak Kemenlu dan KJRI Davao, karena atas kerjasama yang baik sehingga kedua warganya yang hanyut ke Philipines dapat dilayani dengan baik dan dipulangkan dalam keadaan sehat wal’afiat.

Selain itu, Benny Laos, berpesan kepada kedua nelayan Rustam dan Makmur serta keluarganya agar selalu saling menyayangi dalam menjalani kehidupan sehari hari.

“Selalu menjaga silaturahim, agar sesama kita bisa saling menjaga, ketika ada masalah seperti ini, sehingga kita tidak pernah merasa kehilangan.” pintanya

Foto bersama, bupati, perwakilan Kemenlu dan dua nelayan desa gorua

Acara serah terima diahiri dengan foto bersama dan Bupati meminta Rustam Tatapa sedikit menceritakan kronologis hanyutnya mereka berdua hingga ditemui kapal nelayan Philipines. Rustam pun menceritakan sebab hanyutnya mereka, membuat suasana menjadi haru.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Pemkab Morotai Sambut Kedatangan Nelayan Yang Hanyut Ke Philipines

i-malut.com, MOROTAI — Dua orang nelayan, Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, asal Desa Gorua Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, yang dikabarkan hilang, dua bulan silam (bulan agustus 2018), karena kerusakan mesin saat mencari ikan dan hanyut selama 14 hari di tengah lautan terbawa arus serta gelombang hingga masuk ke perairan negara Philipines, kemudian ditemukan kapal nelayan Yendrik 290, asal Philipines, milik perusahan Atlantik fishing filipina pada 26 agustus 2018, kini telah kembali ke indonesia dan dipulangkan ke morotai, oleh pihak Kemenlu dan KJRI Davao.

Proses kepulangan mereka tidak terlepas peran Pemkab Pulau Morotai didalamnya, melalui staf khusus Bupati, Hubungan Luar Negeri, Semuel Samson, yang diperintahkan Bupati Benny Laos, untuk membangun komunikasi dengan Kemenlu dan KJRI Davao agar mengurus kepulangan rustam dan makmur ke indonesia.

“Sebagai staf khusus Bupati kepengurusan luar negeri, saya diminta Bupati segera membangun komunikasi dengan pihak Kemenlu dan KJRI Davao untuk proses pemulangan dua nelayan asal morotai yang diamankan di KJRI Davao,” ungkap Semuel.

Upaya yang dilakukannya membuahkan hasil, karena segala proses administrasi kepulangan kedua nelayan di percepat, sehingga KJRI Davao memulangkan kedua nelayan tersebut ke indonesia 29/9/2018, selanjutnya pihak Kemenlu mengantarkan mereka ke daerah asal pada Minggu 30/9/2018 dan tiba di Morotai, Senin 1/10/2018, menumpangi pesawat wings air.

Kedatangan kedua nelayan dijemput langsung Pemkab Pulau Morotai, kemudian keduanya diboyong ke Mabes untuk makan siang dan proses penyerahan dari pihak Kemenlu ke Pemkab Pulau Morotai.

“Kepulangan dua nelayan ini didampingi, Eko yudhi prasetiono, staf perlindungan WNI/BHI dan Nur Slamet, staf Kemenlu,” unkap Kabag Humas dan Protokuler, Akri Wijaya

Penyerahannya ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dua WNI Nelayan, nomor: BA/WN/00914/09/2018/66, atas nama Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre, dari KJRI Davao City, oleh pihak pertama Eko Yudhi Prasetiono, Fungsional Umum Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kemenlu ke Bupati Pulau Morotai, Benny Laos.

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, sebelum menyerahkan kedua nelayan ini ke keluarganya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara, Ia menyampai terima kasih ke pihak Kemenlu dan KJRI Davao, karena atas kerjasama yang baik sehingga kedua warganya yang hanyut ke Philipines dapat dilayani dengan baik dan dipulangkan dalam keadaan sehat wal’afiat.

Selain itu, Benny Laos, berpesan kepada kedua nelayan Rustam dan Makmur serta keluarganya agar selalu saling menyayangi dalam menjalani kehidupan sehari hari.

“Selalu menjaga silaturahim, agar sesama kita bisa saling menjaga, ketika ada masalah seperti ini, sehingga kita tidak pernah merasa kehilangan.” pintanya

Foto bersama, bupati, perwakilan Kemenlu dan dua nelayan desa gorua

Acara serah terima diahiri dengan foto bersama dan Bupati meminta Rustam Tatapa sedikit menceritakan kronologis hanyutnya mereka berdua hingga ditemui kapal nelayan Philipines. Rustam pun menceritakan sebab hanyutnya mereka, membuat suasana menjadi haru.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER