Pemkab Serahkan Makmur dan Rustam, Keluarganya Sambut Dengan Tangisan

i-malut.com, MOROTAI — Setelah usai penandatanganan berita acara penyerahan WNI Nelayan Morotai dari pihak Kemenlu ke Pemkab Pulau Morotai, Senin (1/10/2018) siang di mabes Benny-Asrun, Rustam dan Makmur kemudian diserahkan pemkab kepada keluarganya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara.

Penyerahan tersebut Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, mempercayakan Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Pulau Morotai, Hi Muchlis Baay, MSi, mewakili Pemkab mengantar Makmur dan Rustam ke desanya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara.

Nelayan asal Desa Gorua, Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre bersama keluarga mereka menuju desa gorua, pada pukul 15.00 wit, menggunakan mobil bus milik Dinas Perhubungan Pemkab Morotai. Sementara Asisten I bersama rombongan menggunakan mobil rush/Dinas milik Setda Pulau Morotai.

Tibanya di Desa Gorua sekitar jam 16.30 wit, telah disambut ratusan masyarakat di sepanjang jalan masuk desa dan dibawah tenda yang telah disiapkan Pemdes. Dari berbagai kalangan usia yang telah lama merindukan kedatangan kedua nelayan mereka yang sempat hilang dan difonis sudah meninggal dunia, karena lebih dari 10 hari pencarian oleh masyarakat, TNI AL dan tim SAR tapi tidak membuahkan hasil.

“Kepulangan kedua warga gorua ini ibarat orang yang sudah meninggal kemudian hidup kembali, saya katakan ini karena berbagai upaya pencarian dengan waktu yang cukup lama sudah dilakukan tetapi tidak menemukan mereka, sehingga keluarga bersepakat dan berkesimpulan bahwa mereka berdua sudah meninggal dunia, sehingga hajatan 7 malampun sudah digelar untuk mendoakan kepergian mereka berdua,” ungkap Kades Gorua, Muhdin Widara, terbata-bata karena meneteskan air mata keharuan dan rasya syukur.

Setibanya Rustam dan Makmur di desa gorua, dikerumuni ratusan masyarakat dan keluarga. Tangisan histeris dan haru dari masyarakat dan keluarganya tidak dapat di bendung. Kalimat syukur dikuti isak tangis yang memecah suasana desa yang sepi pun menjadi bising.

Anak-anak Rustam dan Makmur-pun berlari kencang memeluk bapak mereka seakan tidak percaya dari tatapan mata mereka yang semula hampa, kembali penuh makna setelah mereka pastikan yang di peluk benar-benar ayah mereka. Rustam dan Makmur pun menangis semakin menjadi-jadi sambil memeluk buah hati mereka dan istri yang lama ditinggalkan. manusia hanya berencana dan ternyata Allah berkehendak, Rustam dan Makmur terselamatkan dari maut.

Prosesi penyerahan berlangsung sederhana tetapi sangat haru. Asisten I Setda Pulau Morotai, Hi Muchlis Baay, MSi, menyampaikan bahwa Prosedur diplomatik acara dilakukan tadi siang di Mabes sudah selesai, saat ini Pemkab serahkan ke pihak desa dan keluarga agar mereka berdua dapat hidup bersama kembali dengan anak-anak dan istrinya.

Keselamatan mereka, kata Hi Muchlis, adalah campur tangan Allah yang luar biasa, karena begitu lama terombang ambing oleh arus dan gelombang di lautan bebas tapi masih selamat. Untuk itu, Seluruh masyarakat, keluarga dan kedua adik kita yang sudah balik ini bersyukur dan kita ambil hikmahnya, atas kejadian ini.

Lanjutnya, atas kejadian ini, Pemkab selalu hadir dengan tanggap menanganinya. Bupati memerintahkan staf khusus urusan luar negeri untuk komunikasi dengan pihak Kemenlu dan KJRI Davao agar proses pemulangan mereka segera di urus, jadi kalau ada yang mempertanyaan keberadaan Pemkab atas masalah ini maka Pemkab selalu hadir untuk masyarakat.

“Satu-satunya punya staf khusus urusan luar negeri hanya Pemkab Morotai, terima kasih buat Bupati.” tuturnya

Bagi nelayan, pinta Muchlis, diahir penyampaiannya segera buat kartu asuransinya agar bila ada masalah dikemudian hari ada perlindungan yang diberikan ke nelayan, dan ini Pemkab sudah lakukan ke nelayan-nelayan lainnya di daruba.

Kades Gorua Sendiri, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab, KJRI Davao, Kemenlu dan pemerintah Philipines, atas upaya dan kerja sama yang baik sehingga pemulangan kedua nelayan warga desa gorua di percepat.

Kades Gorua saat memberikan sambutan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab dan pihak terkait lainnya.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Pemkab Serahkan Makmur dan Rustam, Keluarganya Sambut Dengan Tangisan

i-malut.com, MOROTAI — Setelah usai penandatanganan berita acara penyerahan WNI Nelayan Morotai dari pihak Kemenlu ke Pemkab Pulau Morotai, Senin (1/10/2018) siang di mabes Benny-Asrun, Rustam dan Makmur kemudian diserahkan pemkab kepada keluarganya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara.

Penyerahan tersebut Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, mempercayakan Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Pulau Morotai, Hi Muchlis Baay, MSi, mewakili Pemkab mengantar Makmur dan Rustam ke desanya di Desa Gorua, Kecamatan Morotai Utara.

Nelayan asal Desa Gorua, Rustam Tatapa dan Makmur Ngendre bersama keluarga mereka menuju desa gorua, pada pukul 15.00 wit, menggunakan mobil bus milik Dinas Perhubungan Pemkab Morotai. Sementara Asisten I bersama rombongan menggunakan mobil rush/Dinas milik Setda Pulau Morotai.

Tibanya di Desa Gorua sekitar jam 16.30 wit, telah disambut ratusan masyarakat di sepanjang jalan masuk desa dan dibawah tenda yang telah disiapkan Pemdes. Dari berbagai kalangan usia yang telah lama merindukan kedatangan kedua nelayan mereka yang sempat hilang dan difonis sudah meninggal dunia, karena lebih dari 10 hari pencarian oleh masyarakat, TNI AL dan tim SAR tapi tidak membuahkan hasil.

“Kepulangan kedua warga gorua ini ibarat orang yang sudah meninggal kemudian hidup kembali, saya katakan ini karena berbagai upaya pencarian dengan waktu yang cukup lama sudah dilakukan tetapi tidak menemukan mereka, sehingga keluarga bersepakat dan berkesimpulan bahwa mereka berdua sudah meninggal dunia, sehingga hajatan 7 malampun sudah digelar untuk mendoakan kepergian mereka berdua,” ungkap Kades Gorua, Muhdin Widara, terbata-bata karena meneteskan air mata keharuan dan rasya syukur.

Setibanya Rustam dan Makmur di desa gorua, dikerumuni ratusan masyarakat dan keluarga. Tangisan histeris dan haru dari masyarakat dan keluarganya tidak dapat di bendung. Kalimat syukur dikuti isak tangis yang memecah suasana desa yang sepi pun menjadi bising.

Anak-anak Rustam dan Makmur-pun berlari kencang memeluk bapak mereka seakan tidak percaya dari tatapan mata mereka yang semula hampa, kembali penuh makna setelah mereka pastikan yang di peluk benar-benar ayah mereka. Rustam dan Makmur pun menangis semakin menjadi-jadi sambil memeluk buah hati mereka dan istri yang lama ditinggalkan. manusia hanya berencana dan ternyata Allah berkehendak, Rustam dan Makmur terselamatkan dari maut.

Prosesi penyerahan berlangsung sederhana tetapi sangat haru. Asisten I Setda Pulau Morotai, Hi Muchlis Baay, MSi, menyampaikan bahwa Prosedur diplomatik acara dilakukan tadi siang di Mabes sudah selesai, saat ini Pemkab serahkan ke pihak desa dan keluarga agar mereka berdua dapat hidup bersama kembali dengan anak-anak dan istrinya.

Keselamatan mereka, kata Hi Muchlis, adalah campur tangan Allah yang luar biasa, karena begitu lama terombang ambing oleh arus dan gelombang di lautan bebas tapi masih selamat. Untuk itu, Seluruh masyarakat, keluarga dan kedua adik kita yang sudah balik ini bersyukur dan kita ambil hikmahnya, atas kejadian ini.

Lanjutnya, atas kejadian ini, Pemkab selalu hadir dengan tanggap menanganinya. Bupati memerintahkan staf khusus urusan luar negeri untuk komunikasi dengan pihak Kemenlu dan KJRI Davao agar proses pemulangan mereka segera di urus, jadi kalau ada yang mempertanyaan keberadaan Pemkab atas masalah ini maka Pemkab selalu hadir untuk masyarakat.

“Satu-satunya punya staf khusus urusan luar negeri hanya Pemkab Morotai, terima kasih buat Bupati.” tuturnya

Bagi nelayan, pinta Muchlis, diahir penyampaiannya segera buat kartu asuransinya agar bila ada masalah dikemudian hari ada perlindungan yang diberikan ke nelayan, dan ini Pemkab sudah lakukan ke nelayan-nelayan lainnya di daruba.

Kades Gorua Sendiri, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab, KJRI Davao, Kemenlu dan pemerintah Philipines, atas upaya dan kerja sama yang baik sehingga pemulangan kedua nelayan warga desa gorua di percepat.

Kades Gorua saat memberikan sambutan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab dan pihak terkait lainnya.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER