Mengenal MDPI Dalam Perikanan Tangkap Tuna Sirip Kuning di Maluku Utara

i-malut.com — Yayasan Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat berbadan hukum Indonesia dan dibentuk tahun 2013. MDPI memiliki misi “Memberdayakan Nelayan Kecil Dalam Pelaksanaan Perikanan Berkelanjutan Dengan Memanfaatkan Peluang Pasar”. Untuk mewujudkan misinya, kegiatan MDPI dikelompokan dalam 3 Program utama yaitu:

1.   Fisheries Improvement Program/Program Perbaikan Perikanan

Pendampingan Komite dan Kelompok nelayan Fair Trade oleh MDPI di Pulau Bisa dalam manajemen keuangan dan program premium Fair Trade

2.   Fair Trade Program/Program Perdagangan yang Adil

Distribusi Premium Fair Trade ke Kelompok Nelayan di Pulau Bisa untuk pelaksanaan program-program kelompok yang sudah dirancang sendiri oleh kelompok nelayan (taken by:Karel/MDPI

3.   Supplay Chain Program

Traceabilty/ketertelusuran produk tuna nelayan melalui teknologi Trace Tell yang dikembangkan oleh Supply Chain Program (taken by: Sujana/MDPI)

Program diatas dimulai di Pulau Bisa , Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan yang berfokus di 3 Desa target, yakni Desa Madapolo Barat, Desa Madapolo Timur dan Desa Waringi sejak juli 2017. Pada tahun 2018, tepatnya di bulan April, Yayasan MDPI memperlebar site kerjanya lagi untuk menjangkau nelayan-nelayan kecil di Kota Ternate dan Pulau Mandioli di Kabupaten Halamahera Selatan serta Pulau Morotai. Dari hasil assessement, dipilih site kerja baru sebagai berikut:

1.   Kampung Makasar Timur (Pangkalan 40 Kota Ternate)
2.   Desa Lele dan Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan
3.   Desa Daeo dan Sangowo di Kabupaten Pulau Morotai.

Program-program ini menyasar nelayan Tuna Skala Kecil/Small Scale Fisheries yang memanfaatkan ruang laut dalam WPP/Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 Republik Idonesia sebagai fishing ground nelayan dengan target species yang digarap adalah Yelowfin Tuna/Thunnus Albacares/Tuna Sirip Kuning. Nelayan-nelayan kecil ini menjadi target program dikarenakan mereka melakukan penangkapan dengan metode tradisional, ramah lingkungan dan sudah tentu berimplikasi pada harapan sustainable fisheries yang juga merupakan mimpi besar negara dan dunia secara global. jumlah nelayan kecil saat ini yang didampingi sebanyak 132 member yang telah menjual produk tuna sirip kuning dalam rantai perdagangan Sertifikasi Fair Trade Amerika, dan sangat memungkinkan akan semakin bertambah di masa depan.

Harapan MDPI melalui 3 program besar di Provinsi Maluku Utara yakni Program FIP diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam pegelolaan perikanan Tuna secara berkelanjutan dalam WPP 715, Program Fair Trade diharapkan mampu menjawab persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan di desa-desa nelayan melalui Dana Premium Fair Trade, dan Supplay Chain Program diharapkan dapat mensupport rantai perdagangan berdasarkan standart-standart regulasi di Indonesia maupun Internasional.

Ditulis oleh: Karel Yerusa/MDPI

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal MDPI Dalam Perikanan Tangkap Tuna Sirip Kuning di Maluku Utara

i-malut.com — Yayasan Masayarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat berbadan hukum Indonesia dan dibentuk tahun 2013. MDPI memiliki misi “Memberdayakan Nelayan Kecil Dalam Pelaksanaan Perikanan Berkelanjutan Dengan Memanfaatkan Peluang Pasar”. Untuk mewujudkan misinya, kegiatan MDPI dikelompokan dalam 3 Program utama yaitu:

1.   Fisheries Improvement Program/Program Perbaikan Perikanan

Pendampingan Komite dan Kelompok nelayan Fair Trade oleh MDPI di Pulau Bisa dalam manajemen keuangan dan program premium Fair Trade

2.   Fair Trade Program/Program Perdagangan yang Adil

Distribusi Premium Fair Trade ke Kelompok Nelayan di Pulau Bisa untuk pelaksanaan program-program kelompok yang sudah dirancang sendiri oleh kelompok nelayan (taken by:Karel/MDPI

3.   Supplay Chain Program

Traceabilty/ketertelusuran produk tuna nelayan melalui teknologi Trace Tell yang dikembangkan oleh Supply Chain Program (taken by: Sujana/MDPI)

Program diatas dimulai di Pulau Bisa , Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan yang berfokus di 3 Desa target, yakni Desa Madapolo Barat, Desa Madapolo Timur dan Desa Waringi sejak juli 2017. Pada tahun 2018, tepatnya di bulan April, Yayasan MDPI memperlebar site kerjanya lagi untuk menjangkau nelayan-nelayan kecil di Kota Ternate dan Pulau Mandioli di Kabupaten Halamahera Selatan serta Pulau Morotai. Dari hasil assessement, dipilih site kerja baru sebagai berikut:

1.   Kampung Makasar Timur (Pangkalan 40 Kota Ternate)
2.   Desa Lele dan Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan
3.   Desa Daeo dan Sangowo di Kabupaten Pulau Morotai.

Program-program ini menyasar nelayan Tuna Skala Kecil/Small Scale Fisheries yang memanfaatkan ruang laut dalam WPP/Wilayah Pengelolaan Perikanan 715 Republik Idonesia sebagai fishing ground nelayan dengan target species yang digarap adalah Yelowfin Tuna/Thunnus Albacares/Tuna Sirip Kuning. Nelayan-nelayan kecil ini menjadi target program dikarenakan mereka melakukan penangkapan dengan metode tradisional, ramah lingkungan dan sudah tentu berimplikasi pada harapan sustainable fisheries yang juga merupakan mimpi besar negara dan dunia secara global. jumlah nelayan kecil saat ini yang didampingi sebanyak 132 member yang telah menjual produk tuna sirip kuning dalam rantai perdagangan Sertifikasi Fair Trade Amerika, dan sangat memungkinkan akan semakin bertambah di masa depan.

Harapan MDPI melalui 3 program besar di Provinsi Maluku Utara yakni Program FIP diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam pegelolaan perikanan Tuna secara berkelanjutan dalam WPP 715, Program Fair Trade diharapkan mampu menjawab persoalan sosial, ekonomi dan lingkungan di desa-desa nelayan melalui Dana Premium Fair Trade, dan Supplay Chain Program diharapkan dapat mensupport rantai perdagangan berdasarkan standart-standart regulasi di Indonesia maupun Internasional.

Ditulis oleh: Karel Yerusa/MDPI

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER