Danlanal Menjadi Irup Pada HUT TNI Ke 73 Di Pulau Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Bertempat dilapangan upacara Lanud Leo Wattimena, desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, berlangsung kegiatan Upacara ke 73 HUT TNI tahun 2018 dengan tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat” Jum’at (5/10/2018), pukul 08.00 sampai pukul 08.40 WIT,

Bertindak sebagai Irup, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Kariady Bangun,S.E., M.Tr. Hanla, dan yang bertindak sebagai Danup Lettu Laut (P) Ismail T. Rahaguna.

Turut hadir dalam upacara, Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, Wakil ketua DPRD Pulau Morotai, Richard Samatara, Kadispers Lanud Leo Wattimena, Letkol Adm Abraham Kubais, Danramil 1508-05/Daruba Mayor Inf Mulhaman, Pasintel Lanal Morotai Kapten Laut (T) Dwi Agung S, Kapolres Morotai AKBP Mikael Sitanggang , Kajari Morotai Supardi SH, Para perwira Staf TNI, Polri dan SKPD Kabupaten Pulau Morotai, Ibu Persit, Jalasenastri, Pia dan Bhayangkari kabupaten Pulau Morotai.

Sementara, susunan pasukan upacara terdiri dari; 1 Sst gabungan pama TNI dan Polri Pulau Morotai, 1 Sst Personel koramil Daruba, 1 Sst Personel Lanal Morotai, 1 Sst Personel Lanud Leo Wattimena, 1 Sst Personel Polres Pulau Morotai, 1 Sst Personel Satpol PP Pulau Morotai, Jumlah yaang hadir keseluruhan kurang lebih 200 orang.

Suasana upacara menyambut HUT TNI ke 73 tahun 2018 di lapangan Lanud Morotai

Pada kesempatan itu, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Kariady Bangun,S.E., M.Tr Hanla, sebagai Irup membacakan sambutan Panglima TNI, yakni ;

Pada kesempatan ini marilah kita sejenak memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok. semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara – saudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala. Semoga pula apa yang telah kita Iakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fusik maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut.

TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu. Kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita. TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan penolongar pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Apa yang dilaksanakan di Iokasi bencana, baik pengerahan personel maupun alutista, adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI. Oleh karenanya sangai tepat apabila peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018 ini, mengambil tema profesionalisme TNI untuk rakyat. Tema singkat namun padat ini mengandung makna bahwa TNI yang senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, Iatihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara, adalah semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta Iatihan TNI dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan. TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa ke berbagai negara sebagai bentuk partisipasi negara dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik di dalam maupun luar negeri, membentuk TNI menjadi postur yang disegani, sebagai alat negara, tugas TNI tidak Iepas dari berbagai tantangan saat ini maupun di masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknoIogi global, telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru. Krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global,  membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di bidang informatika, siber, komunikasi, transportasi, biomolekular, militer, ruang angkasa, dan Iain sebagainya.

Ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, membawa perang tidak Iagi terbatas (restnted war) dalam suatu batas teritorial. Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini, dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara. Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-Ietal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara, Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu, karena perangperang tersebut terjadi di masa damai.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, kita juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah. Pada tahun 2018 ini TNI telah teriibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu.

Tugas Iain yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di Iaut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan even-even strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali. Tantangan masa kini yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah hirup-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun demikian diharapkan proses demokrasi tersebut tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa.

Belajar dari pengalaman masa lalu, mencermati perkembangan di masa kini dan memperhatikan tantangan-tantangan di masa depan, maka TNI harus terus mentransformasi diri, menjadi kekuatan militer yang profesional, handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan. Pembangunan TNI yang terstruktur dalam rencana Postur TNI dan Rencana Strategis TNI, pada tahun 2018 telah mencapai 61,9% target Minimum Essential Force (MEF), dan diharapkan pada akhir tahun 2019 akan mencapai 72% seperti target Pemerintah pada akhir Renstra 2015-2019.

Berbagai jenis alutsista akan berdatangan pada akhir tahun 2019, seperti rudal Strartreak TNI AD, kapal selam TNI AL, pesawat CN 235 TNI AL dan TNI AU, serta pesawat tempur Sukhoi 35 TNI AU, sedangkan pembangunan sarana prasarana dan pemenuhan alutsista, terus dilaksanakan di empat satuan baru, yaitu Divisi Infanteri 3/Kostrad di Pakatto Sulawesi Selatan, Koarmada Ill di Sorong, Koopsau Ill di Biak, dan Pasmar 3 di Sorong. Dalam waktu dekat juga akan diresmikan Pangkalan TNI Terpadu Natuna, sebagai pangkalan operasi TNI yang mengandung kekuatan tiga matra.

Dalam tugas-tugas selain perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan pemilu. TNI berkomitmen untuk terus menjaga netralitas, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Kesuksesan pengamanan Pilkada 2017 dan 2018 menjadi batu pijakan dalam pengamanan pemilihan legisIatif dan pemilihan Presiden tahun 2019. Salah satu kuncinya adalah tekad TNI untuk terus penjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sena menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

Untuk itu, saya akan memberikan penekanan-penekanan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada, untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut :

–  Pertama, perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri dan mendapatkan kekuatan.

–  Kedua, pertahankan dan tingkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa.

–  Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme karena setiap saat tugas selalu menanti, menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang dilimpahkan kepada TNI.

–  Keempat, mantapkan netralitas TNI baik sebagai individu maupun satuan, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Janganlah terpancing emosi dan upaya-upaya melibatkan diri dalam mendukung kelompok tertentu selama pentahapan pemilu.

–  Ke lima, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Danlanal Menjadi Irup Pada HUT TNI Ke 73 Di Pulau Morotai

i-malut.com, MOROTAI – Bertempat dilapangan upacara Lanud Leo Wattimena, desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, berlangsung kegiatan Upacara ke 73 HUT TNI tahun 2018 dengan tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat” Jum’at (5/10/2018), pukul 08.00 sampai pukul 08.40 WIT,

Bertindak sebagai Irup, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Kariady Bangun,S.E., M.Tr. Hanla, dan yang bertindak sebagai Danup Lettu Laut (P) Ismail T. Rahaguna.

Turut hadir dalam upacara, Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, Wakil ketua DPRD Pulau Morotai, Richard Samatara, Kadispers Lanud Leo Wattimena, Letkol Adm Abraham Kubais, Danramil 1508-05/Daruba Mayor Inf Mulhaman, Pasintel Lanal Morotai Kapten Laut (T) Dwi Agung S, Kapolres Morotai AKBP Mikael Sitanggang , Kajari Morotai Supardi SH, Para perwira Staf TNI, Polri dan SKPD Kabupaten Pulau Morotai, Ibu Persit, Jalasenastri, Pia dan Bhayangkari kabupaten Pulau Morotai.

Sementara, susunan pasukan upacara terdiri dari; 1 Sst gabungan pama TNI dan Polri Pulau Morotai, 1 Sst Personel koramil Daruba, 1 Sst Personel Lanal Morotai, 1 Sst Personel Lanud Leo Wattimena, 1 Sst Personel Polres Pulau Morotai, 1 Sst Personel Satpol PP Pulau Morotai, Jumlah yaang hadir keseluruhan kurang lebih 200 orang.

Suasana upacara menyambut HUT TNI ke 73 tahun 2018 di lapangan Lanud Morotai

Pada kesempatan itu, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Kariady Bangun,S.E., M.Tr Hanla, sebagai Irup membacakan sambutan Panglima TNI, yakni ;

Pada kesempatan ini marilah kita sejenak memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok. semoga kekuatan dan ketabahan menyertai saudara – saudara kita dalam upaya memulihkan kembali kondisi sebagaimana sedia kala. Semoga pula apa yang telah kita Iakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fusik maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut.

TNI bersama-sama berbagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu membahu. Kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita. TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan penolongar pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, memberikan pengamanan, serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Apa yang dilaksanakan di Iokasi bencana, baik pengerahan personel maupun alutista, adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI. Oleh karenanya sangai tepat apabila peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018 ini, mengambil tema profesionalisme TNI untuk rakyat. Tema singkat namun padat ini mengandung makna bahwa TNI yang senantiasa ditingkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, Iatihan, persenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara, adalah semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta Iatihan TNI dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala macam ancaman dan gangguan. TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa ke berbagai negara sebagai bentuk partisipasi negara dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik di dalam maupun luar negeri, membentuk TNI menjadi postur yang disegani, sebagai alat negara, tugas TNI tidak Iepas dari berbagai tantangan saat ini maupun di masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi dan teknoIogi global, telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru. Krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global,  membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di bidang informatika, siber, komunikasi, transportasi, biomolekular, militer, ruang angkasa, dan Iain sebagainya.

Ketidakpastian akibat krisis ekonomi, politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi, membawa perang tidak Iagi terbatas (restnted war) dalam suatu batas teritorial. Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini, dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara. Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-Ietal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara, Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu, karena perangperang tersebut terjadi di masa damai.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, kita juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir akhir ini. TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah. Pada tahun 2018 ini TNI telah teriibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu.

Tugas Iain yang tidak kalah pentingnya adalah, membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di Iaut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan even-even strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali. Tantangan masa kini yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah hirup-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun demikian diharapkan proses demokrasi tersebut tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa.

Belajar dari pengalaman masa lalu, mencermati perkembangan di masa kini dan memperhatikan tantangan-tantangan di masa depan, maka TNI harus terus mentransformasi diri, menjadi kekuatan militer yang profesional, handal dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan. Pembangunan TNI yang terstruktur dalam rencana Postur TNI dan Rencana Strategis TNI, pada tahun 2018 telah mencapai 61,9% target Minimum Essential Force (MEF), dan diharapkan pada akhir tahun 2019 akan mencapai 72% seperti target Pemerintah pada akhir Renstra 2015-2019.

Berbagai jenis alutsista akan berdatangan pada akhir tahun 2019, seperti rudal Strartreak TNI AD, kapal selam TNI AL, pesawat CN 235 TNI AL dan TNI AU, serta pesawat tempur Sukhoi 35 TNI AU, sedangkan pembangunan sarana prasarana dan pemenuhan alutsista, terus dilaksanakan di empat satuan baru, yaitu Divisi Infanteri 3/Kostrad di Pakatto Sulawesi Selatan, Koarmada Ill di Sorong, Koopsau Ill di Biak, dan Pasmar 3 di Sorong. Dalam waktu dekat juga akan diresmikan Pangkalan TNI Terpadu Natuna, sebagai pangkalan operasi TNI yang mengandung kekuatan tiga matra.

Dalam tugas-tugas selain perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan pemilu. TNI berkomitmen untuk terus menjaga netralitas, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Kesuksesan pengamanan Pilkada 2017 dan 2018 menjadi batu pijakan dalam pengamanan pemilihan legisIatif dan pemilihan Presiden tahun 2019. Salah satu kuncinya adalah tekad TNI untuk terus penjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sena menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

Untuk itu, saya akan memberikan penekanan-penekanan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada, untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut :

–  Pertama, perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri dan mendapatkan kekuatan.

–  Kedua, pertahankan dan tingkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa.

–  Ketiga, tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme karena setiap saat tugas selalu menanti, menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang dilimpahkan kepada TNI.

–  Keempat, mantapkan netralitas TNI baik sebagai individu maupun satuan, dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019. Janganlah terpancing emosi dan upaya-upaya melibatkan diri dalam mendukung kelompok tertentu selama pentahapan pemilu.

–  Ke lima, jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...