Nilai Ekononis Tinggi dan Ramah Lingkungan, Nelayan Diminta Gunakan BBG

i-malut.com, MOROTAI — Wakil Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Asrun Padoma, MSi, setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD), yang dilaksanakan Kemenko kemaritiman, menyangkut pelaksanaan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) bagi kapal perikanan untuk nelayan kecil dan Demo Inovasi Baru Penggunaan Konverter Kit bagi kapal perikanan dan transportasi lainnya, di meeting room Discovery Hotel & Convention Ancol, jalan lodam timur,  nomor 7 Kota Tua, Ancol Pademangan Jakarta Utara, pada Selasa (25/9/2018)

“Kehadiran Pemkab Morotai pada FGD ini karena diundang Kemenko Maritim. Undangan nomor: Und.1178/ deputi II/ maritim/IX/2018, dan untuk Maluku Utara yang mengikuti kegiatan ini adalah Pemkab Morotai dan Pemkot Ternate” Kata Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, MSi, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/10/2018).

Sesuai isi undangan, kata Wabup, dalam rangka implementasi Perpres nomor 126 tahun 2015, tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil dan percepatan program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan untuk nelayan kecil, dengan tema “hasil inovasi konventer kit generasi kedua bagi kapal perikanan dan transportasi lainnya”

Lanjutnya, tujuan program ini untuk membantu me-manage ekonomi masyarakat nelayan, menuju ekonomi masyarakat yang mandiri dan ramah lingkungan, memberikan solusi dalam mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan menyediakan alternatif penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) yang sudah familiar di masyarakat saat ini.

“Di sejumlah daerah lain di indonesia, para nelayan sudah gunakan BBG dan hasilnya selain ramah lingkungan, lebih irit dan menguntungkan nelayan, dengan perbandingan biasa nelayan kecil melaut menghabiskan anggaran Rp. 120 ribu untuk BBM setelah gunakan BBG anggaran yang dikeluarkan hanya sepertiga dari itu,” ungkapnya

Dikatakannya, selama ini nelayan kita kosnya tinggi di BBM dan rata rata melaut BBMnya hutang, setelah menjual hasil tangkap baru bayar hutang, kadang hasil tangkapan yang di jual,  pendapatannya tidak sesuai dengan pengeluaran, hal inilah yang membuat nelayan kita tidak bisa berkembang, maka dengan adanya konvensi BBM ke BBG bagi nelayan sangat menguntungkan.

“Dalam waktu dekat bersama dinas terkait pemkab akan buat sosialisasi ke nelayan, karena ini merupakan hal baru bagi mereka jadi kita butuh waktu penyesuaian cara penggunaannya dan ini akan di demonstrasikan cara penggunaannya dan seluruh perangkat maupun BBGnya disiapkan pemerintah, serta pertamina telah menjamin ketersediaan BBGnya,” tuturnya

Untuk itu Wabup berharap, agar para nelayan di pulau morotai melihat faktor ekonomisnya, sehingga dengan adanya konvensi BBM ke BBG dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, serta saya yakin soal ekonomisnya disampaikan ke masyarakat nelayan,  mereka akan terima.

“Pemkab siap wujudkan program ramah lingkungan ini di tahun 2018.” tandasnya

Red/Red : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Nilai Ekononis Tinggi dan Ramah Lingkungan, Nelayan Diminta Gunakan BBG

i-malut.com, MOROTAI — Wakil Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Asrun Padoma, MSi, setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD), yang dilaksanakan Kemenko kemaritiman, menyangkut pelaksanaan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) bagi kapal perikanan untuk nelayan kecil dan Demo Inovasi Baru Penggunaan Konverter Kit bagi kapal perikanan dan transportasi lainnya, di meeting room Discovery Hotel & Convention Ancol, jalan lodam timur,  nomor 7 Kota Tua, Ancol Pademangan Jakarta Utara, pada Selasa (25/9/2018)

“Kehadiran Pemkab Morotai pada FGD ini karena diundang Kemenko Maritim. Undangan nomor: Und.1178/ deputi II/ maritim/IX/2018, dan untuk Maluku Utara yang mengikuti kegiatan ini adalah Pemkab Morotai dan Pemkot Ternate” Kata Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, MSi, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/10/2018).

Sesuai isi undangan, kata Wabup, dalam rangka implementasi Perpres nomor 126 tahun 2015, tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil dan percepatan program konversi BBM ke BBG bagi kapal perikanan untuk nelayan kecil, dengan tema “hasil inovasi konventer kit generasi kedua bagi kapal perikanan dan transportasi lainnya”

Lanjutnya, tujuan program ini untuk membantu me-manage ekonomi masyarakat nelayan, menuju ekonomi masyarakat yang mandiri dan ramah lingkungan, memberikan solusi dalam mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan menyediakan alternatif penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) yang sudah familiar di masyarakat saat ini.

“Di sejumlah daerah lain di indonesia, para nelayan sudah gunakan BBG dan hasilnya selain ramah lingkungan, lebih irit dan menguntungkan nelayan, dengan perbandingan biasa nelayan kecil melaut menghabiskan anggaran Rp. 120 ribu untuk BBM setelah gunakan BBG anggaran yang dikeluarkan hanya sepertiga dari itu,” ungkapnya

Dikatakannya, selama ini nelayan kita kosnya tinggi di BBM dan rata rata melaut BBMnya hutang, setelah menjual hasil tangkap baru bayar hutang, kadang hasil tangkapan yang di jual,  pendapatannya tidak sesuai dengan pengeluaran, hal inilah yang membuat nelayan kita tidak bisa berkembang, maka dengan adanya konvensi BBM ke BBG bagi nelayan sangat menguntungkan.

“Dalam waktu dekat bersama dinas terkait pemkab akan buat sosialisasi ke nelayan, karena ini merupakan hal baru bagi mereka jadi kita butuh waktu penyesuaian cara penggunaannya dan ini akan di demonstrasikan cara penggunaannya dan seluruh perangkat maupun BBGnya disiapkan pemerintah, serta pertamina telah menjamin ketersediaan BBGnya,” tuturnya

Untuk itu Wabup berharap, agar para nelayan di pulau morotai melihat faktor ekonomisnya, sehingga dengan adanya konvensi BBM ke BBG dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, serta saya yakin soal ekonomisnya disampaikan ke masyarakat nelayan,  mereka akan terima.

“Pemkab siap wujudkan program ramah lingkungan ini di tahun 2018.” tandasnya

Red/Red : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER