Peningkatan Sarana Mutu Pendidikan, SMANSA Morotai Keciprat Dana 2 Milyar

i-malut.com, MOROTAI — Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pulau Morotai, mendapat revitalisasi bangunan dari Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui sumber dana APBN dengan anggaran 2 Milyar.

“Revitalisasi dilakukan karena soal kelayakan posisi bangunan yang ada terlalu dekat dengan pagar depan, sedangkan aturannya keberadaan bangunan harus minimal 15 M dari pagar depan, makanya dua bangunan yang dekat dengan pagar depan akan di bongkar, setelah penggantinya usai di kerjakan,” ungkap kepala sekolah SMA Negeri 1, Hatta Hi Saraha, M.Pd, diruang kerjanya, rabu 10/10/2018 sore.

Peningkatan mutu sarana pendidikan, kata Hatta, proposalnya diusulkan dari tahun 2015, namun tahun 2018 baru direalisasikan oleh Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan,

“Proyeknya swakelola, bangunannya dua lantai, masa kerjanya enam bulan, sampai bulan desember, didalamnya dibangun perpustakaan, laboratorium bahasa, laboratorium kimia, kantor dan ruang pertemuan,” jelasnya

Proyek peningkatan mutu sarana pendidikan SMA Negeri 1 Pulau Morotai

Selain itu diutarakan Hatta, masih ada kebutuhan fisik yang dibutuhkan, untuk di bangun tahun depan yakni pagar belakang sekolah sepanjang 75 meter, pagar samping kanan sepanjang 60 meter, kemudian sarana penunjang berupa fasilitas olahraga, taman dan kantin akan kami usulkan tahun berikut.

Sebagai sekolah rujukan lanjutnya, dengan jumlah siswa sebanyak 681 orang, laki-laki 337 orang dan perempuan 347 orang, maka SMAN 1 masih kekurangan guru.

“Jumlah guru kami 41 orang, 4 orang tata usaha, Rombongan Belajar (rombel) sebanyak 21, kami masih kekurangn 10 guru, terutama guru agama, PKN, sejarah dan matematika.” paparnya

Dijelaskan juga, untuk mewujudkan semua pencapaian ini harus bersinergi, bekerja sama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua siswa harus terintegrasi sehingga terbentuknya pendidikan berkarakter.

“Ada pembiasaaan-pembiasaan baik yang kami terapkan disekolah ini dan dikembangkan, contohnya kegiatan literasi, setiap apel wajib menyanyikan lagu nasional, sholat tepat waktu dan lainnya,”terangnya

Semua itu tegas Hatta, demi menjaga mutu pendidikan dan semua menjadi tanggung jawab stake holder, karena keberhasilan siswa adalah keberhasilan kita semua,  majunya pendidikan majunyanya daerah ini.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Peningkatan Sarana Mutu Pendidikan, SMANSA Morotai Keciprat Dana 2 Milyar

i-malut.com, MOROTAI — Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pulau Morotai, mendapat revitalisasi bangunan dari Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan RI, melalui sumber dana APBN dengan anggaran 2 Milyar.

“Revitalisasi dilakukan karena soal kelayakan posisi bangunan yang ada terlalu dekat dengan pagar depan, sedangkan aturannya keberadaan bangunan harus minimal 15 M dari pagar depan, makanya dua bangunan yang dekat dengan pagar depan akan di bongkar, setelah penggantinya usai di kerjakan,” ungkap kepala sekolah SMA Negeri 1, Hatta Hi Saraha, M.Pd, diruang kerjanya, rabu 10/10/2018 sore.

Peningkatan mutu sarana pendidikan, kata Hatta, proposalnya diusulkan dari tahun 2015, namun tahun 2018 baru direalisasikan oleh Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan,

“Proyeknya swakelola, bangunannya dua lantai, masa kerjanya enam bulan, sampai bulan desember, didalamnya dibangun perpustakaan, laboratorium bahasa, laboratorium kimia, kantor dan ruang pertemuan,” jelasnya

Proyek peningkatan mutu sarana pendidikan SMA Negeri 1 Pulau Morotai

Selain itu diutarakan Hatta, masih ada kebutuhan fisik yang dibutuhkan, untuk di bangun tahun depan yakni pagar belakang sekolah sepanjang 75 meter, pagar samping kanan sepanjang 60 meter, kemudian sarana penunjang berupa fasilitas olahraga, taman dan kantin akan kami usulkan tahun berikut.

Sebagai sekolah rujukan lanjutnya, dengan jumlah siswa sebanyak 681 orang, laki-laki 337 orang dan perempuan 347 orang, maka SMAN 1 masih kekurangan guru.

“Jumlah guru kami 41 orang, 4 orang tata usaha, Rombongan Belajar (rombel) sebanyak 21, kami masih kekurangn 10 guru, terutama guru agama, PKN, sejarah dan matematika.” paparnya

Dijelaskan juga, untuk mewujudkan semua pencapaian ini harus bersinergi, bekerja sama antara pemerintah, masyarakat dan orang tua siswa harus terintegrasi sehingga terbentuknya pendidikan berkarakter.

“Ada pembiasaaan-pembiasaan baik yang kami terapkan disekolah ini dan dikembangkan, contohnya kegiatan literasi, setiap apel wajib menyanyikan lagu nasional, sholat tepat waktu dan lainnya,”terangnya

Semua itu tegas Hatta, demi menjaga mutu pendidikan dan semua menjadi tanggung jawab stake holder, karena keberhasilan siswa adalah keberhasilan kita semua,  majunya pendidikan majunyanya daerah ini.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER