Diterpa Isu Bencana Naiknya Air Laut, Sebagian Masyarakat Juanga Mengungsi

i-malut.com, MOROTAI — Masyarakat  Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, malam ini pukul 22.30 Wit panik dan berhamburan keluar rumah karena diterpa isu musibah naiknya air laut di desa mereka.

“Ada yang buat isu tapi sumbernya tidak jelas, bahwa ada musibah malam ini dengan tanda-tanda air naik, masyarakat termakan isu ini dan panik sehingga semuanya keluar rumah,” tulis Yatman Taba, warga desa juanga di dinding facebooknya

Desa Juanga yang terletak di tanjung selatan Kota Daruba, letaknya dibibir pantai, bila perubahan iklim dan air pasang naik serta bertepatan dengan badai angin galela majiko dan diikuti gelombang, biasanya air gelombang laut naik ke daratan melewati tembok penahan gelombang atau swering. Sikon ini sudah biasa terjadi, seperti desa lain disepanjang garis pantai Kota Daruba, hanya karena akhir-akhir ini musibah bencana alam terjadi dimana-mana, membuat masyarakat Desa Juanga panik ketika melihat sikon ini.

“Kalau panca roba sudah biasa air naik, cuma karena ada yang buat isu kita tidak tau sumbernya, buat masyarakat semuanya panik dan keluar rumah,” ungkap Marsal Idi, salah satu penduduk desa Juanga, Rabu (17/10/2018)

Sejumlah masyarakat desa juanga yang mendekati swering melihat sikon air laut

Bahkan kata Marshal,  paniknya masyarakat desa Juanga, membuat sebagian sudah mengungsi ke desa Nakamura Trans SP 2 menggunakan mobil damtruck milik Samlan warga juanga, karena takut air naik, tapi masyarakat sudah diberi pengertian dan ditenangkan,

“Sikon seperti ini pemerintah daerah harus sikapi, terutama dalam memberi ketenangan dan keyakinan ke masyarakat, agar tidak tetjadi kepanikan yang berlebihan,” harapnya

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Diterpa Isu Bencana Naiknya Air Laut, Sebagian Masyarakat Juanga Mengungsi

i-malut.com, MOROTAI — Masyarakat  Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, malam ini pukul 22.30 Wit panik dan berhamburan keluar rumah karena diterpa isu musibah naiknya air laut di desa mereka.

“Ada yang buat isu tapi sumbernya tidak jelas, bahwa ada musibah malam ini dengan tanda-tanda air naik, masyarakat termakan isu ini dan panik sehingga semuanya keluar rumah,” tulis Yatman Taba, warga desa juanga di dinding facebooknya

Desa Juanga yang terletak di tanjung selatan Kota Daruba, letaknya dibibir pantai, bila perubahan iklim dan air pasang naik serta bertepatan dengan badai angin galela majiko dan diikuti gelombang, biasanya air gelombang laut naik ke daratan melewati tembok penahan gelombang atau swering. Sikon ini sudah biasa terjadi, seperti desa lain disepanjang garis pantai Kota Daruba, hanya karena akhir-akhir ini musibah bencana alam terjadi dimana-mana, membuat masyarakat Desa Juanga panik ketika melihat sikon ini.

“Kalau panca roba sudah biasa air naik, cuma karena ada yang buat isu kita tidak tau sumbernya, buat masyarakat semuanya panik dan keluar rumah,” ungkap Marsal Idi, salah satu penduduk desa Juanga, Rabu (17/10/2018)

Sejumlah masyarakat desa juanga yang mendekati swering melihat sikon air laut

Bahkan kata Marshal,  paniknya masyarakat desa Juanga, membuat sebagian sudah mengungsi ke desa Nakamura Trans SP 2 menggunakan mobil damtruck milik Samlan warga juanga, karena takut air naik, tapi masyarakat sudah diberi pengertian dan ditenangkan,

“Sikon seperti ini pemerintah daerah harus sikapi, terutama dalam memberi ketenangan dan keyakinan ke masyarakat, agar tidak tetjadi kepanikan yang berlebihan,” harapnya

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER