Alasan PT ARK Tidak Dibenarkan Kadis Nakertrans

0
192
Kadis Nakertrans Kabupaten Pulau Morotai, Hadad Hi Hasan

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans )  Kabupaten Pulau Morotai, Hadad Hi Hasan, saat ditemuai di kantor Bupati, Kamis (18/10/218) sore, menanggapi tegas soal upah 29 orang tenaga kerja asal desa Falila, yang tidak dibayar oleh PT Aditama Royal Konstruksi, pelaksana proyek pembangunan rumah susun (rusun)  di desa Dehegila, kecamatan Morotai Selatan.

Menurutnya, soal pemborong yang membawa kabur upah tenaga kerja, itu urusan perusahan dengan pemborong, jangan korbankan tenaga kerja.

“Tidak bisa karena pemborongnya kabur terus perusahan minta pekerja cari pemborongnya, itu bukan urusan tenaga kerja, itu urusan perusahan dan pemborong, hak pekerja perusahan segera berikan,” tegasnya

Selain itu kata Hadad, sejumlah tenaga kerja yang kerja di Proyek rusun pun tidak dilaporkan ke Nakertrans oleh pihak perusahan, sehingga pihaknya tidak mengetahui berapa banyak jumlah tenaga kerja asal dari luar morotai maupun orang morotai sendiri.

“Untuk itu sebagai kadis Nakertrans saya sarankan agar semuanya ditertibkan dan upah tenaga kerja segera dibayar, karena itu juga demi kelancaran dan kenyamanan berlangsungnya pembangunan.” harapnya

Info kaburnya mandor PT ARK, Wahyu, yang disampaikan pihak perusahan layak dipertanyakan, karena setelah kepala tukang Yoel Mamoko, bersama anak buahnya melakukan pemboikotan dilokasi kerja rusun, pada Rabu 17/10/2018, pihak perusahanpun berkomunikasi dengan Wahyu agar membujuk para tenaga kerja untuk membuka pemboikotan pintu kantor dan pintu masuk lokasi rusun.

“Katanya mandor Wahyu sudah kabur membawa upah para tenaga kerja, tapi saya heran ketika aksi kemarin orang perusahan telpon dengan Wahyu dan minta saya bicara dengan Wahyu, dalam pembicaraan itu Wahyu minta kami tidak usah boikot dan minta kami tenaga kerja bersabar, karena dua minggu lagi Wahyu akan ke Morotai, tetapi saya ragu dan tidak setuju, dan saya sangat yakin pihak PT ARK saling tau dengan Wahyu. Kami tetap pada prinsip melakukannya tidak anarkis, kami hanya minta hak kami diberikan yakni upah kerja, karena digantung sudah terlalu lama, bila tidak dibayar kami akan boikot seluruh aktifitas pekerjaan rusun.” tegasnya

Red/Rep : (Lilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here