Dalam Waktu Dekat, Kejari Halsel Bakal Panggil Kadinkes Halsel Terkait Dugaan Penggelapan Anggaran

LABUHA — Kejaksaan Negeri Labuha dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Ahmad Rajak, untuk dimintai keterangan terkait dugaan penggelapan anggaran pengadaan handphone android yang rencananya akan diberikan kepada 30 Puskesmas di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal ini disampaikan kepala kejaksaan negeri Halmahera Selatan, Christian Ratu Anik, saat di konfirmasi wartawan media ini, Senin (22/10/2018).

“Dalam waktu dekat akan memanggil kepala Dinas kesehatan kabupaten Halsel Ahmad Rajak, untuk diperiksa dimintai keterangan terkait laporan LSM FDAK tersebut, panggilannya kita akan layangkan paling lambat, Kamis 25 oktober 2018.” ungkapnya

Lebih lanjut kata Christian, rencana pemanggilan Kadinkes Halsel, Ahmad Rajak tersebut menyusul ada laporan resmi dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera kepada Kejari Halsel terkait dugaan penggelapan anggaran pengadaan handphone android. Pihaknya mengaku telah menerima laporan dari LSM FDAK dan akan ditindaklajuti dalam waktu dekat.

Sementara ketua Devisi investigasi LSM Front Delik Anti korupsi (FDAK) kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Safrudin Ibrahim, kepada wartawan media ini, Senin (22/10/208), mengaku, laporan tersebut di terima Langsung oleh kepala kejaksaan negeri Halmahera Selatan Christian ratu Anik di ruang kerjanya.

Dikatakannya, berdasarkan hasil penulusuran LSM FDAK, bahwa pada awal tahun 2018, Dinas kesehatan Kabupaten Halsel diketahui menganggarkan kegiatan pengadaan barang dan jasa berupa pengadaan 30 buah handphone android yang rencananya diperuntukkan agar menunjang pelaporan terbuka kegiatan Puskesmas secara online diseluruh Puskesmas pada 30 Kecamatan di Halsel.

Namun pada kenyataannya, kegiatan pengadaan handphone android yang dianggarkan ratusan juta rupiah tersebut diduga digelapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ahmat Rajak. Sebab hingga saat ini, pihak Puskesmas di 30 kecamatan belum mendapatkan handphone android oleh Dinas kesehatan Kabupaten Halamahera selatan sehingga proses pelaporan kegiatan puskesmas masih menggunakan sistem pelaporan secara manual.

Menurut Saifudin, laporan LSM FDAK Halsel atas dasar Pengakuan belum diterimanya hendphone android dari Dinas kesehatan, berdasarkan pengakuan salah seorang kepala Puskesmas di Kecamatan Gane Barat yang enggan namanya dipublikasikan belum lama ini. Ia mengaku, soal pengadaan hendphone android oleh Dinas Kesehatan yang rencananya diberikan kepada 30 Puskesmas di kabupaten Halsel, dirinya juga tidak tahu, dan bahkan, kata Dia, hendphone tersebut hingga kini belum diterima.

Red/Rep : (Bur)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dalam Waktu Dekat, Kejari Halsel Bakal Panggil Kadinkes Halsel Terkait Dugaan Penggelapan Anggaran

LABUHA — Kejaksaan Negeri Labuha dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Ahmad Rajak, untuk dimintai keterangan terkait dugaan penggelapan anggaran pengadaan handphone android yang rencananya akan diberikan kepada 30 Puskesmas di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

Hal ini disampaikan kepala kejaksaan negeri Halmahera Selatan, Christian Ratu Anik, saat di konfirmasi wartawan media ini, Senin (22/10/2018).

“Dalam waktu dekat akan memanggil kepala Dinas kesehatan kabupaten Halsel Ahmad Rajak, untuk diperiksa dimintai keterangan terkait laporan LSM FDAK tersebut, panggilannya kita akan layangkan paling lambat, Kamis 25 oktober 2018.” ungkapnya

Lebih lanjut kata Christian, rencana pemanggilan Kadinkes Halsel, Ahmad Rajak tersebut menyusul ada laporan resmi dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera kepada Kejari Halsel terkait dugaan penggelapan anggaran pengadaan handphone android. Pihaknya mengaku telah menerima laporan dari LSM FDAK dan akan ditindaklajuti dalam waktu dekat.

Sementara ketua Devisi investigasi LSM Front Delik Anti korupsi (FDAK) kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Safrudin Ibrahim, kepada wartawan media ini, Senin (22/10/208), mengaku, laporan tersebut di terima Langsung oleh kepala kejaksaan negeri Halmahera Selatan Christian ratu Anik di ruang kerjanya.

Dikatakannya, berdasarkan hasil penulusuran LSM FDAK, bahwa pada awal tahun 2018, Dinas kesehatan Kabupaten Halsel diketahui menganggarkan kegiatan pengadaan barang dan jasa berupa pengadaan 30 buah handphone android yang rencananya diperuntukkan agar menunjang pelaporan terbuka kegiatan Puskesmas secara online diseluruh Puskesmas pada 30 Kecamatan di Halsel.

Namun pada kenyataannya, kegiatan pengadaan handphone android yang dianggarkan ratusan juta rupiah tersebut diduga digelapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Ahmat Rajak. Sebab hingga saat ini, pihak Puskesmas di 30 kecamatan belum mendapatkan handphone android oleh Dinas kesehatan Kabupaten Halamahera selatan sehingga proses pelaporan kegiatan puskesmas masih menggunakan sistem pelaporan secara manual.

Menurut Saifudin, laporan LSM FDAK Halsel atas dasar Pengakuan belum diterimanya hendphone android dari Dinas kesehatan, berdasarkan pengakuan salah seorang kepala Puskesmas di Kecamatan Gane Barat yang enggan namanya dipublikasikan belum lama ini. Ia mengaku, soal pengadaan hendphone android oleh Dinas Kesehatan yang rencananya diberikan kepada 30 Puskesmas di kabupaten Halsel, dirinya juga tidak tahu, dan bahkan, kata Dia, hendphone tersebut hingga kini belum diterima.

Red/Rep : (Bur)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER