Pulau Morotai Rawan Peredaran Lem Aybon dan Narkoba

i-malut.com, MOROTAI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pulau Morotai, gelar sosialisasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, di meeting room Kantor Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (23/10/2018) pukul 09.20 Wit.

Mengusung tema “Diseminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Melalui Sosialisasi/Penyuluhan Kepada Kelompok Keamanan Masyarakat Desa,”

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kaban BNN Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris. yang menjadi peserta, Para Staf Kesbangpol Bidang Kesatuan Bangsa, Para Staf Satpol-PP bidang Linmas, Security Bank BRI, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh pemuda di Kecamatan Morotai Selatan.

Kaban BNN. Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris, sebagai pemateri. Tujuan pertama dari kegiatan sosialisasi ini, kata Dia, adalah untuk meningkatkan kerja sama antar instansi terkait dalam mengcover segala informasi yang bersentuhan langsung dengan penyalahgunaan narkoba baik dikalangan masyarakat maupun dilingkup pemerintahan.

“Harapan kami setelah keluar dari kegiatan ini, kita sama-sama bisa menjalankan perintah undang-undang No 35 Pasal 104, menyangkut bahan keterangan/informasi pemakaian dan pengedar narkoba. Jika ada diantara kita yang melihat dan mengetahui dapat melaporkan ke BNNK untuk kemudian ditindaklanjuti.” pintanya

Peserta sosialisasi bahaya narkotika di meeting room kantor Desa Darame

Sementara Kasie P2M BNNK Pulau Morotai, Harianto Hasan, SH. mengatakan, menjadi peran kita bersama untuk memerangi dan mencegah persoalan narkoba. Dalam konteks pencegahan dan pemberantasan narkoba, kami tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan saudara-saudara, olehnya itu tidak perlu ragu untuk menyampaikan informasi ke kami bila menemukan hal-hal tersebut.

“Sekedar informasi bahwa sesuai hasil deteksi dini dari BNNK, telah diidentifikasi beberapa titik rawan narkoba. Khususnya Morsel ada 4 desa yg masuk zona gawat, yakni Desa Yayasan, Gotalamo, Darpan dan Muhajirin.”ungkapnya

Lanjutnya, setiap pemakai akan menggunakan sandi/modus untuk melakukan transaksi. Pengedar sangat banyak menggunakan modus untuk mengelabui petugas meski pada akhirnya mereka tertangkap.

“Alhamdulillah berkat upaya  dalam mensosialisasikan PERMEN No 25 tahun 2011 yang intinya merehabilitas dan melindungi pemakai narkoba, maka ada beberapa korban (pemakai) mendatangi BNNK untuk kemudian menyelesaikan problematika yang mereka  alami, sehingga pada mulanya 8 orang pemakai sebagai target operasi awal dalam pemberantasan narkoba, kami dapatkan 11 orang, ini karena dari hasil sosialisasi dan dukungan masyarakat.” jelasnya

Dikatakan juga, setiap korban pemakaian narkoba dapat dilindungi, hal itu dijamin oleh PERMEN No 25- 20011, kecuali pengedar akan di kenakan sangsi pidana.
“Narkoba adalah zat yang dapat menghilangkan daya ingat dengan efek jangka pendek dan jangka panjang. Bisa terjadi pelemahan tubuh karena halusinasi sehingga otak tidak normal lagi dalam mengembangkan daya pikir.” ucap Hariyanto, mengingatkan

Lebih jauh Ia mengingatkan, para pemula biasanya mencoba-coba kemudian kecanduan,  setelah itu menjadi ketergantungan. Jika sudah tergantung maka tidak ada hal lain yang dipikirkan, selain ingin mengonsumsi barang haram tersebut. Afek yg ditimbulkan adalah menghambat perkembangan otak sehingga bisa mengakibatkan seseorang berbuat jahat. Stikma pemakai disetiap tindakan selalu negatif/minder dan fisik menjadi lemah.

“Untuk itu mari kita lindungi generasi kita dari bahaya narkoba.”

Di Morotai Selatan, tambahnya, pihaknya sudah mendeteksi dini melalui tes urin beberapa waktu silam. Dari 94 orang dilingkup Pemda, ungkap Dia, dua orang dinyatakan positif. Sementara di masyarakat ada 10 orang positif narkoba. Hal ini tidak dapat kami ekspos karena menyangkut private orang.

Hariyanto menegaskan, Insya Allah tahun 2019 akan pihaknya akan adakan deteksi pada ASN melalui tes urin.

“Terkait penggunaan lem bisa di interogasi kemudian bawah ke BNN. Dari hasil monitoring dan evaluasi banyak pengguna maupun pengedar yang telah dideteksi. Dari 367 pelajar terdeteksi 14 orang yang ketergantungan lem aybon. Kami sudah menekan pedagang agar tidak menjual lem pada anak dibawah umur.” tegasnya.

Red/Rep : (Lilo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Pulau Morotai Rawan Peredaran Lem Aybon dan Narkoba

i-malut.com, MOROTAI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pulau Morotai, gelar sosialisasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, di meeting room Kantor Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (23/10/2018) pukul 09.20 Wit.

Mengusung tema “Diseminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Melalui Sosialisasi/Penyuluhan Kepada Kelompok Keamanan Masyarakat Desa,”

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kaban BNN Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris. yang menjadi peserta, Para Staf Kesbangpol Bidang Kesatuan Bangsa, Para Staf Satpol-PP bidang Linmas, Security Bank BRI, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh pemuda di Kecamatan Morotai Selatan.

Kaban BNN. Pulau Morotai, AKBP Ahmad Idris, sebagai pemateri. Tujuan pertama dari kegiatan sosialisasi ini, kata Dia, adalah untuk meningkatkan kerja sama antar instansi terkait dalam mengcover segala informasi yang bersentuhan langsung dengan penyalahgunaan narkoba baik dikalangan masyarakat maupun dilingkup pemerintahan.

“Harapan kami setelah keluar dari kegiatan ini, kita sama-sama bisa menjalankan perintah undang-undang No 35 Pasal 104, menyangkut bahan keterangan/informasi pemakaian dan pengedar narkoba. Jika ada diantara kita yang melihat dan mengetahui dapat melaporkan ke BNNK untuk kemudian ditindaklanjuti.” pintanya

Peserta sosialisasi bahaya narkotika di meeting room kantor Desa Darame

Sementara Kasie P2M BNNK Pulau Morotai, Harianto Hasan, SH. mengatakan, menjadi peran kita bersama untuk memerangi dan mencegah persoalan narkoba. Dalam konteks pencegahan dan pemberantasan narkoba, kami tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan saudara-saudara, olehnya itu tidak perlu ragu untuk menyampaikan informasi ke kami bila menemukan hal-hal tersebut.

“Sekedar informasi bahwa sesuai hasil deteksi dini dari BNNK, telah diidentifikasi beberapa titik rawan narkoba. Khususnya Morsel ada 4 desa yg masuk zona gawat, yakni Desa Yayasan, Gotalamo, Darpan dan Muhajirin.”ungkapnya

Lanjutnya, setiap pemakai akan menggunakan sandi/modus untuk melakukan transaksi. Pengedar sangat banyak menggunakan modus untuk mengelabui petugas meski pada akhirnya mereka tertangkap.

“Alhamdulillah berkat upaya  dalam mensosialisasikan PERMEN No 25 tahun 2011 yang intinya merehabilitas dan melindungi pemakai narkoba, maka ada beberapa korban (pemakai) mendatangi BNNK untuk kemudian menyelesaikan problematika yang mereka  alami, sehingga pada mulanya 8 orang pemakai sebagai target operasi awal dalam pemberantasan narkoba, kami dapatkan 11 orang, ini karena dari hasil sosialisasi dan dukungan masyarakat.” jelasnya

Dikatakan juga, setiap korban pemakaian narkoba dapat dilindungi, hal itu dijamin oleh PERMEN No 25- 20011, kecuali pengedar akan di kenakan sangsi pidana.
“Narkoba adalah zat yang dapat menghilangkan daya ingat dengan efek jangka pendek dan jangka panjang. Bisa terjadi pelemahan tubuh karena halusinasi sehingga otak tidak normal lagi dalam mengembangkan daya pikir.” ucap Hariyanto, mengingatkan

Lebih jauh Ia mengingatkan, para pemula biasanya mencoba-coba kemudian kecanduan,  setelah itu menjadi ketergantungan. Jika sudah tergantung maka tidak ada hal lain yang dipikirkan, selain ingin mengonsumsi barang haram tersebut. Afek yg ditimbulkan adalah menghambat perkembangan otak sehingga bisa mengakibatkan seseorang berbuat jahat. Stikma pemakai disetiap tindakan selalu negatif/minder dan fisik menjadi lemah.

“Untuk itu mari kita lindungi generasi kita dari bahaya narkoba.”

Di Morotai Selatan, tambahnya, pihaknya sudah mendeteksi dini melalui tes urin beberapa waktu silam. Dari 94 orang dilingkup Pemda, ungkap Dia, dua orang dinyatakan positif. Sementara di masyarakat ada 10 orang positif narkoba. Hal ini tidak dapat kami ekspos karena menyangkut private orang.

Hariyanto menegaskan, Insya Allah tahun 2019 akan pihaknya akan adakan deteksi pada ASN melalui tes urin.

“Terkait penggunaan lem bisa di interogasi kemudian bawah ke BNN. Dari hasil monitoring dan evaluasi banyak pengguna maupun pengedar yang telah dideteksi. Dari 367 pelajar terdeteksi 14 orang yang ketergantungan lem aybon. Kami sudah menekan pedagang agar tidak menjual lem pada anak dibawah umur.” tegasnya.

Red/Rep : (Lilo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...