Studi: Semakin Banyak Orang Malas Berjalan Kaki

i-malut.com, Jakarta — Beragam transportasi yang tersedia sepertinya membuat orang semakin malas berjalan kaki. Sebuah studi menemukan bahwa berjalan kaki lebih dari 30 menit masuk dalam kategori terlalu jauh.

Studi yang melibatkan 2.000 orang dewasa tersebut menemukan bahwa 40 persen dari mereka tak ingin berjalan kaki lebih dari 1,6 kilometer dan lebih memilih menggunakan transportasi. Sekitar 74 persen menunda berjalan kaki karena hujan dan 4 dari 10 orang lebih memilih lift daripada naik tangga.

Meski demikian, survei yang dilakukan badan amal hewan SPANA tersebut menemukan bahwa tiga perempat orang Inggris mengaku perlu lebih banyak berjalan kaki. Seperlima responden mengaku tak punya waktu untuk berjalan dan memilih berkendara untuk mempercepat waktu sampai tujuan.

Para ahli kesehatan, termasuk NHS, menyarankan 10 ribu langkah per hari adalah jumlah ideal berjalan, setara dengan 8 kilometer.

Faktanya, 7 dari 10 orang mengaku tak bisa lari lebih dari 1,6 kilometer tanpa kehabisan napas.

“Sepertinya, orang Inggris saat ini berjalan lebih sedikit daripada generasi sebelumnya,” tukas Geoffrey Dennis, Kepala Eksekutif SPANA.

Menurutnya, gaya hidup sibuk dan fakta bahwa sebagian besar rumah tangga sekarang memiliki mobil hanyalah beberapa faktor di balik kemalasan.

“Tapi, ketika membahas tentang jalan kaki, jelas kita punya pilihan itu. Kebanyakan orang suka berjalan untuk kebugaran atau kesenangan.”

sumber: metrotvnews.com

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Studi: Semakin Banyak Orang Malas Berjalan Kaki

i-malut.com, Jakarta — Beragam transportasi yang tersedia sepertinya membuat orang semakin malas berjalan kaki. Sebuah studi menemukan bahwa berjalan kaki lebih dari 30 menit masuk dalam kategori terlalu jauh.

Studi yang melibatkan 2.000 orang dewasa tersebut menemukan bahwa 40 persen dari mereka tak ingin berjalan kaki lebih dari 1,6 kilometer dan lebih memilih menggunakan transportasi. Sekitar 74 persen menunda berjalan kaki karena hujan dan 4 dari 10 orang lebih memilih lift daripada naik tangga.

Meski demikian, survei yang dilakukan badan amal hewan SPANA tersebut menemukan bahwa tiga perempat orang Inggris mengaku perlu lebih banyak berjalan kaki. Seperlima responden mengaku tak punya waktu untuk berjalan dan memilih berkendara untuk mempercepat waktu sampai tujuan.

Para ahli kesehatan, termasuk NHS, menyarankan 10 ribu langkah per hari adalah jumlah ideal berjalan, setara dengan 8 kilometer.

Faktanya, 7 dari 10 orang mengaku tak bisa lari lebih dari 1,6 kilometer tanpa kehabisan napas.

“Sepertinya, orang Inggris saat ini berjalan lebih sedikit daripada generasi sebelumnya,” tukas Geoffrey Dennis, Kepala Eksekutif SPANA.

Menurutnya, gaya hidup sibuk dan fakta bahwa sebagian besar rumah tangga sekarang memiliki mobil hanyalah beberapa faktor di balik kemalasan.

“Tapi, ketika membahas tentang jalan kaki, jelas kita punya pilihan itu. Kebanyakan orang suka berjalan untuk kebugaran atau kesenangan.”

sumber: metrotvnews.com

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER