Dampak Positif Menjadi Perfeksionis

i-malut.com, JAKARTA — Menjadi seorang yang perfeksionis dapat memiliki efek negatif yang cukup besar pada kesehatan mental dan fisik Anda. Perfeksionis cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada individu lainnya.

Dan beberapa penelitian menemukan adanya kecenderungan perfeksionis dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan tingkat yang lebih tinggi dari kondisi nyeri kronis.

“Perfeksionisme dipandang sebagai masalah karena terlalu banyak berpikir, terlalu banyak menganalisis, terlalu banyak perencanaan, menekankan, dan mencemaskan yang menyertainya,” kata psikoterapis Evayne Lawson dari Self + Love Center kepada Bustle.

Tetapi tidak hanya berdampak negatif, menjadi seseorang yang perfeksionis juga bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dikutip dari Bustle, berikut ini adalah beberapa dampak positif menjadi perfeksionis.

1. Dapat membantu Anda untuk beradaptasi dan bertahan
Ada dua jenis perfeksionisme: adaptif dan maladaptif, dan perfeksionisme adaptif adalah yang dianggap produktif.

“Ini adalah jenis perfeksionisme yang banyak dimiliki oleh para seniman dan atlet karena itu mendorong mereka untuk unggul di bidang mereka. Ini pada dasarnya berfokus pada hal positif dan membantu Anda untuk melakukannya dengan baik.”

“Individu yang perfeksionis adaptif menetapkan standar yang tinggi tetapi realistis sehingga tidak menyalahkan diri sendiri ketika standar ini tidak tercapai,” ujar Caroline Castrillon, seorang business coach.

2. Mendorong Anda untuk mencapai tujuan
Perfeksionisme dapat membantu Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan. Menurut Lawson, perfeksionisme adaptif dapat menjadi sesuatu yang positif, terutama ketika berusaha untuk mencapai tujuan dengan cara yang terorganisir.

“Perfeksionisme juga dapat berguna ketika seseorang mencoba untuk menjalankan keseimbangan dan efisiensi pada waktu yang bersamaan. Mereka akan tahu kapan waktu yang tepat untuk beristirahat atau melakukan time out pada diri mereka,” ujar Lawson.

3. Dapat menghindari Anda dari stres
“Bukti ilmiah menunjukkan bahwa selama perfeksionisme bertujuan untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk mengkhawatirkan pendapat orang lain, itu bisa memiliki efek positif pada kesejahteraan Anda secara keseluruhan,” kata Castrillon.

“Perfeksionisme dapat secara positif memengaruhi kinerja kerja serta kualitas hidup. Kuncinya adalah pandangan positif dan pengaturan tujuan yang dapat dicapai.”

sumber: metrotvnews.com

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dampak Positif Menjadi Perfeksionis

i-malut.com, JAKARTA — Menjadi seorang yang perfeksionis dapat memiliki efek negatif yang cukup besar pada kesehatan mental dan fisik Anda. Perfeksionis cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada individu lainnya.

Dan beberapa penelitian menemukan adanya kecenderungan perfeksionis dengan tekanan darah yang lebih tinggi dan tingkat yang lebih tinggi dari kondisi nyeri kronis.

“Perfeksionisme dipandang sebagai masalah karena terlalu banyak berpikir, terlalu banyak menganalisis, terlalu banyak perencanaan, menekankan, dan mencemaskan yang menyertainya,” kata psikoterapis Evayne Lawson dari Self + Love Center kepada Bustle.

Tetapi tidak hanya berdampak negatif, menjadi seseorang yang perfeksionis juga bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan. Dikutip dari Bustle, berikut ini adalah beberapa dampak positif menjadi perfeksionis.

1. Dapat membantu Anda untuk beradaptasi dan bertahan
Ada dua jenis perfeksionisme: adaptif dan maladaptif, dan perfeksionisme adaptif adalah yang dianggap produktif.

“Ini adalah jenis perfeksionisme yang banyak dimiliki oleh para seniman dan atlet karena itu mendorong mereka untuk unggul di bidang mereka. Ini pada dasarnya berfokus pada hal positif dan membantu Anda untuk melakukannya dengan baik.”

“Individu yang perfeksionis adaptif menetapkan standar yang tinggi tetapi realistis sehingga tidak menyalahkan diri sendiri ketika standar ini tidak tercapai,” ujar Caroline Castrillon, seorang business coach.

2. Mendorong Anda untuk mencapai tujuan
Perfeksionisme dapat membantu Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan. Menurut Lawson, perfeksionisme adaptif dapat menjadi sesuatu yang positif, terutama ketika berusaha untuk mencapai tujuan dengan cara yang terorganisir.

“Perfeksionisme juga dapat berguna ketika seseorang mencoba untuk menjalankan keseimbangan dan efisiensi pada waktu yang bersamaan. Mereka akan tahu kapan waktu yang tepat untuk beristirahat atau melakukan time out pada diri mereka,” ujar Lawson.

3. Dapat menghindari Anda dari stres
“Bukti ilmiah menunjukkan bahwa selama perfeksionisme bertujuan untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk mengkhawatirkan pendapat orang lain, itu bisa memiliki efek positif pada kesejahteraan Anda secara keseluruhan,” kata Castrillon.

“Perfeksionisme dapat secara positif memengaruhi kinerja kerja serta kualitas hidup. Kuncinya adalah pandangan positif dan pengaturan tujuan yang dapat dicapai.”

sumber: metrotvnews.com

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER