Kejari Halsel Didesak Tetapkan Haya Sebagai Tersangka Penyelewengan Dana Desa Kawasi

i-malut.com, LABUHA — Kejaksaan Negeri Halamahera selatan, dibawah kepemimpinan Cristian Carel Ratu Anik didesak segera menetapkan Haya, mantan Bendahara Desa Kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan, sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan Dana Desa Kawasi tahun 2017 senilai ratusan juta rupiah.

Haya Saadu merupakan warga Desa Madopolo kecamatan Obi Barat kabupaten Halmahera Selatan, yang diangkat oleh mantan Karteker Kades Kawasi Juhdan (duku) sebagai Bendahara Desa kawasi tahun 2017. Pada tahun 2017 karteker Kades Kawasi Juhdan dan bendahara Desa Kawasi Haya melakukan pencarian Dana Desa mencapai miliaran rupiah, namun sebagian besar Dana Desa tersebut diduga diselewengkan.

Desakan ini disampaikan oleh Masyarakat Desa Kawasi, Fadlan. Kepada wartawan Sabtu (04/11/2018), Fadlan mengatakan, pihaknya mendesak kepada kepala kejaksaan Negeri Halmahera Selatan selain menetapkan tiga orang mantan karteker kepala Desa Kawasi, masing-masing Arifin siroa, Frans datang dan Juhdan (duku), sebagai tersangka.

“Mantan bendahara kawasi Haya juga patut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi dana Desa kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan.” pintahnya.

Sementara itu, Mantan Bendahara Desa Kawasi, Haya, saat di wawancarai wartawan belum lama ini pihaknya mengaku melakukan pencairan dana desa tersebut namun pihaknya tidak mengetahui berapa besaran Dana Desa yang dicairkan.

“Setelah dilakukan pencairan dana Desa langsung diserahkan secara total kepada mantan kerteker kades kawasi juhdan (Duku).” akuinya.

Perlu diketahui, proses pekerjaan kegiatan Fisik yang di kerjakan oleh mantan Kades Karteker Kawasi tahun 2017 Juhdan (Duku) sebagian besar kegiatan fisiknya fiktif, bahkan yang bersangkutan hingga kini tidak mampu membuatkan laporan pertanggung jawaban penggunaan Dana Desa (DDS) tersebut ke inspektorat, DPMD Halsel.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Kejari Halsel Didesak Tetapkan Haya Sebagai Tersangka Penyelewengan Dana Desa Kawasi

i-malut.com, LABUHA — Kejaksaan Negeri Halamahera selatan, dibawah kepemimpinan Cristian Carel Ratu Anik didesak segera menetapkan Haya, mantan Bendahara Desa Kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan, sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan Dana Desa Kawasi tahun 2017 senilai ratusan juta rupiah.

Haya Saadu merupakan warga Desa Madopolo kecamatan Obi Barat kabupaten Halmahera Selatan, yang diangkat oleh mantan Karteker Kades Kawasi Juhdan (duku) sebagai Bendahara Desa kawasi tahun 2017. Pada tahun 2017 karteker Kades Kawasi Juhdan dan bendahara Desa Kawasi Haya melakukan pencarian Dana Desa mencapai miliaran rupiah, namun sebagian besar Dana Desa tersebut diduga diselewengkan.

Desakan ini disampaikan oleh Masyarakat Desa Kawasi, Fadlan. Kepada wartawan Sabtu (04/11/2018), Fadlan mengatakan, pihaknya mendesak kepada kepala kejaksaan Negeri Halmahera Selatan selain menetapkan tiga orang mantan karteker kepala Desa Kawasi, masing-masing Arifin siroa, Frans datang dan Juhdan (duku), sebagai tersangka.

“Mantan bendahara kawasi Haya juga patut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Korupsi dana Desa kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan.” pintahnya.

Sementara itu, Mantan Bendahara Desa Kawasi, Haya, saat di wawancarai wartawan belum lama ini pihaknya mengaku melakukan pencairan dana desa tersebut namun pihaknya tidak mengetahui berapa besaran Dana Desa yang dicairkan.

“Setelah dilakukan pencairan dana Desa langsung diserahkan secara total kepada mantan kerteker kades kawasi juhdan (Duku).” akuinya.

Perlu diketahui, proses pekerjaan kegiatan Fisik yang di kerjakan oleh mantan Kades Karteker Kawasi tahun 2017 Juhdan (Duku) sebagian besar kegiatan fisiknya fiktif, bahkan yang bersangkutan hingga kini tidak mampu membuatkan laporan pertanggung jawaban penggunaan Dana Desa (DDS) tersebut ke inspektorat, DPMD Halsel.

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...